Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
cemburu


__ADS_3

mey memulai perjalanan langkah kakinya kembali, lagi² dia berjalan menyusuri istana tersebut, anggap saja itu adalah joging di dalam rumah. setiap pelayan yang berpapasan dengan mey semuanya membungkuk, sebagai tanda penghormatan karena mey juga termasuk anggota kerajaan.


setelah beberapa menit, ia berhenti sesaat di depan ruang istirahat. mey menoleh ke dalam ruangan itu, ternyata di sana ada ratu ratu Elizza yang sedang duduk di sofa dan mereka saling bertatapan mata.


bodoh, bodoh, bodoh... kenapa tadi aku harus menoleh sih. apa aku pura² tidak lihat saja yah? , hah dasar mata laknat.


dengan terpaksa, mey mulai melangkah mendekati ratu Elizza, tidak mungkin juga kan kalau ia pura² tidak lihat sedangkan jelas² tadi mata mereka saling bertatapan.


"salam ibu ratu" mey membungkuk dan memberi hormat dengan ukiran senyum di bibirnya yang terlihat tulus.


sebenarnya di ruangan itu sang ratu tidaklah sendiri, ia di temani oleh 5 dayang yang sedang berbaris di sisinya.


"sepertinya hari ini kau terlihat sangat bugar, apa ada hal baik yang terjadi? " tidak seperti kemarin, ratu Elizza sekarang berbicara dengan nada tenang.


apa maksudnya, dia berharap aku sakit kah? .


"ah tidak, maaf karena tadi pagi saya melewatkan sarapan bersama" jawabnya sembari agak membungkukkan punggungnya ke bawah sebagai tanda maaf.


ratu Elizza hanya membalasnya dengan tatapan dingin, tak satupun kata terucap dari mulutnya, ruangan itu tampak hening hingga membuat mey jadi gugup.


tak lama kemudian, datanglah seorang wanita cantik yang berpenampilan anggun datang menyapa ratu "selamat siang baginda ratu" ucapnya sembari membungkukkan badan, dia tidak lain adalah monica, putri pertama grand duke wilson.


dan lagi² mey harus mendengar omongan yang membuat telinganya gatal, yaitu saat ratu Elizza memuji² monica dan berusaha menjatuhkannya.


"bagaimana kabarmu? saya dengar kamu lulus dan mendapatkan nilai terbaik di akademik, apa rumor itu benar? ".

__ADS_1


monica menarik sudut bibirnya dan tersenyum manis "iya, saya juga tidak percaya".


" usaha tidak akan mengkhianati hasil. sebagai perempuan, sudah seharusnya untuk membentengi dirinya dengan ilmu, dan di situlah letak dimana seseorang akan di hargai. pantas atau tidaknya seseorang di ukur dari pengetahuannya".


arti dari semua itu adalah untuk menyindir ku karena aku tak berpendidikan. sebenarnya aku juga ingin melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi, tapi apalah daya jika takdir ini berkata lain.


menurutku perbincangan para bangsawan sangatlah membosankan, aku jadi rindu dengan sela dan moly yang selalu menggibahi suamiku, setidaknya keributan mereka selalu bisa membuatku tertawa.


"maaf mengganggu, saya akan pergi ke luar agar tidak mengganggu perbincangan ibu ratu, permisi" mey pamit pergi, dengan rasa hormat, ia mulai berjalan menjauhi ruangan itu.


akhirnya mey dapat keluar dari dalam lubang hitam tersebut, perasaan lega menyelimuti dirinya. tapi tak sengaja ia malah bertemu dengan putri kristiana, istri dari pangeran antonio.


mey memberi salam kepada kakak iparnya dengan cara membungkuk, entah sejak tadi dia sudah berapa kali melakukan itu, untung saja pinggangnya tidak encok.


mereka berjalan berdampingan dan saling mengobrol satu sama lain, mey baru mengetahui bahwa putri kristiana ternyata adalah seorang wanita yang ramah dan baik. tidak seperti ekspektasi mey selama ini, ia mengira bahwa kristiana mempunyai sifat dingin dan acuh. sepertinya aura jahat dari dalam dirinya itu hanyalah hiasan semata, pantas saja pangeran Antonio terlihat sangat menyayangi istrinya.


_______________


saat berjalan masuk kedalam kastil, mey menoleh ke arah ruang tamu, ia menyadari bahwa keyra sedang berusaha curi² pandang ke arah bay. mey yang mengetahui itu pun langsung mempunyai ide konyol di otaknya, dia ingin menjadi seorang biro jodoh bagi bay dan keyra, mungkin saja itu adalah salah satu jalan agar ia bisa dekat dengan adik iparnya.


_____________


saat di dalam kamar, mey membantu Alan untuk melepaskan sepatunya. dengan tubuh yang terduduk di atas sofa, Alan pun bertanya kepada Mey "tadi pagi kamu sarapan? ".


mey yang tadinya berjongkok sibuk melepas sepatu, sekarang mulai mendongak melihat wajah Alan. dengan tersenyum mey pun menjawab "iya, Terima kasih. aku suka sayurnya".

__ADS_1


" jelas saja, seseorang yang ku cintai pernah berkata bahwa sayur itu menyehatkan. maka dari itu aku memberikanmu sayur agar kau juga selalu sehat" mey jadi ingin tertawa setelah mendengar jawaban itu.


"wah... aku jadi penasaran dengan orang yang kau cintai, pasti wanita itu cantik, imut dan baik hati. iya kan? " mey mulai duduk di pangkuan suaminya dengan yang tubuh saling berhadapan.


Alan mulai memeluk pinggang mey, sembari memandangi wajah istrinya ia berkata "wajah wanitaku sangat cantik, dia bagaikan bidadari" seketika pipi mey merah padam, ia tersipu malu mendengarkan mulut suaminya yang begitu manis.


___________________


di saat waktu makan malam, semua anggota keluarga berkumpul di ruang makan. monica yang belum pulang itu pun juga ikut makan bersama dengan para anggota kerajaan.


ratu Elizza membicarakan tentang monica,yang intinya dia sedang berusaha menjodohkan orang itu dengan suamiku. walaupun aku menginginkan ada sedikit obrolan di meja makan agar suasana nya tidak hening lagi, tapi bukan berarti percakapan itu harus membahas tentang kebaikan dan kepintaran monica. hah... telingaku jadi gatal.


'aku tidak suka caranya memandang suamiku, terlihat sekali bahwa dia sedang terpesona. sudah jelas² aku duduk di sisi Alan, jika dia pintar, seharusnya dia langsung tau bahwa kami punya hubungan lebih. kecuali, dia memang benar² mempunyai niat buruk'.


*


setelah selesai makan, entah kenapa monica menghampiri Alan dan mey yang sedang berjalan menuju kamar.


"permisi" seru monica, Alan dan mey yang mendengar suara itu pun langsung menoleh ke belakang bersamaan.


terlihat sekali monica sedang cari perhatian pada Alan, tapi ekspresi suamiku begitu datar dan tidak menggubris omongannya. aku yang masih berada di sebelah suamiku seperti tak di anggap ada olehnya, dan aku hanya memperhatikan nya saja.


setelah mengatakan sedikit bosa basi yang tak berguna, akhirnya ia pun pamit pergi.


tapi saat ia mulai melangkah, kaki monica tersandung oleh kakinya sendiri hingga membuatnya hampir jatuh, tapi Alan dengan refleks menangkap tubuh monica.

__ADS_1


hati mey membulat panas, dia yang tertutup oleh kecemburuan pun langsung pergi meninggalkan Alan dengan ekspresi kesal.


__ADS_2