Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
idola


__ADS_3

moly dan sela mengamati pria tersebut dengan seksama,hingga membuat zero merasa tidak nyaman.


"kalian siapa".


tanya zero kepada dua gadis yang masih mengamatinya dari tadi.


saat mendengar suara tersebut,mereka berdua tertegun.mereka seperti pernah mendengarnya,tapi lupa dimana.


tiba² mereka berdua membualatkan matanya bersama² dan menghadap satu sama lain seperti telah mengingat sesuatu.


"zero laen ?!".


teriak heboh mereka berdua mengucapkan nama tersebut.


" wah apa ini zero laen".


tanya moly senang.


"superstar yang lagi naik daun itu".


ucap sela sumringah.


" kami berdua teman mey namaku sela".


lanjut sela.


"aku molly".


" coba donk buka kaca matanya".


pinta mereka berdua.


zero pun menuruti apa kata moly dan sela,setelah membuka kaca mata itu,mereka berdua heboh kegirangan seperti habis mendapatkan sejuta keajaiban.mereka berdua tidak menyangka akan melihat idola mereka secara langsung.


"wah...wajahnya benar² mirip oppa jungkook BTS,aku idolamu".


kata sela kegirangan.

__ADS_1


" iyh,bagaikan pinang di belah dua".


moly merasa takjub.


superstar ? apa dia penyanyi,apa dia terkenal,tapi kenapa aku tidak tau.


fikir mey dalam benak.


semua gadis² pengunjung perpustakaan yang melihat kedatangan zero langsung berkerumun heboh ke arahnya.


moly dan sela sibuk mencoba melindungi idolanya dari kerumunan gadis² yang bergerombol seperti ikan tuna.


para gadis² itu bersorak soraya memanggil nama zero.


"di sini perpustakaan,kalian tidak boleh berisik di sini".


teriak moly dengan suara keras.


mereka semua menghiraukan perkataan moly dan masih tetap mendorong moly dan sela yang sedang menghadang jalan mereka.


sela dan moly sudah merasa kelelahan menghadapi mereka semua,dan akhirnya pak zae dan para pengawal pun datang untuk melindungi zero dan membawanya pergi.


zero mengajak mereka makan di lestoran dekat perpustakaan itu.


pak zae berdiri di samping zero untuk melindunginya jikala ada fens yang tiba² mendekat.


pelayan memberikan buku menu kepada mereka.


"pilihlah yang kalian suka,aku yang traktir".


kata zero.


" benarkah".


ucap moly senang,ia pun langsung memilih makanan di menu itu sebanyak mungkin,hingga penuh di atas meja dan menghabiskan semuanya.


"jelas saja kau gendut,ternyata makanmu sebanyak ini".

__ADS_1


kata sela kepada moly.


" aku yang makan kenapa kamu yang sewot,lagi pula ini geratisan terserah aku donk mau makan sebanyak apa".


"kau ingin membuat orang yang meneraktirmu bangkrut yah".


" mana ada,aku bukan makan terlalu banyak tapi kau yang makan terlalu sedikit".


ucap moly menyanggah kata sela.


"sudahlah,apa kalian akan ribut seperti ini terus".


kata mey melerai pertengkaran mereka berdua.


" tidak apa² aku tidak masalah".


ucap zero.


setelah mendengar ucapan zero barusan,moly pun mengeluarkan lidahnya ke arah sela hingga membuatnya kesal.


saat mey tersenyum melihat tingkah mereka berdua,zero menatap ke arah mey dan ia pun juga ikut tersenyum.tidak ada yang menyadarinya kecuali pak zae,dia seperti bisa merasakan apa yang di rasakan zero sekarang.


zero memberikan tiket konser kepada mereka bertiga.


"wah...ini kan tiket premium".


kata sela sembari memegang tiket tersebut.


"aku harap kalian bisa datang di acara konserku minggu depan".


kata zero meminta mereka bertiga untuk menghadiri konsernya.


" kami pasti akan datang".


sahud moly dengan wajah gembira dan sela pun juga senang,tapi beda dengan mey,ia merasa ragu.


bagaimana aku bisa datang,konser ini di adakan malam hari,apa si gila itu akan memperbolehkanku pergi.

__ADS_1


itulah yang ia fikirkan.


setelah selesai mey pun kembali ke rumahnya.


__ADS_2