Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
Bab110


__ADS_3

mereka berdua duduk berhadapan, mey pun tanpa bisa basi lagi langsung saja melontarkan pertanyaan kepada bay dan menulisnya.


"pertanyaan pertama. sebutkan hal apa saja yang membuatmu tidak senang" .


bay mengernyitkan Alisnya, dia merasa heran dengan pertanyaan itu yang mengarah ke dirinya, entah mengapa pertanyaan tersebut membuatnya agak tidak nyaman "kenapa nona bertanya tentang itu? saya kira sesuatu yang tidak saya sukai itu tidaklah penting bagi nona".


" ayolah bay, kau tinggal jawab saja dan aku akan segera pergi".


karena bay juga ingin mey cepat² pergi dari kamarnya, akhirnya ia pun menjawab pertanyaan tersebut "saya tidak suka jika ada seseorang yang masuk ke kamar saya tanpa izin dan saya juga tidak suka di ganggu" jawabnya dengan ekspresi dingin.


apa²an jawabannya itu, dia sedang menyindir ku yah? dasar sekretaris kurang ajar.


mey mencatat jawaban bay barusan di sebuah kertas dengan perasaan agak kesal karena merasa tersindir, setelah itu ia mulai bertanya lagi "lalu hal apa saja yang kau senangi? ".


" saya lebih suka bekerja".


"itu saja? " tanya mey memastikan, dan bay pun mengiyakannya.


ha...yang benar saja, jangan bilang dia gila kerja gara² ketularan si bosnya itu.


"lalu kriteria wanita ideal mu seperti apa? apa dia harus cantik, mulus, seksi, pintar? " bay semakin terheran² dengan pertanyaan mey yang sangat aneh baginya, seolah² nona nya itu sedang ingin mencarikan jodoh untuknya.


"sebenarnya apa niat anda menemui saya? ".


" tidak, tidak ada apa², aku hanya gabut" jawab mey yang tidak ingin memberi tau alasan yang sebenarnya.


"saya tidak punya banyak waktu, saya sibuk".


" sibuk ngapain? rebahan? "sahutnya.

__ADS_1


" anda sudah berada di kamar saya selama 5 menit, 24 detik, 15 sekon" maksudnya adalah waktu sangatlah berharga bagi dirinya.


dia menghitung waktu? yang benar saja, dasar perhitungan.


gerutu mey dalam hati.


"sebaiknya nona pergi sekarang, tidak baik jika anda berlama² di sini".


ini maksudnya aku sedang di usir kah? .


" cih... siapa juga yang mau di sini lama²" mey mulai berdiri dari tempat duduknya, ia mulai berjalan mendekati pintu seraya membawa hasil catatannya tadi.


bay pun langsung bergegas membukakan pintu untuk mey, tapi pada saat mey baru keluar dari kamar itu, hal yang tidak di duga terjadi. yaitu atas kedatangan Alan yang tiba² dan kebetulan sekali dia juga sedang berdiri di depan kamar tersebut, hingga membuat mey dan sekretaris bay tercengang kaget.


Alan yang melihat istrinya baru keluar dari kamar laki² lain pun terlihat sangat marah, seperti ada sebuah lava yang siap meletus dalam dirinya. "apa maksud dari semua ini" tatapannya tajam, jika dia sedang marah ekspresinya sungguh menakutkan.


situasi ini sama halnya dengan menggambarkan tentang dirinya yang seperti sedang terpergok berselingkuh dengan laki² lain di hadapan suaminya sendiri.


"tuan, ini hanya salah paham, saya dapat menjelaskannya" sahut sekretaris bay.


tidak sengaja ada salah satu dayang pribadi ratu yang melihat adegan tersebut dari kejauhan, ia pun hanya diam saja dan mengamatinya.


Alan yang di buta kan oleh kecemburuan langsung menarik tangan mey dengan kasar menuju kamar mereka. setelah sampai di sana, cengkraman kuat itu ia lepaskan dengan kasar pula, terlihat sangat jelas bahwa pergelangan tangan mey menjadi memar karena genggaman kuat tersebut.


