
keesokan harinya, mey mengantar Alan menuju mobil karena suaminya itu akan berangkat kerja. sebenarnya mereka tadi bangun kesiangan, Alan yang biasanya berangkat ke kantor pukul 8 AM, sekarang malah terlambat 30 menit dari biasanya, hingga membuat sekretaris bay menunggu agak lama.
dengan tersenyum mey melambaikan tangannya "sampai jumpa suamiku" tanpa malu dia berteriak seperti itu di saat mobil hitam mewah tersebut sudah mulai berjalan pergi.
Alan yang mendengar itu pun hanya tersenyum, lalu dia pelan² menaikkan kaca mobilnya.
di tengah perjalanan, bay yang duduk di kursi depan mulai bertanya kepada Alan perihal kemarin sore "maaf tuan, jika saya boleh bertanya, kenapa kemarin sore anda menulis pesan kepada saya untuk bertemu di paviliun, apa ada hal penting yang ingin anda bicarakan kepada saya? ".
Alan yang tadinya terdiam kaku melihat keluar jendela, sentak terkejut sekaligus terheran dengan pertanyaan bay barusan " sejak kapan aku memberimu pesan? bahkan sejak kemarin saja aku tidak menyentuh ponselku sama sekali" jawab Alan menepis. ya jelas saja Alan tidak punya waktu untuk memegang ponsel, itu di karenakan tadi malam dia sibuk menjalankan tugas pribadinya. ??
"dan, dan apa tadi? di paviliun?, aku mengajakmu bertemu di paviliun? hahaha.... jadi geli aku mendengarnya, kenapa juga aku mengajakmu bertemu di tempat seperti itu. dengar, aku ini bukan homo yha" lanjutnya dengan tertawa keras memenuhi ruangan mobil. bahkan sang sopir yang tadinya terfokus pada jalanan pun ikut tersenyum menahan tawa setelah mendengar perkataan Alan barusan.
"maaf tuan, tapi saya tidak bercanda. anda memang benar² mengirimkan pesan pada saya dan mengajak saya bertemu. jika anda masih tidak percaya, saya bisa memberikan buktinya" bay langsung saja merogoh ponselnya dari kantong celananya lalu memperlihatkan pesan yang di terimanya kemarin kepada Alan.
"saya telah menunggu tuan di paviliun selama 3 jam, tapi anda tak kunjung datang menemui saya. dan saya sebelumnya juga sudah menelepon anda, tapi anda tidak mengangkatnya" bay melanjutkan perkataannya.
sungguh Alan terheran tak percaya setelah membaca pesan tersebut, ternyata yang di katakan bay memang benar. tapi siapa yang mengirimkan pesan itu? padahal dirinya sendiri saja tak pernah merasa telah menulisnya.
seketika Alan jadi teringat perilaku mey kemarin siang yang tiba² berubah menjadi aneh "apa kemarin sore kau bertemu dengan istriku? " tanya Alan memastikan dengan menampakkan mimik wajah datarnya.
"tidak tuan" jawab bay singkat.
__ADS_1
Alan terdiam membisu, seketika atmosfer dalam mobil itu berubah dingin seperti berada di Kutub Utara.
keningnya yang putih mulus ia kerutkan, seolah² dia sedang memikirkan sesuatu.
bay yang tadinya ingin berbicara lagi seketika mengurungkan niatnya karena melihat ekspresi Alan yang tidak bersahabat, setelah ponsel itu di kembalikan oleh Alan, tidak ada obrolan sedikitpun di antara mereka, tak ada obrolan yang berlanjut. bahkan mobil yang mereka kendarai saja hampir tak memiliki suara karena terdengar terlalu halus dan menambah nuansa kesunyian.
tak butuh waktu lama, akhirnya sampailah mereka di perusahaan yang tidak jauh dari pusat kota.
_______________
di sisi lain, mey yang baru saja melangkah masuk kedalam kastil bertemu dengan salah satu dayang ratu, dayang itu membungkukkan badan lalu berkata "baginda ratu meminta saya untuk memanggil anda, beliau berkata ingin mengajak putri mey untuk minum teh bersama di halaman belakang istana" begitulah ucapnya menyampaikan pesan dari sang ratu.
mau bagaimana pun, mey tidak bisa menolak ajakan tersebut, dia pun pergi ke halaman belakang dengan di pandu oleh sang dayang.
mey mendekat, memberi salam pada ratu Elizza setelah itu dia duduk di samping ratu. salah satu dari keempat dayang yang berdiri di belakang ratu menyeduhkan teh kedalam gelas untuk mey.
" saya merasa terhormat bisa minum teh berdua dengan baginda ratu dan...?? " monica berhenti berbicara dengan arah mata menghadap ke arah mey, ia masih belum tau tentang siapa wanita yang sedang duduk di hadapannya.
"perkenalkan nama saya mey mey, istri dari pangeran Alan" dengan santainya mey memperkenalkan diri kepada monica.
dan betapa terkejutnya monica setelah mendengar pernyataan itu, dia kira mey adalah salah satu kerabat jauh ratu atau asisten Alan, ternyata semua dugaannya salah. ini semua terjadi karena ratu Elizza tak pernah berkata apapun atau menjelaskan sesuatu kepada monica tentang mey, hingga hal itu membuat kesalahan pahaman terjadi.
__ADS_1
"owh... salam kenal putri " nada suara monica mulai lirih, dia tertawa kecil dengan nada yang mengekpresikan suatu kekecewaan.
mey terheran dengan mimik wajah monica, seolah² wanita itu baru tahu akan identitasnya. sekilas mey menoleh ke arah mertuanya, tapi raut wajah sang ratu terlihat datar, dia malah menyeruput tehnya dengan santainya dan menggambarkan ketidak pedulian.
apa maksudnya? ini artinya aku di suruh untuk memperkenalkan diri sendiri atau ibu memang tidak berniat untuk memperkenalkan ku sebagai menantu?
"saya dengar lady adalah putri dari grand duke dan telah menyelesaikan akademik dengan nilai yang memuaskan" ujar mey.
dengan tersenyum monica menjawab "saya merasa tersanjung akan pengetahuan tuan putri terhadap saya".
"sebenarnya saya pernah membaca buku tentang seseorang yang berpendidikan tinggi dan bermartabat tidak akan merebut sesuatu yang di miliki oleh orang lain" ucap mey seraya meminum teh hangatnya.
seolah² perkataan mey barusan adalah sebuah sindiran untuk monica. monica yang menyadarinya pun hanya tersenyum bodoh dan berusaha untuk tidak memasukkannya dalam hati walaupun perasaannya sudah menimbun rasa kesal.
lagi² mey menoleh ke arah ratu Elizza, dan lagi² mertuanya itu sedang meminum teh dengan wajah datarnya.
kenapa dari tadi ibu diam saja? aneh, bukankah biasanya ibu mengolok²ku dan menghinaku di depan orang lain? tapi kenapa hari ini tidak? ...
mey merasa heran akan sikap mertuanya hari ini, tidak seperti biasa, mertuanya itu seakan² sedang puasa bicara.
#visual sekretaris bay
__ADS_1
(ih...author terpesona😍😆😅)