Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
menonton Tv


__ADS_3

sore harinya, bay mendapat telepon dari salah satu perawat rumah sakit yang di minta untuk menjaga Micha, ia memberi tau bahwa Micha seharian ini tidak mau makan.


bay yang mendapati informasi itupun langsung memberi tau Alan bahwa hari ini Micha tidak makan sedikitpun, itu membuat Alan khawatir, dia tidak ingin Micha jatuh sakit jikalau ia telat makan.


karena tidak ingin pergi ke rumah sakit, Alan pun menelepon pak penjaga vila untuk membereskan barang²nya yang ada di vila tersebut dan menyuruhnya membawa barang² itu ke rumah.


di dalam ruang kerjanya, Alan berbicara dengan bay.


"bay, pindahkan Micha ke vila ku, aku ingin bicara dengannya".


" baik tuan" jawab bay kemudian langsung pergi melaksanakan apa yang tuannya perintahkan.


_______________


sesampainya di rumah sakit, sekretaris bay masuk kedalam ruangan dimana Micha di rawat. di sana Micha tidak sendiri, ada bi sea di dekatnya.


bay langsung bicara ke intinya,karena dia tidak suka bertele² "tuan Alan ingin menemui anda di vila, saya harap anda tidak keberatan".


setelah mendengar perkataan bay barusan, hati Micha jadi bungah. pengorbanannya tidak makan seharian ini ternyata tidak sia², akhirnya waktu yang ia tunggu² dari tadi pun tiba.


Micha duduk di mobil bersebelahan dengan bibi sea, sedangkan sekretaris bay duduk di kursi depan bersama dengan sopir.


Micha hanya diam, mengikuti arah laju mobil yang entah membawanya kemana. pandangan matanya melihat ke arah luar kaca, terlihat banyak pohon yang tertanam di sana. ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di negara tersebut, membuatnya nampak asing.


beberapa saat kemudian, sampailah mobil yang mereka tumpangi ke suatu tempat.


terlihat vila sebesar istana kerajaan berwarna putih bersih nampak pada mata Micha hingga membuatnya terpesona.


Micha menapakkan kakinya kedalam vila tersebut, semuanya nampak indah dan menakjubkan, dia benar² seperti masuk kedalam istana dalam buku dongeng.


"selamat datang nona" ucap penjaga vila itu memberi salam.


"tuan Alan sudah menunggu anda di ruang makan, mari nona ikut saya" lanjut pak penjaga itu kemudian membimbing Micha ke ruang makan.


sesampainya di sana, Micha melihat Alan yang sudah duduk dengan meminum segelas wine, juga ada berbagai hidangan di atas meja tersebut. dengan tersenyum, Micha pun langsung menghampiri Alan.


"apa kau menungguku" ujar Micha seraya duduk berhadapan dengan Alan.


"aku menyuruh bay untuk memintamu makan, kenapa kau tidak makan? " tanya Alan.


"aku ingin bertemu denganmu, jika kau menyuapi ku, aku pasti akan makan" jawab Micha dengan senyum penuh harap.

__ADS_1


karena Alan tidak merespon, jadi Micha melanjutkan ucapannya "aku tau kau perhatian denganku, buktinya kau menyiapkan semua hidangan ini untukku kan? .dan aku juga tau, kau tidak suka pergi ke rumah sakit, jadi kau menyuruhku untuk datang kemari".


memang benar, Alan tidak suka pergi ke rumah sakit. pertama kalinya Alan pergi ke rumah sakit saat ia masih kecil, dikarenakan Micha terserang maag karena telat makan.


tanpa banyak bicara, Alan langsung saja menyuapi Micha. dengan senang hati, Micha pun menerima suapan itu dengan tersenyum.


setelah satu jam Alan berada di sana, ia pun langsung pergi bersama sekretaris bay meninggalkan vila tersebut. kemudian pak penjaga vila itu membimbing Micha menuju ke kamar. sesampainya di sana, pak penjaga itu memberikan kunci kepada micha, ada dua buah kunci, yang satu kecil dan yang satunya lagi besar. Micha mengambil kunci itu dari tangan pak penjaga vila.


kemudian Micha masuk kedalam kamar tersebut, terlihat ruang tidur yang sangat besar dan indah, ranjangnya bahkan muat untuk di tiduri tujuh orang.


matanya beralih melihat ke arah pintu bercat putih, ia pun masuk kerdalamnya, ternyata itu adalah ruang ganti.


ada dua buah almari besar yang saling berhadapan, yang satu berwarna hitam dan satunya lagi berwarna putih.


