Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
JALAN KAKI


__ADS_3

Keesokan harinya, mey menyiapkan semua keperluan alan, dari menyiapkan air hangat, hingga menyiapkan baju untuk ia pakai saat pergi ke kantor nanti.


Stelah alan pergi selesai mandi berganti baju, mey membantunya untuk memakaikan sepatu.


Kemudian mereka berdua turun ke bawah untuk sarapan, mey berjalan di belakang suaminya.


"Selamat pagi tuan, nona" paman Li menyapa mereka berdua, lalu menarik kursi untuk di duduki alan.


Mey duduk di samping alan, kemudian mengambilkan makanan ke piringnya.


Mey duduk di samping alan, kemudian tanpa bosa basi, mey langsung saja menyambar makanan yang telah tersaji di atas meja makan.


Saat mey sudah siap untuk melahap hidangan itu,sekilas matany melirik kearah para pelayan yang memandanginya dengan tatapan aneh.


Seketika mey menjadi bingung? kenapa memandangku seperti itu? Apa yang salah denganku? bukankah ini sudah waktunya untuk sarapan?.


Kurang lebih seperti itu batinnya.


Kemudian pupil mata mey tertuju pada paman Li yang sedang berdiri di sisi alan, sorot mata pria paruh baya itu seakan mengisyaratkan suatu hal, sontak mey langsung ingat dengan catatan perjanjian kemarin.


Astaga aku lupa


Mey yang teringat akan hal, langsung buru2 mengambil nasi dan lauk pauk ke atas piring alan.


"Selamat makan tuan" ucapnya dengan tersenyum, berusaha menampilkan ekspresi seramah mungkin.


Cih...jika di buku itu tidak tertulis harus melayaninya seperti ini, aku tidak akan sudi melakukannya.


Tapi bukannya berterimakasih, alan malah meminta paman Li untuk membuang makanan yang barusan di sajikan mey dalam piringnya dan salah satu pelayan langsung mengganti makanan tersebut.


Mey yang menyadari itu pun langsung meminta maaf " maaf tuan, saya tidak bermaksud melupakan catatan itu, otak saya memang dangkal, saya akan menghafalkannya lagi agar tidak lupa, maafkan saya" seraya membungkukkan badannya berulang² kali.


Lagi² alan tak menjawab, itu benar² membuat mey merasa tidak enak hati.


Sialan, kenapa tidak ada yang memberi tahuku bahwa di sini tidak ada kendaraan, kenapa tidak ada kendaraan, kenapa si gila itu membuat rumah terpelosok seperti ini, jelas saja tidak ada yang lewat pasti akan heran karna melihat ada rumah disini.


Mey pun terpaksa harus berjalan kaki.


Sedangkan alan tersenyum sendiri saat berada dalam di dalam mobil.


Si culun itu pasti sedang berjalan kaki sekarang.


Begitulah yang ia pikirkan.


Sekretaris bay yang melihat tuannya tersenyum² sendiri dari kaca sepion, merasa merinding dengan tingkah tuannya akhir² ini.


Tuan setelah bertemu dengan nona mey kenapa sering tersenyum² sendiri, aku sampai merinding di buatnya.


Saat di jalan mey melepas alas kakinya dan membawanya dengan tangan, saat berjalan menelusuri jalanan, mey tidak henti²nya mengutuki alan.


Pasti si gila itu sengaja memperbolehkan ku pergi karna dia tau aku akan berjalan kaki, akan ku kutuk kau jadi botak, saat berjalan kau selalu tersandung, tidak bisa makan cemilan dan saat makan mie instan tidak ada bumbunya.


Mey menendang bekas botol minuman yang berserakan di jalan dengan kaki, "takkk" suara botol yang tidak sengaja terpental ke pohon dan berbalik mengenai kepalanya.


"Aduh sakit, apa aku harus sesial ini, sampai² botolpun tidak suka padaku" ia bergumam sendiri sembari mengelus² kepalanya yang sakit terkena botol yang di tendangny tadi.


Mey yang sudah berjalan tadi merasa lelah.


Auu...kakiku sakit sekali, untung sudah sampai dikota.

__ADS_1


Kemudian ia memakai alas kakinya kembali, dan menaiki taksi.


Di sepanjang jalan mey mengamati poster gambar suaminya.


Eh...itukan gambar si gila sialan itu.


"Nona, saya lihat nona terpesona dengan presedir LA gru, karena melihat ke arah layar gambar tuan Alan Gervais dari tadi" kata supir itu sembari melihat mey dari dalam spion mobilnya.


Heh.....terpesona katanya, apa tidak salah, aku malah ingin merobek semua poster dan membanting layar yang ada gambar si gila itu.


Bahkan saking sungkannya, ia sampai² tak berani menyentuh makanannya kembali.


*ini termasuk siksaan yah? bahkan ini lebih buruk dari memperlakukan untuk seorang pembantu, ayah apa kau melihatku? setelah ini aku akan jadi kurus kering*.


Beberapa saat kemudian, sekretaris bay datang dan menghampiri alan yang sedang duduk di ruang makan.


"Selamat pagi tuan, nona" sembari membungkukkan badannya memberi hormat.


Stelah selesai makan, mey mengantar suaminya keluar untuk berangkat kerja, sebelum alan masuk kemobilnya mey bertanya.


"Tuan, apa nanti aku boleh pergi bek...."


"Terserah" alan menjawab perkataan mey sebelum mey menyelesaikan ucapannya.


Seorang supir membukakan pintu mobil untuk alan, alan pun masuk ke dalam mobilnya.


