Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
kabar gembira


__ADS_3

pagi harinya, seperti biasa keluarga kerajaan itu berkumpul di ruang makan untuk sarapan bersama. mey duduk di sebelah Alan dan memakan makanan yang sudah di sediakan oleh para koki istana tersebut.


satu suapan nasi telah masuk kedalam mulutnya, tapi tiba² perutnya terasa mual "hokk" mey menutup mulutnya dengan telapak tangannya sendiri, berusaha menahan sesuatu yang ingin keluar dari tenggorokannya. bahkan suara itu dapat menarik perhatian orang² yang berada di sekitarnya. marques fredrik dan istrinya merasa terganggu akan suara tersebut, itu terlihat jelas dari mimik wajah mereka.


"kau kenapa? " tanya Alan khawatir, tapi mey tidak menjawab.


"hokk" sudah untuk yang kedua kalinya mey mengeluarkan suara begitu. karena merasa tidak tahan lagi, ia pun langsung saja berdiri dari tempat duduknya dan berlari ke arah dapur. entah hukuman apa yang akan ia Terima setelah ini, sekarang dia sudah tidak peduli lagi dengan peraturan saat makan di istana .


mey muntah² di wastafel "hoekk ..hoekk" begitulah suaranya, akhirnya ia dapat mengeluarkan sesuatu yang ia tahan dari tadi.


Alan yang khawatir dengan keadaan istrinya pun langsung menyusul mey ke dapur. setelah melihat mey dalam keadaan yang tidak baik, ia pun menghampirinya. Alan kemudian memijat tengkuk leher itu dengan pelan, mencoba untuk meredakan rasa mual tersebut "kau kenapa? apa kau sakit? " tanya Alan dengan tangan yang masih memijat leher milik istrinya tersebut.


di rasa sudah rada mendingan, lalu mey menghidupkan air kran dan membersihkan mulutnya. tapi tiba² rasa mual itu kembali lolos menjalar ke perutnya, dan akhirnya ia pun muntah lagi.


melihat keadaan mey seperti itu, Alan bertambah cemas dan khawatir "ayo kita ke rumah sakit" ajaknya.


setelah mey membersihkan mulutnya, kemudian ia menoleh ke arah Alan dengan wajah yang terlihat pucat "aku tidak apa², paling aku hanya masuk angin biasa saja" jawabnya dengan suara agak lemas.


"apanya yang tidak apa²? kau ini bolak balik muntah². aku mengajakmu ke rumah sakit karena aku mengkhawatirkan mu, intinya aku tidak menerima penolakan" ucap Alan bersikeras mengajak mey ke dokter untuk di periksa. kejadian itu pun menjadi pusat perhatian para koki yang masih ada di ruangan tersebut.


______________


sebelum berangkat kerja, Alan menemani istrinya pergi ke dokter. sesampainya di rumah sakit, mey kemudian di periksa.


tidak butuh waktu lama dokter itu untuk memeriksa mey. setelah di periksa, dokter cantik tersebut malah tersenyum, kemudian ia duduk dan menulis sesuatu di kertas. karena si dokter itu tidak bicara apa², Alan jadi bertambah penasaran "istri saya sakit apa dok? " tanyanya dengan raut wajah serius.


melihat pasangan muda itu, si dokter tersebut malah semakin tersenyum lebar "selamat tuan, anda akan menjadi seorang Ayah. nona mey sedang hamil" jawaban itu sontak membuat Alan dan mey terkejut senang, dan saling menatap satu sama lain.


"tapi kenapa dari tadi pagi dia muntah² terus? " tanya Alan, wajah kebahagiannya sudah berubah netral kembali.

__ADS_1


"tidak apa² tuan, itu adalah hal wajar yang biasa di rasakan ibu hamil, apalagi usia kandungan nona mey baru menginjak usia satu minggu, itu normal² saja. namun, apabila frekuensi mual dan muntahnya berlebihan, tetap harus di waspadai".


"saya akan memberikan obat vitamin pada nona mey, silahkan di tebus di ruang depo farmasi" lanjutnya seraya memberikan secarik kertas yang telah di tulisnya tadi.


