
saat mey masih fokus membaca bukunya, tiba² telepon rumah itu berbunyi. mey pun mengangkatnya, ternyata itu adalah paman Li yang memberikan informasi bahwa mobil Alan sudah memasuki halaman gerbang.
mey yang mendengar itu pun langsung buru² menutup teleponnya dan meletakkan bukunya sembarangan di atas ranjang lalu cepat² turun ke bawah untuk menyambut kedatangan suaminya yang ia tunggu sejak tadi. terlihat senyum cerah di bibirnya saat sedang menuruni anak tangga.
mey berjalan di antara para pelayang yang sudah berbaris rapi menyusuri jalan, ia berhenti di sisi mobil hitam mewah itu dengan masih mempertahankan senyumannya. pak supir tersebut membukakan pintu untuk Alan, dan Alan pun keluar dari mobil tersebut.
serentak semua pelayang mengucapkan kalimat "selamat datang tuan" sembari membungkukkan badan.
"selamat datang suamiku" sahut mey setelah ucapan para pelayannya.
Alan melangkah maju dengan di ikuti oleh mey, paman dan bibi Li di belakang, semua pelayan langsung membungkukkan badan saat tuannya berjalan di hadapan mereka.
saat berada di kamar, seperti biasa, Alan merebahkan tubuhnya di atas sofa, matanya terpejam, seolah² dia sedang menenangkan pikirannya.
mey meletakkan tas kantor Alan di atas meja, lalu ia melangkah mendekat ke arah suaminya. setelah itu dia berjongkok untuk melepas sepatu Alan, sesaat arah matanya tertuju pada ujung sepatu yang terlihat kotor tersebut. tercium bau wine dari sepatu itu hingga membuat sebuah tanda tanya di benak mey.
eh.. kenapa sepatunya kotor? bukankah dia selalu menjaga kebersihan? dan kenapa aromanya seperti bau wine, apa dia habis minum?.
mey tidak begitu memikirkannya, ia tidak ingin terlalu ikut campur dengan masalah suaminya.
"Aku akan menyiapkan air hangat untuk kau mandi" ujar mey kemudian langsung berdiri dan menuju kamar mandi sembari meletakkan sepatu itu ke keranjang cucian.
setelah air hangat itu siap, Alan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah kotor karena di peluk oleh Micha.
__ADS_1
_________________
setelah mandi, Alan pergi ke ruang baca dan berbincang² dengan paman Li tentang masalah pernikahan pangeran antonio (kakaknya Alan), di usia 30 tahun dia baru menikah.
Alan duduk di kursinya, tidak tau kenapa sejak pulang dari kantor tadi raut wajahnya sedang tidak enak di pandang, entah apa yang ada di dalam pikirannya sekarang, hanya author yang tau😅.
"saya menerima kabar bahwa pangeran antonio akan segera melaksanakan pernikahan dengan putri dari seorang perdana mentri" ucap paman Li yang sedang berdiri di hadapan tuannya.
"ya, ibu ku tadi siang sudah menelepon ku dan memberi tau bahwa kakakku akan segera menikah, dia mengundangku untuk hadir. tapi yang jadi masalah adalah, dia juga meminta mey untuk ikut bersamaku ke sana" ujar Alan.
"bukankah itu adalah waktu yang tepat untuk mengenalkan nona mey kepada keluarga anda? ".
" kau sudah mengerti kan bagaimana watak ibuku? tidak mudah untuk membujuknya, aku tidak ingin membuat mey sedih karena itu".
"nona mey adalah gadis baik, saya yakin lambat laun ratu pasti akan menerimanya. tuan saja bisa menyukai nona mey dengan mudah, kenapa ratu tidak? ".
seakan² kata² itu memberikan semangat untuk Alan agar terus berpikir positif.
_____________
Alan masuk kedalam kamarnya, ia melihat mey yang sedang asik membaca buku di atas ranjang, lalu dia pun menghampirinya.
Alan naik ke atas ranjang dan duduk di sebelah mey "kau membaca apa? " tanya Alan.
__ADS_1
"sedang membaca novel" ujarnya seraya memperlihatkan judul buku itu.
terlihat di depan sampul buku tersebut yang bertulisan si culun menikahi ceo tampan.
"di lihat dari judulnya saja sudah membuat mataku jadi sepat, apalagi membacanya, bisa² mataku lari" Alan mengambil buku itu dan meletakkannya di sebelah lampu tidur "ini sudah malam, jangan membaca buku terus, nanti matamu sakit" lanjutnya.
" aku belum selesai loh bacanya, mataku tidak sakit kok" mey meminta Alan untuk memberikan buku itu kembali padanya, tapi Alan tidak menuruti permintaan mey, hingga membuat mey menjadi kesal.
karena merasa sebal dengan Alan, mey pun berbaring membelakangi suaminya.
Alan memeluk perut mey dari belakang dan menciumi bau harum rambut istrinya yang di lerai.
"aku ingin memberi tau mu bahwa besok aku akan mengajakmu ke Inggris untuk menemui keluargaku. kakakku akan segera menikah, dan aku berniat untuk memperkenalkan mu juga " seketika mey terkejut mendengar perkataan Alan barusan.
"kenapa tiba²" tanya mey dengan kepala yang ia tolehkan ke arah suaminya.
"apanya yang tiba² ? kau itu sudah lama menjadi istriku, sudah seharusnya kan aku memperkenalkan mu pada keluargaku".
apa itu artinya dia sudah memilihku untuk menjadi pendamping hidupnya? apa dia benar² mencintaiku dan menetapkan ku di hatinya?
sekejap perasaan kesal tadi sirna dan berubah menjadi senyum bahagia.
"besok kita akan ke tempat pelatihan tata krama terlebih dahulu lalu sorenya kita berangkat ke Inggris" lanjut Alan.
__ADS_1
mey membalikkan tubuhnya menghadap Alan kemudian menjawab "aku pasti akan belajar sungguh² dan akan membuat keluargamu menyukaiku" ucapnya dengan penuh keyakinan, hingga membuat Alan menjadi senang mendengarnya.
mey mencium singkat bibir suaminya lalu berkata "selamat malam suamiku, semoga mimpi indah".