
Alan masuk keruang bacanya dengan ekspresi marah.
"Sialan, wanita itu benar² sialan, dia selalu membuat darahku naik pitam, jika dia terus membisu seperti itu, untuk apa dia mempunyai mulut".
Alan melempar semua kertas yang ada di meja kerjanya hingga berserakan kemana².
Sekretaris bay yang masih ada di kediaman rumah itu pun mengetuk pintu tempat alan berada, setelah bay masuk kedalam ruangan tersebut ia terkejut melihat semua kertas yang berserakan kemana² dengan wajah tuannya yang terlihat sedang marah.
Apa yang terjadi.
Sekretaris bay merasa bingung.
"Ada apa?".
Alan melihat ke arah bay dengan tatapan mata menusuk tajam, sudah terlihat dari raut wajahnya jika dia memang benar² sedang marah.
Alan mencoba menenangkan pikirannya dengan duduk dikursi.
Sekretaris bay memberikan surat undangan pernikahan kepada alan.
"Apa itu?".
Tanya alan melihat undangan yang di letakkan sekretaris bay di depannya tanpa menyentuh kertas tersebut.
"Ceo dari grup LU akan menikah 3 hari lagi tuan, dia mengundang anda untuk menghadiri pernikahannya".
"Benar² tidak penting, kenapa kau memberi tahu tentang hal² tidak berguna seperti ini".
Alan menghiraukan undangan tersebut.
"Maaf tuan, saya memberi tahu anda tentang hal ini karna saya fikir anda akan merasa tertarik, pemilik grup LU akan menikah dengan saudari tiri nona mey".
Seketika ekspresi wajah alan berubah, dia tiba² tersenyum dengan maksud yang sulit untuk di artikan.
Kenapa tuan muda tersenyum, aku tidak mengerti maksud dari senyuman tersebut, mungkin tuan muda mempunyai suatu rencana.
__ADS_1
Pikir sekretaris bay.
"Bawa si culun itu kemari".
"Baik tuan".
Bay langsung beranjak dari tempatnya berdiri kemudian melangkahkan kakinya menuju ketempat dimana mey berada.
"Tok tok tok" suara sekretaris bay mengetuk pintu kamar mey, dengan ke adaan kakinya yang masih sakit mey pun melangkah kan kakinya dengan berjalan agak pincang.
Setelah membuka pintu tersebut...
"Maaf nona, mengganggu, tuan alan menyuruh anda untuk pergi kerjanya baca".
Perasaanku tiba² tidak enak, apa yang akan orang aneh itu lakukan, punya ide apalagi dia untuk mengerjaiku.
"Baiklah".
Dengan keadaan kakinya seperti itu, mey mencoba melangkahkan kakinya untuk berjalan mengikuti langkah kaki sekretaris bay yang ada di depannya, walaupun sekretaris bay merasa tidak tega dan ingin membantu mey berjalan, tapi ia tidak bisa, ia takut jika ia memapah mey berjalan, tuannya akan salah paham dan marah besar kepadanya.
"Bereskan semua kertas² yang berserakan di lantai itu, tata semua sesuai halaman".
Kata alan memberi perintah kepada mey.
Dasar raja iblis, apa diotakmu itu hanya ada cara untuk menindas perempuan lemah sepertiku.
Tanpa berkata², mey langsung berjongkok membereskan semua kertas² itu yang berserakan.
Sekretaris bay yang dari tadi berdiri di situ hanya bisa melihat saja, ia tidak berani membantu mey sedikitpun.
Alan yang duduk dan melihat mey yang sedang berjongkok menahan sakit di kakinya pun semakin lama ia merasa iba, walaupun dia merasa jengkel kepada mey tapi didalam hatinya dia merasa tidak tega melihat mey kesakitan.
"Berdiri" Alan menyuruh mey untuk berdiri.
"Bawa kemari kertas yang ada di tanganmu itu".
__ADS_1
Mey memberikan kertas² yang sudah di kumpulkannya tadi kepada alan walau hanya setengahnya saja.
"Kau ini memang payah, sia² aku menikahimu, melakukan hal sepele ini saja kau butuh waktu lama".
Jika kau muak padaku, kenapa kau tidak menceraikanku saja.
Batin mey kesal.
Alan menyuruh mey kembali ke kamarnya, dan menyuruh bay melanjutkan membereskan dokumen² itu yang masih berserakan di lantai.
Mey duduk bersandar di sofa, tidak lama kemudian alan menyusul mey ke kamarnya, saat sudah berada di kamar tersebut, alan melihat makanan yang masih utuh di atas meja yang sudah terlihat dingin.
"Kenapa kau tidak makan".
"Aku tidak lapar".
Alan menelfon bibik Li, beberapa menit kemudian, bibik Li kembali membawakan makanan dan minuman ke kamar mey.
Setelah mengantar makanan tersebut, bibik Li kembali ke dapur dengan membawa makanan yang sudah dingin itu bersamanya.
Alan duduk di samping mey, dengan membawa makanan yang masih hangat kepadanya, alan menyuruhnya untuk memakan makanan itu.
Baru pertama kalinya aku bersikap seperti ini pada seorang perempuan, kenapa aku harus peduli dengan perempuan sialan ini, seharusnya jika dia mati pun aku tidak peduli, tapi kenapa ini malah sebaliknya, sepertinya otakku ini benar² bermasalah.
Fikir alan yang sedang merasa bingung dengan perasaannya.
"Aku benar² tidak lapar".
Kata² itulah yang membuat alan merasa sangat kesal, kemudian alan menyendok makanan itu ke mulutnya sembari memegang kepala mey bagian belakang, ia pun menyuapi mey dengan mulutnya, mey merasa terkejut dengan kedua matanya yang membulat.
"Kau ingin makan sendiri atau aku yang akan menyuapimu dengan cara yang sama seperti yang aku lakukan barusan".
Alan tersenyum licik.
Mey pun langsung mengambil makanan mangkuk itu dari tangan alan dan kemudian memakan makanan itu sampai habis.
__ADS_1
BERSAMBUNG........