
sesampainya di kediaman rumah Alan gervais, mey langsung masuk kedalam rumah tersebut.
"selamat malam nona" bibik Li membungkukkan badannya.
"bik, dimana Alan? ".
" tuan sedang di ruang baca nona".
tanpa basa basi lagi, mey pun langsung menaiki tangga dan masuk ke ruang baca tersebut.
tapi anehnya, Alan seperti tidak terkejut akan kedatangan mey, dia seperti sudah menduga bahwa mey akan datang menemuinya, ia sok²an sedang membaca koran dan meminum kopi.
mey berdiri di hadapan Alan dan berkata "apa maksudmu? kenapa kau tega melakukan itu kepada anak² tidak berdosa, jika seandainya kau ingin balas dendam denganku, kau bisa membalasnya langsung padaku tanpa melibatkan orang lain. semua masalah itu adalah perbuatan mu kan? dari kehancuran grup LU sampai desas desus tentang zero".
"jika kau sudah tau, kenapa kau masih bertanya".
hah... darahku ingin naik rasanya.
" tolong kau jangan mengusir anak² panti itu, jika kau mengusir mereka, mereka akan tinggal di mana? " Alan tidak mengerti apa yang mey katakan.
" aku minta kau membatalkan rencana untuk menggusur panti asuhan itu".
"apa yang akan aku dapatkan jika aku membatalkan proyek nya? " Alan mendapatkan rencana licik.
dia mengajakku tawar menawar? kau sudah punya segalanya kan, lalu aku bisa
menawarkan mu apa?
__ADS_1
" aku akan melakukan apapun asalkan kau tidak mengganggu anak² panti itu lagi".
"benarkah? kau tidak akan menyesali apa yang kau ucapkan kan? " Alan tersenyum sinis.
aku menyesal, aku menyesal. tadi aku bicara apa sih, kenapa aku bodoh sekali. bisa²nya aku mengatakan ingin menuruti semua keinginannya, seharusnya tadi aku bicara separuhnya saja.
"aku tidak akan menyesal" ucapannya bertolak belakang dari isi hatinya.
"baiklah, kalau begitu aku ingin kau kembali ke sisiku lagi".
mey tercengang mendengar perkataan itu.
apa sih sebenarnya keuntungan dia dari pernikahan ini? bukankah jika aku terus menjadi istrinya ,dia akan terus memberi makan aku? kebutuhannya pasti akan bertambah kan?, dasar otak gesrek.
'"baiklah, aku akan kembali ke sisimu lagi, aku akan menyelesaikan kontrak itu sampai akhir".
sepertinya ini tidak masalah kan? lagian kontrak itu satu minggu lagi akan berakhir, tinggal satu minggu lagi. iya, aku harus sabar.
kenapa dia tertawa, sumpah Demi apapun, itu menyeramkan.
"bukan hanya untuk satu minggu, tapi selamanya".
jeduarrr....!! bagai tersambar petir di siang bolong.
apa? selamanya? yang benar saja. tiga bulan saja sudah membuatku ingin mati jongkok, apa lagi selamanya? dia ingin melihatku mati berdiri yah.
" hahaha... kau pasti bercanda ya kan? ".
__ADS_1
" tidak" jawabnya singkat.
Alan mengambil surat kontrak itu dalam lacinya,dan dia mencoret tiga bulan itu menjadi selamanya/seumur hidup.
"jika kau setuju, tanda tangani di sebelah sini" Alan menunjuk ke arah yang harus di tanda tangani mey.
hah... aku masuk kedalam jalan buntu lagi, ini adalah ke dua kalinya aku terpaksa melanjutkan kontrak ini. semoga aku tidak akan menyesali keputusanku.
mey menarik nafas panjang dan akhirnya dia menandatangani kontrak itu.
Alan tersenyum puas.
"aku minta kau mengembalikan semua keadaan seperti semula, hapus desas desus zero, kembalikan properti milik paman LU dan jangan mengganggu anak² panti itu lagi" ujar mey.
"baiklah aku setuju".
***
esok harinya semuanya kembali seperti normal, Alan benar² melakukan semuanya yang mey inginkan.
dia melakukan semuanya semudah membalikkan telapak tangan.
wanita yang menjebak zero kemarin malam mengaku di media sosial bahwa dialah yang menjebak zero dengan alasan bahwa dia adalah penggemar beratnya, dia ingin selalu bersama dengan zero hingga melakukan hal seperti itu.
para fans yang sebelumnya salah paham sekarang sudah mengetahui kebenarannya, karir zero mulai melonjak lagi, setelah kejadian itu,karirnya malah lebih melambung tinggi di banding sebelumnya.
dan grup LU pun juga sudah merintis karir lagi walau tidak seperti dulu, karena Alan hanya mengembalikan seperempat dari harta yang mereka punya.
__ADS_1
dan masalah tentang penggusuran panti asuhan itu, mey belum mengetahuinya. ntah Alan sudah menghentikan proyek tersebut atau belum, tapi ntah kenapa dalam lubuk hati mey yang paling dalam, ia ingin mempercayai semua yang alan katakan padanya.
aku tidak tau seberapa berkuasanya dia, tapi dari sini aku baru menyadari, bahwa aku tidak akan bisa lepas darinya. seharusnya dari dulu aku sadar, bahwa aku sudah tidak punya jalan keluar lagi.