Micha membuka almari yang berwarna hitam itu terlebih dahulu, ternyata kosong, tidak ada apa² di dalamnya. kemudian dia beralih membuka almari yang satunya lagi, ternyata almari itu di kunci, Micha pun mencoba membuka nya dengan kunci yang di berikan pak penjaga padanya tadi. saat menggunakan kunci yang besar, tenyata tidak cocok, dan ia beralih menggunakan kunci yang satunya lagi, ternyata kunci yang lebih kecil itu dapat membuka nya.


Micha menarik gagang almari tersebut, dan betapa tercengang nya dia setelah melihat apa yang ada di dalam almari itu. banyak gaun yang tergantung rapi, semuanya brended kelas atas. Micha mencobanya satu persatu, ternyata semuanya pas di tubuhnya.


apa ini yang dulu ia maksud , dia benar² membangun segalanya seperti yang ku impikan? apa dia membangun vila ini


untukku?.


_______________


setelah bekerja, mey langsung kembali ke rumah. di saat akan menaiki anak tangga, mey tak sengaja berpapasan dengan paman Li, lalu ia melihat ke arah koper berwarna hitam yang paman Li bawa.


"paman, itu apa? " tanya mey.


"ini koper nona" jawabnya.


iya aku tau itu koper, aku ini tidak buta.


"maksudku, itu isinya apa".


" oh ini adalah barang² tuan muda, saya bermaksud ingin membawanya ke kamar tuan" ujarnya.


"tidak usah repot² paman, aku tau paman pasti capek. di usia yang sudah tidak muda ini paman pasti letih karena naik turun tangga sebanyak ini. jadi biarkan saya yang masih muda ini untuk membantu paman".


" kalau begitu silahkan nona" paman Li memberikan koper itu kepada mey.


saat mey menarik koper itu untuk menaiki anak tangga, koper itu terasa sangat berat baginya. ia menariknya dengan sekuat tenaga, baru menaiki beberapa anak tangga saja dia sudah merasa kelelahan.

__ADS_1


apa sih yang ada di dalam koper ini, isinya batu ya?


karena merasa tidak kuat, mey pun menengok ke arah paman Li, berharap paman Li akan iba dan membantunya mengangkat koper tersebut. tapi ternyata tidak, paman Li hanya mengamatinya saja dari bawah sembari tersenyum menahan tawa melihatnya.


sial, paman Li pasti sengaja. tidak majikan, tidak bawahan, semuanya mengerjaiku. dasar terkutuk.


gerutu mey dalam hati.


"apa itu berat? kalau begitu biar saya saja yang membawanya nona" ucap paman Li menaiki tangga, menggantikan mey untuk membawa koper itu.


sesampainya di kamar, mey membuka koper tersebut karena dia penasaran dengan isinya.


ternyata isinya hanya baju, itu buat mey heran.


isinya kan hanya baju, kenapa tadi aku tidak kuat mengangkatnya ya? apa ototku ini terlalu lembek?


_____________


malam harinya, setelah Alan selesai mandi, ia mencari mey di kamar, ternyata istri kecilnya itu tidak ada rungan tersebut.


setelah berganti baju dengan baju tidur, Alan mencari di mana mey berada. hingga sampailah ia di ruang istirahat, ternyata istrinya itu sedang duduk di sofa melihat ke layar TV. tidak seperti biasa, mey tiba² pergi ke ruang istirahat untuk menonton film, lalu Alan pun menghampirinya.


Mey fokus melihat drama yang ia tonton dengan mata sembab, dia menggunakan tisu untuk menghapus air mata dan ingusnya yang terus mengalir.


Alan duduk di sebelah mey dan melihat ke sekeliling lantai dan meja yang berserakan tisu bekas dimana².


kemudian Alan bertanya "kenapa kau menangis? ".


" hiks... hiks, drama ini menyedihkan, hingga membuatku menangis. masa suaminya tega menduakan istrinya dengan cinta masa kecilnya, padahal istrinya itu sudah mengalami kepahitan berulang² kali, dan kali ini dia harus merelakan orang yang ia cintai kepada orang lain " ucap mey sembari menunjuk² ke arah TV.


Alan mengambil remot itu yang terletak di atas meja, bermaksud untuk mematikan TV tersebut agar Mey tidak menangis lagi.


"jangan di matikan! " pinta mey.


"film ini membuatmu menangis, sungguh plot alurnya jelek, aku tidak suka".


" tapi aku suka".


Alan pun mengembalikan remot itu ke atas meja lagi, dia tidak ingin berselisih dengan mey hanya karena serial televisi.


mey membenamkan wajahnya di bahu Alan, sebenarnya dia melakukan itu karena dia kehabisan tisu. Alan kira mey hanya ingin menyandarkan kepalanya saja, tanpa ia sadari ternyata mey mengusap ingusnya di bajunya.

__ADS_1


__ADS_2