______________


sekarang mobil mewah milik Alan sudah berhenti di halaman depan istana.


Alan dan mey keluar dari dalam mobil tersebut. saat Alan akan melangkah maju, di saat itulah mey mulai bertanya "suamiku, kau mau ke mana? ".


" mau masuk lah? " jawabnya dengan tangan yang masih memegangi pergelangan tangan mey.


"kau tidak pergi kerja? " mey kembali bertanya.


"tiba² aku jadi malas, aku ingin bersantai saja di rumah denganmu".


ya sebenarnya tidak masalah sih jika Alan tidak pergi bekerja, toh dia sendiri pemiliknya. lagi pula jika dia tidak berangkat, perusahaannya juga tidak mungkin bangkrut.


"bukankah jika aku hamil, kau harus lebih semangat untuk bekerja? ".


" kenapa aku merasa bahwa aku sedang di usir yah" kata Alan menatap mey agak kesal.


"baiklah, aku akan berangkat kerja. hati² di rumah, jaga anakku dengan baik" lanjutnya seraya mengosak ngasik rambut lembut milik mey.


menjaga anakmu? anakmu saja belum lahir.


"iya baiklah" jawabnya dengan senyuman.


waktu mobil hitam itu akan beranjak pergi, seperti biasa mey melambaikan tangannya sembari mengucapkan sampai jumpa.

__ADS_1


kemudian mey berjalan masuk ke dalam istana, awalnya ia ingin langsung masuk kedalam kamar dan rebahan, tapi niatnya terhenti karena melihat ibu mertuanya yang sedang duduk di ruang tamu. tapi seolah² sang ratu memang sedang menunggu kedatangan mey.


"salam ibu ratu" ujar mey memberi salam.


"duduklah" titahnya, lalu ia menyuruh para datangnya untuk pergi karena dirinya ingin berbicara kepada mey secara pribadi.


"tadi dokter bicara apa? " tanyanya karena ia tau kalau mey tadi pergi ke rumah sakit.


"dokter bilang saya hamil, katanya sudah satu minggu yang lalu" begitulah jawabnya seraya memancarkan senyum kebahagiaan.


samar² senyuman kecil mulai tampak dari bibir sang ratu, ternyata dugaannya benar bahwa mey sedang hamil.


"dulu aku dan raja Albert tidak saling mencintai, kami menikah karena saling membutuhkan satu sama lain, tapi lambat laun cinta tumbuh di antara kami dan timbullah kebahagiaan. ku kira anak² ku juga akan bahagia jika hidup seperti kisah cintaku, menikah atas dasar saling membutuhkan, tapi ternyata dugaan ku salah, dia lebih bahagia dengan pilihannya sendiri" walaupun bibirnya nampak tersenyum, tetapi sangat jelas bahwa terdapat sebuah kesedihan yang terpancar dari aura sang ratu.


"ibu tidak salah, hanya takdir saja yang berkata lain. setiap orang mempunyai jodoh dan jalan hidup masing², tidak ada yang dapat mengubah kehendak Tuhan".


" selamat atas kehamilan mu, ibu turut bahagia".


sontak mey terkejut mendengar pernyataan mertuanya barusan, seakan² ini adalah mimpi.


apa aku salah dengar?, ibu mertua mengatakan apa tadi? beliau juga ikut turut bahagia atas kehamilanku? ... aaaaaa!! apa itu artinya ia sudah merestui pernikahanku dengan Alan?.


seketika mey bahagia, seolah² hari ini dia sedang menang lotre.


"terimakasih ibu" sangking bahagianya, mey sampai tidak bisa berkata apa² lagi, hanya senyuman lebar di bibirnya yang dapat menggambarkan bagaimana perasaannya sekarang.


____________


sebelum di laksanakan nya makan malam, Alan memberitahukan kabar gembira tentang kehamilan istrinya kepada seluruh anggota keluarganya yang berada di meja makan tersebut.

__ADS_1


tapi raja Albert yang mendengar itu pun langsung pergi dari ruang makan tersebut tanpa berkata sepatah katapun dengan wajah tidak senang.


__ADS_2