Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
jalan jalan


__ADS_3

Alan dan mey masuk kedalam pesawat, lalu Alan menggenggam tangan mey dan membawanya menuju suatu tempat.


setelah berjalan beberapa langkah, berdirilah mereka di depan sebuah pintu.


Alan mengambil remot kontrol yang terletak di sisi pintu dan kemudian membukanya, lalu mereka berdua masuk kedalam. dan dengan otomatis pintu itu tertutup kembali.


terlihat sebuah ruang tidur yang cukup luas dan indah.


mey tertegun melihatnya, dia baru mengetahui bahwa ternyata pesawat itu mempunyai ruang istirahat pribadi.


Alan mulai berjalan mendekati ranjang dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dengan tangan yang ia terlentang.


"kemari lah" ucapnya memberi perintah sembari menepuk² ranjang di sebelahnya, bermaksud menyuruh mey yang masih berdiri tegak di depan pintu untuk berbaring juga di sampingnya.


mey pun menuruti apa yang Alan katakan, dia mulai berjalan maju dan duduk di sebelah suaminya.


"istirahatlah dulu, perjalanan ini akan menempuh waktu cukup lama" lanjutnya.


"berapa? maksudku berapa jam?".


" mungkin sekitar 8 jam" jawab Alan yang masih memejamkan mata.


huh lama sekali, jadi untuk apa tadi aku berdandan jika pada akhirnya aku harus tidur.


gumam mey dalam hati.


seorang assist coctpik memencet tombol dering yang terletak di depan pintu , Alan yang mendengar suara deringan itu pun langsung mengarahkan remotnya ke arah pintu sembari memencet tombol open.


perlahan, pintu otomatis itu mulai terbuka. kemudian assist coctpit tersebut berjalan masuk sembari mendorong trolley yang berisi makanan.


pramugari itu membungkuk dan berkata "selamat sore tuan, nona, maaf mengganggu. saya hanya ingin mengantarkan makanan".

__ADS_1


" hemmm... " Alan hanya menjawabnya dengan dengungan, setelah itu assist cockpit tersebut langsung menata makanan yang ia bawa ke atas meja, yang di antaranya adalah nasi dengan lauk pauk, serta buah²an dan cemilan.


"selamat menikmati hidangannya tuan, nona. kalau begitu saya permisi" ucapnya dengan sopan, kemudian pergi keluar dari kamar tersebut.


ya, sebenarnya jet pribadi itu mempunyai dua pramugari cantik. Alan mempekerjakan mereka hanya pada saat ia akan pergi jauh saja.


_________________


tidak terasa bahwa 8 jam telah berlalu, mungkin itu terlihat cepat bagi mey karena ia menghabiskan waktu panjang itu untuk tidur.


pesawat tersebut mendarat di bandar udara internasional Birmingham. Alan dan mey turun dari pesawat dan berjalan keluar dari bandara dengan dua bodyguard yang berjaga di belakang mereka sembari membawakan koper milik tuannya.


setelah sampai di luar bandara, sebuah lemosin berwarna putih sedang menunggu kedatangan mereka.


seorang supir membukakan pintu untuk mey dan Alan, kemudian si supir itu menjalankan mobilnya menuju istana.


mey membuka kaca jendela tersebut, arah matanya mengarah ke jalan dan bangunan yang ia lewati. ini adalah pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di negara inggris. di ikon kota London, ia melihat sebuah bangunan besar yang bernuansa kuno, membuatnya semakin takjub hingga matanya tak ingin berkedip sedetikpun agar tidak melewatkan pemandangan indah tersebut (menara jam big ben).


Alan menarik sudut bibirnya dan tersenyum kecil saat melihat mey yang terlihat bahagia. sejak awal, Alan memang sudah merencanakan ini semua. pantas saja sejak tadi mobil yang ia tumpangi tidak sampai² ke tempat tujuan, tenyata ini toh alasannya. ia ingin mengajak mey jalan² mengelilingi kota di malam hari karena suasana di malam hari akan terlihat lebih indah.


