Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
menutupi


__ADS_3

sore harinya, seperti biasa mey ikut ke halaman rumah untuk menyambut kedatangan suaminya. kepalanya tidak menunduk lagi seperti dulu, dia lebih seperti berani mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Alan.


setelah sampai di dalam kamar, Alan duduk di atas sofa. biasanya mey langsung membantu Alan untuk melepas sepatunya, tapi hari ini tidak.


mey menghela nafas panjang lalu mendekati alan, dia duduk di pangkuan Alan hingga membuat Alan tertegun.


mey menafsirkan perkataan sela tadi dengan merubah sikapnya menjadi wanita penggoda. menurutnya,alan tidak suka wanita penggoda, jadi jika dia bisa menggoda Alan, maka Alan akan tidak suka padanya lagi dan akan merasa jijik dengan sikapnya lalu membuangnya, itu adalah strategi mey.


mey mengalungkan tangannya di leher Alan dan mengecup bibir Alan dengan singkat.


apa yang ku lakukan ini benar kan? sepertinya aku lihat di you tube cara menggoda laki² seperti ini deh,walaupun sebenarnya video di you tube itu lebih menjijikkan sih.


ini adalah kebalikan dari sikapku padanya selama ini, setelah ini dia pasti akan membuangku kan?


"selamat datang sayang, aku merindukanmu" ucap mey lirih.


sumpah Demi apapun, aku ingin memuntahkan kata² itu.


Alan mengernyitkan alisnya, ia merasa heran dengan perilaku mey yang tiba² berubah drastis menjadi manis padanya.


wanita ini kesurupan apa? kenapa tiba² dia jadi manja seperti ini? tapi di lihat² dia imut sekali, aku suka.


Alan tersenyum kecil di bibirnya.


"benarkah? " jawab Alan.

__ADS_1


eh kenapa dia malah tersenyum yah, apa aku kelihatan seperti sedang berakting ?


"aku mana pernah berbohong, kau pasti capek kan, bagaimana jika kau mandi dulu" jari² mey mulai membuka kancing baju suaminya.


"bagaimana jika kita mandi bersama" jawaban Alan membuat mey tertegun.


"ah tidak suamiku, tadi aku sudah selesai mandi" sembari tertawa canggung.


"benarkah? " lagi² Alan menjawab dengan kata itu.


Alan menyilakan rambut mey ke samping dan mulai mencium leher jenjang milik istrinya tersebut.


sudah lama Alan merindukan bau tubuh mey, sungguh setelah mencium aroma itu membuat hatinya seakan tenang.


dia membuka satu kancing baju yang di kenakan istrinya tersebut dan meneruskan ciumannya, setelah membuat tiga tanda kepemilikan itu di tubuh mey, ia pun menghentikan aktifitasnya itu.


jantung mey mulai berdetak tak beraturan, pipinya pun terlihat agak memerah. dia pun langsung menuju kamar mandi dan mengunci pintu tersebut.


tangan mey menepuk dadanya sendiri pelan², dia berusaha menenangkan perasaannya yang tak karuan.


mey mulai berjalan mendekat ke arah kaca besar yang terdapat dalam kamar mandinya.


ia melihat bayangannya sendiri lalu beralih melihat cup*ng yang di buat oleh Alan.


hah, aku jadi jijik sendiri melihatnya.

__ADS_1


mey mengambil sabun dan menggosoknya, tepi tetap saja tanda merah itu tidak hilang².


"aku bodoh atau apa sih, kenapa bisa²nya aku percaya dengan ucapan sela? " gumamnya.


malam harinya,mey membuka ikatan kepanganNya dan meluruskan rambutnya dengan alat pelurus rambut,ia melerai rambutnya untuk menutupi bekas kecupan itu.kemudian, mey dan Alan menuruni anak tangga dan pergi ke ruang makan untuk makan malam.


para pelayan tertegun melihat mey, karena itu adalah pertama kalinya mereka melihat mey melerai rambut hitam panjangnya.sungguh indah, mey sudah terlihat cantik walau masih memakai kaca mata besarnya.


saat mey makan, dia kesal dengan rambutnya sendiri, rambutnya itu mengganggu dan selalu masuk kedalam piring makannya.


Alan malah ikut jengkel saat melihat mey yang tidak nyaman dengan rambutnya sendiri.


dia pun menyilakan rambut mey ke samping, membuat tanda merah itu terlihat.


paman dan bibik Li yang melihat tanda merah di bagian leher nona nya pun membuat mereka jadi tersenyum.


mey yang tadinya fokus melihat makanan pun beralih melihat alan dengan pandangan kesal.


aku sudah berusaha menutupinya dasar sialan, kau benar² menjengkelkan.


tatapan tajam mata mey membuat Alan menahan tawa.


lalu mey berganti melihat ke arah paman dan bibik Li yang sedang tersenyum, kemudian mey mengembalikan rambutnya seperti semula.


sumpah, ini sangat memalukan. mereka pasti tersenyum seperti itu karena melihat bekas merah di leherku kan, sia² aku menutupinya dari tadi jika akhirnya ketahuan juga.

__ADS_1


demi apapun aku malu, rasanya aku ingin gantung diri saja.


mey kembali menyantap makanannya dengan wajah emosi, membuat Alan gemas ingin mencubit pipi cabi milik istrinya tersebut.


__ADS_2