
sinar mentari telah menyorot ke bumi hingga membuatnya menjadi terang, dinginnya angin malam telah terganti oleh kehangatan matahari.
mey terbangun dari tidurnya, melihat ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul 6 pagi.
sekilas ia melihat alan yang masih tidur tengkurap di sampingnya, dia mengamati wajah suaminya sejenak sembari bergumam dalam hati 'Tuhan kenapa kau tidak adil, kenapa kau harus memberikan wajah setampan ini padanya ' .
dan seketika raut wajahnya berubah, lalu muncullah ide² konyol untuk mengerjai suaminya itu. mey mengambil spidol dari dalam laci,dengan tersenyum penuh kejahilan, ia pun melancarkan aksinya untuk mencoret² wajah alan menggunakan spidol.
'hahaha... waktunya balas dendam ' begitu batinnya.
mey mulai menggambar kumis tebal di bawah hidung alan, lalu di lanjutkan dengan menggambar kacamata. kerena masih merasa tidak puas, mey pun melanjutkannya dengan membuat titik kecil di pipi kanan suaminya, berawal dari titik kecil dan semakin lama semakin membesar seperti tompel. mey cekikikan menahan tawa melihat hasil karyanya tadi, sungguh luar biasa.
sebenarnya alan sudah terbangun dari tidurnya saat mey sedang menggambar kumis di wajahnya karena bau spidol itu yang menyengat, ia hanya pura² tidur untuk mengamati apa yang akan di lakukan istri konyolnya itu, dia tidak menyangka bahwa mey akan seberani itu untuk mencoret² wajahnya.
mey mengamati wajah suaminya dari dekat, dia seakan geli ingin tertawa,akhirnya suara tawa yang sedari tadi ia tahan terlepas. sungguh, wajah suaminya itu benar² lucu.
alan mulai membuka mata, sontak mey langsung terkejut dan menghentikan tawanya dengan tangan yang menyembunyikan spidol di belakang tubuhnya.
kemudian alan duduk dan bertanya apa yang sedang mey sembunyikan di tangannya, tapi mey menjawabnya hanya dengan menggeleng²kan kepalanya saja.
alan pun menggelitiki perut istrinya hingga membuat mey tertawa cekakakan di atas ranjang.
"hahaha.... berhenti, ini geli hahaha... baiklah² aku kasih tunjuk tapi kau harus berhenti menggelitiki ku" ucapnya dengan tertawa.
alan pun menghentikan aktifitasnya dan mey pun mengeluarkan spidol yang ia sembunyikan di belakang punggungnya dari tadi.
alan mengambil spidol itu dari tangan mey dan bergantian mencoret² wajah istrinya itu dengan gambar kumis di pipinya seperti kucing.
"hey... apa yang sedang kau lakukan hahaha...hentikan,kau harus bekerja kan? " ujar mey dengan tersenyum.
sekarang wajah mereka impas, yaitu sama² coret²an.
lalu alan mencium singkat kening mey, membuatnya tersipu malu, wajahnya jadi memerah.kemudian mey mendorong tubuh alan agar menyingkir dari hadapannya, setelah ia lepas dari alan, dia pun langsung menuju kamar mandi.
dengan wajah tersenyum, mey melihat bayangannya sendiri dari dalam cermin, terlihat enam coretan di pipinya yang berbentuk seperti kumis doraemon.
__ADS_1
ya ampun kenapa aku jadi aneh gini yah, kenapa aku jadi senyum² sendiri. sadarlah mey sadar, jangan seperti orang gila. ini bukan waktunya jadi tidak waras, aku harus menyiapkan air hangat untuk dia mandi.
gumamnya dengan menepuk² pipinya pelan².
setelah alan mandi dan berganti pakaian, mereka berdua langsung keluar dari kamar dan menuju meja makan. semua sudah kembali normal, sudah ada banyak pelayan yang berjalan kesana kemari, dan membungkukkan badan memberi salam saat melihat majikannya.
seperti biasa, bay sudah berdiri menunggu tuannya di sana.
dan pada saat mey mengantar alan menuju mobil, ia menagih ucapan alan yang mengatakan bahwa dia boleh meminta satu permintaan.
"ekhem... ekhemmm" mey pura² batuk saat alan akan menaiki mobilnya.
"kau kenapa? " tanya alan menoleh ke arah mey.
"aku teringat ucapan seseorang kemarin yang mengatakan aku boleh meminta satu permintaan" begitu ujarnya, maksud dari ucapannya adalah dia sedang menyindir alan.
alan tersenyum dan kemudian menjawab "apa yang kau inginkan".
" aku ingin pergi jalan² hari ini" setelah mendengar keinginan mey, alan mengernyitkan alisnya.
