
setelah mereka selesai makan, mey mencuci piring bekas wadah makanan itu di wastafel dengan alan yang memeluk pinggangnya dari belakang.
hih apa sih orang ini, tadi saat di tanya bagaimana rasa masakanku jawabannya ngambang kayak **i, tapi sekarang dia malah memelukku, jadi sebal aku.
benak mey menggerutu atas kejadian tadi, wajahnya nampak merengut tidak senang.
alan memutar kepala mey agar dia melihat ke arahnya, mey menatap alan dengan ekspresi kesal.
"kau kenapa? kenapa wajahmu seperti itu,ya ampun menyeramkan sekali. lihat, bulu kuduk ku sampai berdiri tuh, seperti siap untuk lari maraton" ujar alan mengejek istrinya sembari menunjuk ke arah lengan putihnya.
mey bertambah kesal karena ejekan itu,dia pun mendekat ke arah alan. alan yang merasa jiwanya terancam pun berlari pelan dengan bibir yang masih tertawa dan mereka pun akhirnya main kejar²an bagaikan anak kecil.
"selain menjadi pengendus ketiak,apa hobimu juga mengejar orang seperti banteng hahaha... " alan terus mengejek istrinya itu dengan cekikikan.
"awas kau... " mey terus mengejar alan, hingga akhirnya kejar²an itu berhenti karena mereka jatuh bersama di atas sofa yang berada di ruang tamu.
mereka saling pandang "deg.. deg.. deg" seperti kemarin, lagi² jantung mey berdetak dalam tempo tak beraturan.
sebenarnya mey ingin berdiri, tapi alan melingkarkan kedua tangannya erat di pinggangnya yang ramping.
alan merasakan detakan jantung mey di dadanya, dengan tersenyum ia pun menggoda istrinya dengan berkata "kenapa jantungku berdetak sangat cepat yha? apa aku ada masalah jantung? oh tidak, ini bukan penyakit. tapi aku telah jatuh cinta dengan suami tampan ku yang sedang ku tindih ini. ucapanku benar kan?".
perkataan alan itu membuat pipi mey menjadi memerah, dan membuatnya salah tingkah.
kemudian alan melonggarkan pelukannya, mey pun akhirnya bisa terlepas dari dekapan suaminya yang menyebalkan itu. lalu ia berjalan menjauhi alan dengan wajah yang ia tutupi telapak tangan karena merasa malu.
__ADS_1
saat di dalam kamar, perasaannya tak karuan, mey bergumam sendiri dalam batin dengan menepuk pelan dadanya huh... sepertinya jantungku ini ingin meledak. dan tadi dia bilang apa? jatuh cinta dengan suami tampan? ya ampun narsis banget, geli aku mendengarnya.
mey cekikikan sendiri saat mengingat ucapan alan tadi, sungguh rasanya ia ingin terus tertawa, entah karena geli atau hatinya yang sedang bungah.
mey pergi mandi, lalu setelah itu dia mengganti pakaiannya dengan bajunya kemarin yang sudah kering.dan baru saja dia berbaring di atas ranjang, alan malah mengganggunya untuk membantunya mandi.
saat mey memejamkan mata, tiba² dia mendengar suara alan yang menyuruhnya bangun "heh..angun! " ujarnya.
mey membuka mata, seketika matanya terbelalak melihat suaminya yang sudah telanjang dada dan hanya menutupi anunya dengan handuk.
ya ampun, apa yang sedang orang ini lakukan.
mey terduduk di sisi ranjang dengan mantannya yang ia pejamkan "hey..kenapa kau telanjang? pakai bajumu" ucapnya.
kenapa? emang tanganmu kemana, apa tanganmu kau gadaikan buat beli kuota.
"tapi suamiku, tadi aku sudah habis mandi, aku tidak ingin pakaianku basah" jawabnya dengan masih menutup mata.
"menurutku kau lebih lebih cocok memakai kemejaku walau terlihat kedodoran" lalu ia langsung saja menarik tangan mey dan membawanya ke kamar mandi.
"kau membawaku ke mana? " tanya mey penasaran karena dari tadi matanya masih terpejam.
"makanya kau bukalah matamu".
" kau pakailah bajumu dulu" ujarnya.
__ADS_1
"sudah" jawabnya singkat.
mey percaya saja dengan ucapan itu, dia pun langsung membuka matanya dan "Aaaaa!! " dia pun menjerit histeris sembari membalikkan badan karena melihat tubuh alan yang telanjang buta tanpa memakai kain sehelai pun.
tapi alan dengan bangganya dan tanpa malu sedikitpun, posisi berdirinya sungguh cantik sembari tangannya yang ia lipat kan di dada.
astaga... tadi aku lihat apa. setelah ini aku harus mencuci mataku dengan rinso (menghilangkan noda dengan sekali kucek).
"heh... kenapa kau menjerit seperti itu? bukankah kau sudah pernah lihat".
oh iya aku lupa, sebelumnya aku kan sudah pernah lihat, kasihan sekali mataku yang sudah tidak suci ini.
alan pun merendamkan tubuhnya di bak mandi yang di penuhi air jernih "heh... apa kau akan terus berdiri di situ, jika kau mau membantuku untuk menggosok punggung, aku akan memberimu hadiah" ucapan alan membuat mey menoleh bersemangat "hadiah? hadiah apa? " tanyanya penasaran.
"rahasia, aku yakin kau akan menyukainya nanti".
mey pun berjalan mendekat ke arah alan dan menggosok punggungnya dengan busa.
" ini,kau harus menggosok lenganku juga" ujarnya dengan meletakkan tangannya di sisi baik mandi, dan saat mey akan menggosok lengan tersebut, tiba² alan menarik tangannya dan membuatnya ikut tercebur di bak mandi.
mey merasa kesal dengan apa yang alan lakukan, dia membuat bajunya basah kuyup, padahal ia sudah semalaman menunggu baju itu kering.
sedangkan alan merasa gemas melihat ekspresi mey yang sedang marah sembari memanyunkan bibirnya, dia pun kemudian mencium singkat bibir mungil merah muda milik istrinya tersebut.
dan setelah mandi, alan menyuruh penjaga vila itu untuk membelikan baju baru untuk mey. dan lagi² mey pun harus memakai kemeja milik suaminya itu lebih dahulu, sembari menunggu penjaga vila itu datang.
__ADS_1