
sesampainya di rumah,alan menyidang mey di dalam ruang baca.hening tanpa suara menyelimuti rasa takut mey dengan tubuh yang sudah panas dingin berhadapan dengan suaminya yang duduk dengan bersikapnya yang arogan.raut wajahnya yang terlihat dingin membuat perasaan mey menjadi tidak tenang,ia takut melihat ke arah suaminya.ia merasa bersalah pergi diam² tanpa mengabarinya ,otaknya masih memikirkan sesuatu untuk dibuatnya alasan yang logis dan masuk akal agar Alan tidak marah lagi padanya.ntah kenapa mey begitu *****,dia tidak memikirkan resikonya terlebih dahulu dan langsung pergi begitu saja.
"apa kau hanya akan mematung dengan mulutmu yang terbungkam seperti itu,apa kau benar² tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku".
keheningan itu di pecahkan dengan ucapan Alan dengan nada suara dingin.
"A..ak..aku,aku mengaku salah,ak..aku minta maaf".
seluruh tubuhnya gemetar dengan mengucapkan kata² maaf yang terbata².
" kenapa kau pergi tanpa memberi tahuku".
suasananya sungguh mencengkram,alan menanyai mey seolah² dia adalah seorang narapidana.
"aku tidak ingin mengganggu anda,aku fikir anda sibuk dengan urusan kantor".
dengan menundukkan kepala,mey menjawab pertanyaan Alan.
" anda? sejak kapan bicaramu padaku jadi formal seperti itu".
Alan mengernyitkan dahinya,kesalahan mey dalam mengucapkan panggilan membuat Alan semakin kesal.
kenapa aku bisa terjebak dalam situasi seperti ini,hey otak! tolong bekerjalah,jangan membuat seolah² aku ini adalah seorang penjahat yang tertangkap basah karna terbukti melakukan kesalahan.
batin mey berdebat dengan daya pikirnya sendiri.
"maaf suamiku,aku mengaku salah".
yang bisa di katakan mey sekarang ini hanyalah kata maaf.tidak ada kata² lain lagi yang terpikirkan dalam otaknya selain kata itu.
__ADS_1
Alan memikirkan hukuman apa yang pantas untuk mey.ia menyuruh mey untuk memotong rumput menggunakan alat pemotong kuku.
saat di halaman rumah,alan menyuruh mey berlarian kesana kemari untuk memotong rumput,ia sangat senang mengerjai istrinya seperti itu.
" di sana ada rumput panjang".
ucap alan menunjuk ke arah pojok pagar,mey pun berjalan ke arah yang di tunjuk alan tersebut.
"kenapa kau berjalan seperti siput,apa bibik Li tidak memberimu makan selama ini".
mey pun berlari,sesaat kemudian alan menyuruh mey memotong rumput di bagian tengah.
" kau itu memotong apa,kenapa dari tadi baru memotong tiga rumput.lihatlah di tengah,itu masih ada rumput panjang".
mey langsung berlari memotong rumput tersebut.
Alan masuk kedalam rumahnya,sedangkan mey masih sibuk memotongi rumput dengan alat sekecil itu.
dasar gila,dia pasti sengaja memberi hukuman ini padaku.hatinya sekarang pasti sedang sangat senang karna melihatku menderita.
di bawah terik matahari yang panas,mey memotongi rumput itu dengan batin yang menggerutu.panas matahari membuat tubuhnya bercucuran keringat,sedangkan para tukang kebun itu hanya diam saja,mereka tidak ada yang berani membantu mey sama sekali,mereka semua takut jika memberi bantuan kepada mey,mereka akan kehilangan pekerjaan mereka,karna itu para tukang kebun itu hanya berdiri saja seperti patung.
beberapa saat kemudian,bibik Li membawakan jus jeruk di atas nampannya.
"nona,silahkan minum dulu,anda pasti sedang haus sekarang".
ucapnya meminta mey untuk beristirahat dan meminum jus itu terlebih dahulu.
" tidak bibik Li,terima kasih.jika aku istirahat untuk minum,orang yang paling menjengkelkan sedunia itu pasti akan menambah pekerjaanku dua kali lipat".
__ADS_1
ucap mey dengan raut wajah jengkel.
"tenang saja nona,tuan muda orang yang sangat baik".
" bibik li tidak tau,dia itu selalu menindasku".
"saya bisa menjamin,tuan Alan tidak akan marah kepada nona mey.mari,silahkan minum dulu nona".
suara bibik Li lembut,seperti seorang ibu yang sedang membujuk anaknya.mey pun menuruti perkataan bibik Li untuk istirahat sebentar.
_______
alan kembali ke ruang baca,ia juga menyuruh bay untuk masuk.
"apa yang di lakukan si culun itu tadi,dia di mana dan sedang bersama siapa".
Alan bertanya kepada bay yang sedang berdiri di depannya.
"nona tadi sedang berada di taman tuan,ia tidak sengaja melihat adik iparnya yang berjalan sendirian dengan kondisi kurang sehat.lalu nona mey membantunya".
" adik ipar?".
Alan mencoba mengingat kembali.
"iya tuan,presdir luis dari grup Lu,ia menikah dengan sara,saudara tiri nona mey.tuan juga menghadiri upacara pernikahannya bulan lalu".
ucap bay menjelaskan.
Alan hanya termenung,sorot matanya melihat ke bawah dengan mengernyitkan alisnya.dia seperti sedang memikirkan sesuatu,ntah apa yang ia fikirkan,tapi terlihat dari wajahnya,dia seperti mencurigai suatu hal.
__ADS_1