
hari berikutnya mey bekerja seperti biasa sebagai penjaga perpustakaan.mey duduk fokus membaca buku,sedangkan kedua temannya itu fokus dengan ponsel mereka masing².
"wah...hebat".
tiba² moly heboh sembari melihat ponselnya.
" ada apa".
tanya sela penasaran,kemudian moly pun memperlihatkan berita yang ia baca kepada sela.
"wah...hebat,hotel bintang 9 di dalamnya seperti ini? wah langit² atapnya terlihat seperti berlian".
ucap sela setelah melihat berita tersebut di medsos.
" sssttt...jangan berisik,di sini perpustakaan bukan tempat buat ngoceh".
ucap mey yang merasa terganggu dengan ocehan mereka berdua yang membuatnya tidak fokus membaca.
"oh yha,apa kau melihat berita hari ini".
tanya sela kepada mey dengan suara pelan.
" tidak,emang ada apa".
"kau tau,ceo dari LA grup membuka hotel mewah hari ini,bintang sembilan".
sela memberi tau dengan penuh antusias.
" kalian heboh gara² itu,benar² tidak penting".
jawab mey acuh tidak peduli.
"seharusnya kalian itu heboh dengan ceritaku".
lanjut mey.
" cerita apa".
tanya sela penasaran.
"kalian tau kan justin bieber seorang musisi terkenal itu".
sela dan moly menganggukkan kepalanya bersamaan.
" dia kemarin datang ke kota ini,kemudian aku melihatnya".
mey melanjutkan ceritanya,mereka berdua terkejut tidak percaya.
"benarkah".
ucap sela dan molly bersamaan dengan sangat antusias.
" tidak,aku hanya bohong".
jawaban mey membuat hati mereka yang sangat penasaran tiba² menjadi kesal.
"dasar sial,aku sudah mempercayai ucapan mu tadi.apa selain jadi tukang kutu buku kau juga seorang penipu".
ucap moly yang merasa di permainkan.
" ini impas,kalian menggangguku membaca karna mengoceh tentang berita yang tidak bermutu itu,dan sekarang aku membalasnya dengan memberikan berita hoax.itu termasuk adil kan".
"dasar pembohong,lain kali aku tidak ingin mempercayaimu lagi".
ucap moly dengan raut wajah kesal.
mey pun melanjutkan untuk membaca buku,sedangkan mereka berdua masih saja mengobrol tentang ceo LA grup itu tapi dengan suara agak pelan.walau tadi mey bersi keras tidak ingin mendengarnya,tapi diam² mey menguping pembicaraan kedua temannya tersebut.
"wah...dia sangat tampan yha,aku ingin menjadi istrinya".
itulah impian moly yang sulit untuk menjadi kenyataan.
__ADS_1
hey...jangan menyanjungnya seperti itu,kalau dia dengar dia pasti akan besar kepala,dan berubah menjadi balon.
sahud mey dalam hati.
" bukan hanya tampan,tapi dia juga kaya dan sudah menjadi kolomrat di usia muda.selain membangun hotel mewah,dia juga pemilik dari perusahaan terbesar di kota ini dan cabangnya sudah ada di mana² sampai ke luar negri".
ucap moly memberi tahu sela,dan sela pun hanya mendengarkan dengan seksama.
cuma kaya,ayahku dulu juga kaya.
sahut mey lagi dalam hati.
"hartanya tidak akan habis dan menjadi miskin walau mempunyai seratus istri dan seribu anak".
kata moly.
sedangkan hati mey seperti tertusuk dengan ucapan moly karna ia merasa miskin dan tidak punya harta lagi.
gila yah,walaupun kaya nggak sampai segitunya juga kali,itu terlalu berlebihan.
"tapi beberapa waktu lalu dia gonta ganti pacar,silang waktu seminggu saja pacarnya sudah beda lagi,benar² pria hidung belang".
ujar sela.
ya tuhan...akhirnya ada pencerahan juga,mata hari yang redup karna tertutup awan gelap akhirnya menghilang.dan kebenaran akhirnya terungkap.(pembela kebenaran:pendukung papa zola)
sahut mey dalam hatinya lagi.
" walaupun begitu,desas desus itu kan dua bulan ini sudah tidak ada lagi,mungkin saja itu hanya skandal yang hanya di buat² oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab".
betapa teguhnya pendirian moly untuk membela Alan gervais,dan membuat sela yang awalnya membantah sekarang menjadi diam.
jangan biarkan kebenaran itu tertindih dengan ucapan kebohongan,kebenaran itu harus selalu ada.
ucap mey dalam hati lagi dan lagi dengan penuh drama.
