Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
bersalaman


__ADS_3

pagi ini semua berjalan seperti hari² biasanya, tugas para pelayan tidak terlalu sibuk seperti hari kemarin. ya jelas saja, karena upacara pernikahan itu telah selesai, maka dari itu mereka bisa sedikit lebih santai dan tidak tergesa².


sedangkan di dalam sebuah kamar yang luas nan megah, nampak sepasang suami istri yang sedang bersama.


Alan duduk di atas sofa, sedangkan mey berdiri sembari memasangkan dasi di kerah baju suaminya dengan menampakkan senyuman manis di bibirnya.


hari ini Alan akan pergi bekerja, bermaksud mengontrol bagaimana perkembangan perusahaannya yang ada di Inggris.


"kau benar² akan bekerja kah hari ini? " seketika senyuman manis tadi menghilang dan beralih dengan raut wajah merengut agak kecewa. ya mungkin mey mengekspresikan raut seperti itu karena dia harus sendirian di dalam kastil yang di huni oleh orang² menyeramkan berhati dingin.


"mengapa? " Alan balik bertanya, ia merasa heran kenapa tiba² istrinya itu memperlihatkan wajah tak bersemangat.


mey yang tadinya berdiri sekarang beralih duduk di pangkuan Alan, mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya, tanpa malu dia menjawab "aku tidak ingin berpisah dengan suami tercinta ku, jika kau pergi meninggalkanku 1 menit saja, bagiku itu selama 1 abad, aku ini cepat rindu" sungguh pintar sekali dia saat merangkai kata² manis, hingga kadang² dapat membuat hati Alan meleleh.


"oh mulutmu manis sekali, kau belajar dari mana hah? " tangannya memeluk pinggang mey.


" aku ini sungguh² lho... itu dari lubuk hatiku yang paling dalam" sebenarnya ia mengatakan kata² manis tadi karena ia tidak ingin berada di istana besar tersebut bersama dengan orang² yang selalu menampakkan sikap dingin padanya.

__ADS_1


bukannya menyuruh mey untuk berdiri, Alan malah mencium leher jenjang milik istrinya hingga meninggalkan bekas merah. andai saja Alan tidak bekerja, mungkin aktifitas itu akan di teruskan hingga akhir.


________________


mey dan Alan keluar dari kamar, berjalan berdampingan menuruni tangga menuju ruang makan. mungkin agak jauh karena mereka berada di lantai tiga sedangkan ruang makan berada di lantai 1.


cuma berjalan menuju ruang makan pun sudah seperti olah raga. ya bagaimana tidak, dari lantai 3 menuju lantai 1 mempunyai jarak agak jauh, pantas saja semua orang yang ada di kastil itu tidak ada yang gemuk, bahkan para pelayan pun rata² berbadan langsing.


tidak di sengaja mereka berpapasan dengan raja dan ratu yang juga menuju tempat yang sama. sudah menjadi tradisi turun temurun bahwa anak dan menantu harus memberi salam kepada orang tua.


Alan dan Mey pun membungkukkan badan, sembari berkata "salam ayah, ibu. semoga di berkati" itu yang mereka ucapkan bergantian.


setelah itu Alan dan mey menuju ruang makan dengan raja dan ratu yang berjalan di depan mereka. sesampainya di sana, ternyata semua anggota keluarga sudah duduk berbaris di depan meja makan, di antaranya adalah Antonio, kristiana, fredrick, Natalia (ibunya lily), keyra dan Lily. mereka semua menunggu kedatangan raja dan ratu beserta Alan dan mey untuk sarapan bersama.


_______________


setelah sarapan, mey mengantar suaminya menuju mobil. di sisi mobil ternyata sudah ada sesosok pria tampan yang berdiri, dia adalah bay. entah sejak kapan dia sampai di negara ini, padahal kemarin barang hidungnya tak nampak sedikitpun di acara pesta.

__ADS_1


bahkan dia lebih mirip hantu yang tiba² menampakkan wujud dan langsung melaksanakan rutinitas yang ia lakukan setiap hari yaitu menjemput Alan ke kantor.


bay membungkukkan badan "selamat pagi tuan, nona" begitu ucapnya memberi salam.


saat Alan akan beranjak menuju mobil, tiba² mey meraih tangan suaminya dan menciumnya, itu artinya dia sedang bersalaman.


apa yang di lakukan mey barusan membuat Alan tercengang hingga jantungnya berdetak cepat, bahkan pipinya pun sampai memerah di buatnya. tidak tau kenapa dengan hanya memberikan perhatian kecil seperti itu dapat membuat Alan tersanjung.


"hati² suamiku, sampai jumpa" mey mengatakannya dengan senyum ceria yang terukir di sudut bibirnya, mereka seperti sedang di mabuk asmara.


siapapun yang melihatnya pasti akan menganggap sepasang suami istri itu adalah pasangan pengantin baru. bay pun hanya bisa ikut tersenyum melihat tingkah laku kedua majikannya.


setelah Alan memasuki mobil, mobil itu langsung melaju meninggalkan istana tersebut. setelah kendaraan itu sudah tak terlihat mata, bibir yang tersungging tadi berubah menjadi datar. mey mulai membalikkan badan dan memandang istana itu sejenak, hari ini dia harus berusaha merebut hati para penghuni rumah itu.


dalam hatinya ia berdo'a supaya rencananya akan berhasil.


ya Tuhan...semoga hati beku para bangsawan di sini mudah di taklukkan.

__ADS_1


ia menghela nafas melalui mulut, lalu dengan menerapkan senyum, ia mulai memasuki istana mewah itu.


__ADS_2