"apa maksud dari semua itu?, kau menyelingkuhi ku?. setelah kau merajut kasih dengan adik iparmu, lalu dengan artis itu, dan sekarang kau bersama dengan sekretaris ku?! hebat sekali " ucap Alan marah² dengan nada berteriak.


"bukan, bukan seperti itu. kau salah paham" mey mencoba menjelaskan, tapi perkataannya di selak oleh Alan "apa kau fikir mataku ini buta? atau kau ingin bilang bahwa aku ini salah lihat!. sebenarnya sudah berapa banyak lelaki yang sudah kau goda? " ia mencengkram mulut mey dengan kuat "apa aku ini salah karena telah mempertahankan mu? " lalu dia melepaskan cengkraman nya dengan kasar.


"sekarang jika kau ingin pergi, pergilah. aku tidak akan melarang mu lagi, hiduplah sesukamu. bukankah itu yang kau inginkan dari dulu? " .

__ADS_1


seketika mey tercengang mendengar perkataan itu, seolah² Alan sedang mengucapkan kata² perpisahan.


kenapa kau mengatakan itu di saat aku sudah menetapkan mu di hatiku.


mey menatap lekat punggung Alan yang mulai menjauhinya, lalu ia pun berlari mendekap tubuh Alan dari belakang "ku mohon jangan campakkan aku" dia mulai menangis, rintikan air matanya sedikit demi sedikit membasahi baju suaminya "tolong dengarkan aku, semua yang kau lihat tadi tidak seperti yang kau kira. aku bersumpah, aku tak pernah punya niat untuk menyelingkuhi mu hiks... hiks... " entah kenapa, air matanya semakin lama semakin deras.


"kalau begitu jelaskan" sekarang suara Alan sudah tak seperti awal tadi, sekarang suaranya sudah mulai merendah.


dengan tubuh yang masih memeluk Alan dari belakang, mey mulai menjelaskan semuanya, mati²an ia mencoba meyakinkan kepercayaan suaminya kembali.


"aku dan bay tidak ada hubungan apa², aku masuk ke kamarnya hanya karena aku ingin bertanya sesuatu. jika kau tak percaya, aku bisa memperlihatkan catatan ku tentang apa saja yang ku tanyakan padanya".


mey menyeka air matanya terlebih dahulu, lalu dia mulai merogoh kantung sakunya dan mengambil kertas catatan yang ia lipat sedemikian rupa. kemudian ia pun memberikan kertas itu kepada Alan. walaupun begitu, mey tetap saja tidak mau melepaskan pelukan tersebut, mungkin dia sudah terlalu nyaman.


Alan membaca tulisan dalam kertas itu sembari mengernyitkan Alisnya kesal "pertanyaan konyol macam apa ini? kau mencoba mencari tau tentang apa yang bay sukai dan tidak bay sukai?. inikah yang kau maksud bahwa kau tidak ingin berselingkuh dari ku ".


ah aku benar² bodoh, kenapa aku bisa lupa bahwa tadi aku hanya mencatat tentang sekretaris sialan itu.


" maksudku aku hanya ingin membantu adikmu untuk dekat dengan bay, adikmu menyukainya. aku tak punya niat lain, percayalah".


Alan menolehkan wajahnya ke arah mey "setelah kau tertangkap basah, kau masih ingin mengelak dengan membuat Alasan bahwa adikku suka dengan bay? ingat satu hal, aku tak suka di bohongi" ujarnya dengan tatapan mengintimidasi.


"aku tak berbohong, aku berani bersumpah".


Alan memandangi mata mey dengan lekat, ia merasakan bahwa mey memang berkata jujur, tidak ada sedikitpun kebohongan yang tersirat di matanya.


Alan membalikkan badan, kedua tangannya manakup pipi cabi istrinya " apapun alasannya dan apapun tujuannya, aku tak suka kau masuk dalam kamar laki² lain dan bertemu dengan laki² lain tanpa sepengetahuanku. berjanjilah bahwa kau tidak akan melakukan hal itu lagi".


"iya, aku berjanji" kemudian Alan mencium kening mey singkat.

__ADS_1


aku tak tau bahwa kejadian itu akan membawa sebuah masalah untukku, aku bersyukur karena masalah ini cepat terselesaikan dan kami tak sampai berpisah.


__ADS_2