"umurnya kalo nggak salah baru 26 tahun sekarang,walaupun selisih 7 tahun,aku tetap suka.karna cinta tidak memandang batas usia".
apa ? 26 tahun.ku kira umurnya baru 20 tahunan,ya tuhan...aku dan dia selisih 8 tahun,jauh sekali,tapi kenapa dia masih terlihat sangat muda,ini tidak adil.
lagi² mey bergumam dalam hatinya.
"kau tau semuanya?".
tanya sela yang heran kepada moly.
" iya lah,aku ini kan fans berat.walaupun dia bukan artis,tapi aku menganggap dia sebagai idolaku,karna dia sangat tampan...presdir Alan,aku cinta padamu much...much..".
hayalan moly memang tinggi.
pemilik perpustakaan datang untuk mengecek keadaan sekaligus memberikan gaji kepada semua karyawannya.akhirnya yang di tunggu² mereka bertiga pun tiba,betapa senangnya mereka akan menerima uang.
saat setelah mey keluar dari perpustakaan tersebut untuk pulang.bay menghampiri mey,dan mengatakan bahwa nona mey sudah di tunggu tuan Alan di dalam mobil,ia di persilahkan untuk segera masuk.
mey melihat ke arah mobil mewah berwarna kuning keemasan di sebrang jalan.
dia itu punya mobil berapa sih sebenarnya,kenapa saat aku melihat mobil yang ia kendarai selalu berubah²,apa dia itu deler mobil,hiisss..".
mey kemudian masuk kedalam mobil itu dengan bay yang membukakan pintu untuknya.
saat di dalam mobil.
ada angin apa hari ini,tumben dia menjemputku.
gumam mey dalam batin melihat ke arah Alan dengan sorotan mata curiga.
"kenapa kau melirikku seperti itu".
ucap Alan dingin membuyarkan keheningan tersebut.
" eh tidak...kau tumben menjemputku".
__ADS_1
suaranya yang tadinya kaget,tiba² menjadi lirih.
"apa kau ingin tau".
jawab alan dengan pertanyaan.
setiap orang yang bertanya pasti ingin tau,apa kau ini bodoh.
" iya".
jawab mey menahan sabar.
"jika aku tidak ingin memberi tau mu bagaimana".
kenapa seharian ini semua orang membuatku kesal,apa hari ini ulang tahunku,kayaknya nggak deh.sabar...sabar mey mey...sabar,kesabaran itu adalah kunci menjadi orang sukses.
" saya tidak akan memaksa,terserah anda mau memberi tau kan saya atau tidak,itu hak anda".
jawab mey dengan kepala dingin.
"sebenarnya aku ingin membawamu ke rumah orang tuamu,apa kau senang".
jawaban Alan membuat mey kaget seperti habis tersambar petir.
" apa ?!".
kata² yang terucap saat ia kaget.
"tidak perlu berterima kasih".
" terima kasih ??".
ucap mey mengulangi perkataan Alan.
"sama²".
gila yha...siapa yang bilang terimakasih,aku sedang bertanya tauk.apa dia tidak bisa membedakan nada bicara.sial,hari ini tanggal berapa sih? aku ingin melingkari tanggal yang membuatku sesial ini.
gerutu mey,lagi² dia bergumam kesal di dalam hati.
"kenapa kau ingin ke rumahku ?".
tanya mey sembari melihat wajah Alan.
" aku ingin bertemu dengan keluargamu".
jawab Alan dengan mendekatkan wajahnya ke arah mey.
"kenapa kau ingin bertemu keluargaku?".
tanya mey lagi.
" apanya yang kenapa,aku kan suamimu".
hah...!! jawaban yang membuatku muak,aku menyesal menjadi istrimu.
" suamiku,aku sangat lelah.kepalaku terasa pusing,bisakah kita pulang saja".
ucap mey berakting.
"kalau begitu,bagaimana kalau kau beristirahat di rumahmu saja,aku juga ingin tau bagaimana kamarmu di sana".
"lagi pula kau pernah berjanji padaku akan menuruti 3 permintaanku kan,aku ingin menagihnya sekarang".
Alan melanjutkan perkataannya sembari tersenyum Licik.
" kapan?".
"apa aku perlu mengingatkannya lagi".
mey pun mengingat ucapannya pada saat akan menghadiri konser,dan ia pun menyesali perkataannya tersebut.dan akhirnya ia pun hanya bisa diam dan menuruti keingian suami Liciknya itu.
__ADS_1