"Selamat jalan tuan" mey melambaikan tangannya.


Alan merasa tidak suka dengan perkataan mey barusan.


"Jangan katakan selamat jalan, ucapkan sampai jumpa" dengan ekspresi tidak senang.


Alan menutup kaca mobilnya, kemudian mobil alan bergerak pergi meninggalkan kediamannya tersebut.


Yes orang itu sudah pergi, aku bisa berangkat sekarng.


Mey mengambil tasnya kemudian segera pergi, saat melewati pintu, paman Li menghentikan langkah kakinya.


"Salam nona, nona mau pergi kemana?"


"Aku akan keluar untuk pergi bekerja, ada apa".


"Diharapkan nona mey akan pulang sebelum tuan muda sampai di rumah".


"Oh, iya aku tau, aku duluan paman Li sampai jumpa" Melambaikan tangannya sembari berlari agak melompat² kecil.


Nona sangat periang.


Paman Li tersenyum melihat ke arah mey yang gembira seperti habis keluar dari penjara.


Setelah keluar gerbang rumah tersebut.


Eh...jalan ini sepi, jangankan taksi bahkan kendaraan lain pun tidak ada yang lewat.


Mey clingak clinguk melihat arah kanan kiri


"Hahaha....anda pasti bercanda" mey tertawa paksa.


"Saya tidak menyalahkan nona jika anda benar² terpesona dengan prisedir alan, memang benar dia sangat menawan, selain tampan ia juga miliader muda tersukses pertama didunia, banyak gadis yang mengantri ingin berada di sisinya sebagai istri".

__ADS_1


Pengusaha? bukannya dia adalah seorang rentenir,jika mereka mau, aku bisa memberikannya secara gratis.


"Oh...." jawab mey singkat.


*****


Mey berkerja sebagai penjaga perpustakaan, selain bisa mendapatkan uang, ia juga bisa membaca buku secara gratis, disana ia juga mendapatkan teman kerja yang baik ia bernama sela.


"Mey, kau kenapa" tanya sela karena melihat mey yang berjalan pincang.


"Tidak apa², aku hanya kecapean saja tadi karena berjalan dari rumah kesini".


Kemudian duduk di lantai sembari meluruskan kedua kakinya.


"Kenapa, apa sepedamu rusak?"


"Tidak aku hanya ingin berjalan saja"mey tertawa canggung.


Perkataan bodoh apa ini, siapa yang akan percaya dengan perkataanku jika aku ingin jalan sejauh ini, gila apa.


"Oh gitu yah" kata sela polos.


Eh.....dia percaya.


Pengurus perpustakaan menghampiri mey dan sela yang sedang duduk di lantai.


"Hey....santai sekali kalian duduk² seperti ini, apa perlu aku buatkan kopi" kata pengurus utama perpustakaan dengan wajah menyindir.


"Eh...apa bener boleh, kalau begitu aku minta kopi dengan gula 1 sendok" jawab sela dengan polosnya.


"Apa kau benar² mau di pukul, berani²nya memerintahku, apa aku mempekerjakan kalian hanya untuk bermalas²san seperti ini, cepat kerja sana" berbicara dengan nada suara agak tinggi.


Mereka berdua pun segera berdiri dan menyelesaikan tugasnya, saat membersihkan buku² yang berdebu sela bergumam kesal.


"Apa²an si gendut itu, lihat gayanya yang sok jadi bos, dia kan juga bekerja di sini, kenapa dia hanya berduduk² santai di kursi itu dan menyuruh kita menyelesaikan semua tugasnya".


"Sudahlah, cepat selesaikan nanti kita bisa segera untuk membaca buku, aku penasaran dengan cerita hantu kemarin".


"Aku juga".


Mereka berdua pun segera menyelesaikan pekerjaan mereka, dari menyapu hingga meletakkan buku² ketempatnya masing². Saat jam buka, para pengunjung masuk kedalam perpustakaan tersebut dengan mematuhi peraturan di larang berisik, jadi membuat mey dan sela bekerja agak santai.


Mey duduk di kursinya dan membaca buku dengan tenang, sedangkan sela membuka ponselnya dan menemukan berita tentang presedir LA grup.


"Mey lihat, bukakah ini presedir dari LA grup, dia di kabarkan menjalin hubungan dengan aktris terkenal dari kota XZ, disini tertulis bahwa dia baru saja menjemput aktris cantik ini di bandara siang ini" sela memperlihatkan berita itu kepada mey.


"Dia selalu terlibat sekandal dengan banyak wanita, minggu lalu baru saja di kabarkan keluar dari hotel bersama anak dari grade grup, sekarng udah dapat yang baru lagi, benar² pria br*ngs*k"


"Oh.." jawab mey singkat seperti tidak peduli dengan gosip tersebut.


Setelah pulang bekerja, mey menunggu taxi lewat dipinggir jalan, tiba² ada mobil yang berhenti di depannya, ternyata itu adalah mobil luisa.


"Hay kakak ipar" luisa menyapa mey.


"Apa kakak ipar sedang menunggu taxi, aku bisa mengantar kakak ipar" melanjutkan pembicaraan.


"Oh,tidak perlu repot² aku akan menunggu taxi saja" mey memalingkan pandangan nya dari luisa.


"Sebagai adik ipar yang baik, aku mempersilahkan kakak ipar untuk ku antar, kalo kakak ipar menolak, aku akan menganggap kalo kakak ipar masih menyukaiku loh"

__ADS_1


Karena mendengar perkataan luisa barusan, dengan terpaksa mey bersedia masuk ke dalam mobil tersebut.


__ADS_2