"baiklah" jawab alan memberi izin sembari mengacak² rambut istrinya dan kemudian melangkah ke dalam mobil.
saat mobil itu akan berjalan pergi, mey tersenyum dan mengucapkan "sampai jumpa suamiku" sembari melambaikan tangannya ke atas dengan bibir tersenyum.
alan melihat ke arah mey dari dalam kaca mobilnya, dan membalas ucapan itu dengan senyuman, entah kenapa akhir² ini dia sering tersenyum, padahal dulu dia hampir tak pernah tersenyum sekalipun.
mey mengambil tasnya di dalam kamar, tiba² ada ketukan pintu dari luar kamarnya, dan mey pun membukanya, ternyata itu adalah paman Li yang sedang membawakan kopernya yang tertinggal di kontrakan.
"terima kasih paman Li" ucapnya kemudian menaruh kopernya di sisi almari, dia bermaksud ingin menata buku²nya nanti setelah dia habis jalan² .
dengan tersenyum mey mengayuh sepedanya sembari menikmati suasana dengan hembusan angin sepoi².
tanpa ia sadari, ayuhan sepedanya membawanya ke taman, tempat di mana ia dan luisa bermain saat kecil.
mey turun dari sepedanya dan masuk kedalam taman tersebut, terlihat ada banyak sekali orang yang bercanda ria penuh kebahagiaan.tak seperti beberapa waktu lalu, taman itu sekarang sudah di tumbuhi bunga warna warni yang indah dan elok untuk di pandang.
__ADS_1
kenapa taman ini di operasikan lagi? bukankah bulan lalu luisa mengatakan akan membuat lahan ini menjadi pabrik.
batin mey penuh tanda tanya.dan di saat kebingungannya itu,dia tidak sengaja melihat paman An di sana.
mey menghampirinya "paman An" ucapnya.
paman an pun menoleh ke belakang, melihat mey yang sudah berdiri di dekatnya.
"selamat pagi nona mey" paman an membungkukkan badan memberi salam.
sama seperti paman Li.
paman An juga adalah seseorang kepercayaan luisa, pria paru baya yang berstatus duda yang memakai kacamata dengan rambut yang sudah berubun, seseorang yang juga menyayangi luisa bagai anaknya sendiri.
jika kalian tanya kenapa dulu paman an juga tidak membantu mey untuk mengingatkan ingatan luisa, jawabannya adalah paman an menghargai cinta luisa dan sara yang muncul karena pandangan pertama. tapi tak pernah ia duga, bahwa wanita itulah yang akan menjadi penghancur tuannya sendiri, membuat paman an menyesal telah membiarkan tuannya menikahi seorang ular yang bersembunyi di balik tubuh kupu²nya yang indah.
"paman an kenapa ada di sini? ,bukankah dulu luisa pernah berkata akan merubah taman ini menjadi pabrik? " begitulah pertanyaan yang sedari tadi ingin ia tanyakan.
paman an merogoh kantung sakunya "mungkin nona akan menemukan jawaban dari semua pertanyaan nona dalam surat ini" dengan tersenyum, paman an memberikan secarik kertas yang dilipat itu kepada mey. mey pun mengambilnya dan kemudian paman an pergi meninggalkan mey sendirian.
sebenarnya luisa sudah menulis surat itu jauh² hari sebelum ia pergi untuk selamanya, dia menyuruh paman an untuk menyimpan surat tersebut dan memberikan surat itu kepada mey suatu hari nanti saat mey datang ke taman tersebut.
semua yang tuan duga benar, nona mey memang benar² datang kemari.
mey membuka kertas tersebut, terdapat tulisan di dalamnya yang berbunyi 'mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak ada lagi di sisimu, aku akan berada di tempat yang jauh, jauh sekali sampai kita tidak dapat bertemu selamanya.
aku membangun tempat ini kembali dan membukanya sebagai tempat wisata agar orang² bisa merasakan kebahagiaan yang terpancar dari keindahan bunga² dan bau harum yang semebrak.
aku berharap taman ini akan hidup kembali, dan aku juga berharap agar kau hidup bahagia selamanya, seumur hidup tanpa beban dan kesedihan lagi,serta mendapatkan kasih sayang dari seseorang yang benar² tulus mencintaimu'.
taman itu luas, sebenarnya itu dulu bukan sebuah taman, melainkan lahan yang hanya
di tutumbuhi rerumputan saja.
berawal dari adanya dua anak kecil yang sedang berjalan² di sebuah lahan kosong, memberikan mereka ide untuk menjadikannya sebuah taman yang asri dan indah. senyum kebahagiaan terpancar dari wajah mereka, membuat bunga² itu tumbuh dengan rasa kasih sayang.
__ADS_1
dan pada saat senyuman itu hilang, bunga² itu seakan layu dengan sendirinya seperti mengikuti perasaan sang pemilik. semua kembali seperti semula, menjadi gersang yang hanya di tumbuhi oleh rumput² ilalang.