________________


setelah puas mengelilingi kota, akhirnya sampailah mereka di sebuah bangunan besar yang megah dan mewah, yang tidak lain dan tidak bukan adalah istana kerajaan utama.


pak supir langsung membukakan pintu mobil untuk tuannya, Alan dan mey pun keluar dari mobil dan berdiri berdampingan di atas jalan yang di alasi karpet merah.


di sisi karpet merah itu terdapat penjaga yang berseragam lengkap dengan lambang kerajaan sedang berdiri sejajar menyambut kedatangan mereka.


Alan menggenggam tangan mey dan berjalan maju, mey dapat melihat keluarga Alan yang sedang berdiri di depan pintu utama menyabut kedatangan mereka. sebenarnya mey tidak termasuk, hanya Alan saja yang di tunggu.


ratu elizza dan keyra seperti menampakkan aura suram dari wajah mereka yang di tujukannya untuk mey, tapi bukan dari mereka saja yang menampakkan raut tidak senang itu, bahkan raja, dan adik ratu yang tinggal di istana itu pun juga mengekspresikan hal yang sama.

__ADS_1


lain halnya dengan pangeran antonio. hanya dia saja yang terlihat biasa dan menampakkan senyum hangat ke arah pasangan suami istri tersebut.


mey masih berjalan mengikuti arah karpet itu, sesekali dia menghembuskan nafasnya dari mulut, mencoba untuk menenangkan perasaannya yang campur aduk, bahkan tubuhnya sampai mengeluarkan keringat dingin.


Alan yang merasakan itu pun langsung menggenggam tangan istrinya lebih erat lagi, dia seperti mengatakan "tenang lah, semua akan baik² saja" seolah² kata² itu terucap melalui sikapnya.


mey tersenyum melihat ke arah suaminya yang terus berjalan dengan pandangan lurus, seketika membuat perasaan takutnya tadi mulai memudar.


mereka berdua menghentikan langkah kaki mereka saat sudah berada di hadapan raja dan ratu. Alan melepaskan genggaman itu dan sedikit membungkukkan badannya ke bawah, memberi salam kepada kedua orang tuanya, dan beserta para keluarganya yang datang menyambutnya. kemudian di lanjutkan oleh mey.


"masuklah, para koki telah menyiapkan beberapa hidangan dimeja makan" ucap sang raja setelah tegur sapa itu selesai.


tanpa berasa basi lagi, mereka semua langsung berbondong² menuju ruang makan.


sesampainya di sana, ada begitu banyak hidangan mewah yang sudah di sajikan para pelayan di atas meja.


jika masalah makanan, keluarga bangsawan tidak boleh asal²an untuk mengonsumsinya. apalagi untuk raja dan ratu, ada pelayan tersendiri yang khusus memeriksa masakan tersebut, memastikan bahwa makanan itu aman untuk di konsumsi dan tak mengandung racun.


mey duduk di sebelah suaminya, di depannya ada keyra yang sedang duduk dan menatapnya dengan sinis, hingga membuat mey tertunduk canggung dan hanya fokus melihat makanannya ke bawah.


bahkan saat menunduk dia dapat merasakan tatapan tidak senang dari orang² di sekitarnya, itu membuat nyalinya menciut lagi. dan bahkan untuk menelan makanannya pun ia merasa kesulitan, seolah² akan ada seseorang yang akan mencekiknya jika ia menelan makanan tersebut.


merinding, rasanya mey ingin berdiri dan keluar dari perjamuan makan itu. tapi ia tidak berani, sebuah buku yang ia baca kemarin tentang adab makan keluarga kerajaan menjelaskan bahwa 'tidak boleh pergi dari meja makan sebelum raja dan ratu selesai menyantap hidangannya, serta tidak boleh mengatakan sepatah katapun saat sedang makan kecuali itu adalah sang raja atau ratu yang berbicara' jika ada salah seorang yang berani melanggarnya, entah apa yang akan terjadi.


hanya mendapatkan tatapan dingin dari keluarga saja sudah membuatku tergidik takut. apalagi untuk meluluhkan hati keluarganya? apa aku akan mati berdiri di sini?


begitulah batinnya yang mudah menyerah, entah kenapa nyalinya mudah sekali goyah.


#**pada bingung yah...


"kok episode ini sama kayak episode sebelumnya tor?".

__ADS_1


_sebenarnya episode yang kemarin itu seperti penggalan cerita di episode selanjutnya gitu loh, kyk di film²_😆😅


__ADS_2