
entah kenapa beberapa hari ini seakan² waktu begitu cepat berlalu, bahkan tak terasa jika saat ini bulan telah menampakkan wujudnya di atas langit.
di dalam istana, semua anggota keluarga kerajaan sudah berkumpul di meja makan untuk melaksanakan makan malam. tapi sebelum itu, Alan memberitahukan sebuah kabar gembira kepada keluarganya bahwa mey sedang mengandung.
"saya ingin menyampaikan kabar gembira bahwa istri saya sedang hamil" ucap Alan dengan lugas.
sontak apa yang di ucapkan Alan barusan membuat orang² yang berada di ruangan itu terkejut sekaligus senang. kecuali marques Fredrick dan istrinya, mereka terlihat tak peduli, entah kenapa rasanya dua orang itu memang tidak mempunyai rasa simpati dengan sesama keluarganya sendiri.
bahkan mey juga ikut terkejut di buatnya, soalnya Alan tidak memberi tau dirinya bahwa ia akan terang²an mengatakan itu di depan seluruh keluarganya.
tak sesuai dengan ekspektasi, berharap seluruh keluarganya akan senang mendengar berita tersebut dan merestui pernikahannya, sang raja malah berdiri dari tempat duduknya dan berjalan pergi tanpa berkata apapun, bahkan nasi di dalam piringnya juga ikut terabaikan hingga belum ia sentuh sedikitpun.
sebelum raja Albert beranjak pergi dari tempat itu, dia sempat menatap Alan sesaat dengan mata yang menggambarkan sebuah kekecewaan. Alan yang menyadari itu pun langsung menyusul ayahnya.
sedangkan keyra, pangeran antonio dan putri kristiana mengucapkan selamat atas kehamilan mey, bahkan lily yang masih kecil pun ikut mengatakan hal tersebut, mereka semua turut bahagia atas apa yang di rasakan oleh salah satu keluarganya.
_____________
di sisi lain, Alan sedang berbicara berdua dengan ayahnya. perbincangan itu terlihat serius hingga atmosfer di ruangan itu terpengaruh.
raja Albert duduk di kursi seraya menatap dingin Anaknya yang sedang berdiri tegak di hadapannya "kenapa kau mengikuti ku? ".
"saya tau ayah kecewa terhadap saya, tapi saya harap ayah juga mengerti" ujar Alan menjawab.
"aku membiarkanmu dengannya karena ku kira suatu saat nanti kau akan meninggalkan wanita itu dengan sendirinya setelah kau merasa bosan. tapi apa yang ku dengar tadi? apa kau akan bermain² dengannya sampai dia punya anak".
" maaf ayah, tapi saya benar² mencintai istri saya, saya tidak berniat main² dalam suatu hubungan".
__ADS_1
"dari sisi manapun dia tidak pantas masuk ke keluarga ini, dia tidak cocok bersanding denganmu ".
" apa itu karena dia tidak berkasta dan keluarganya juga bukan keluarga bangsawan? " raja Albert hanya diam, dan Alan pun melanjutkan perkataannya "apakah seseorang harus di ukur dari pangkat? bukankah kita semua sama, tinggal di bumi dan mempunyai hak. saya menghargai adat keluarga ini dan juga menghargai ayah. sebagai pemimpin dari negara ini, bukankah seharusnya ayah tidak membeda²kan satu dengan yang lain? ".
" apa yang akan kau dapatkan jika hidup dengan wanita itu? ".
" saya mendapatkan kebahagiaan, saya merasakan kehangatan keluarga setelah sekian lama".
bisa di katakan, bahwa kalimat itu termasuk sebuah sindiran untuk raja Albert, karena dia telah mengasingkan anaknya sendiri.
lagi² raja Albert terdiam, matanya memandang anaknya dengan lekat. dalam benak ia berfikir 'apa karena telah lama jauh dariku, dia jadi berani membantah semua perkataan ku'.
"saya sudah dewasa, saya bisa memilih jalan hidup saya sendiri. karena saya masih menghormati ayah sebagai orang tua saya, saya sampai datang kemari untuk meminta restu atas pernikahan saya. maaf jika niat saya ini membuat ayah tidak senang, kalau begitu saya akan kembali ke negara saya dan akan hidup bersama keluarga kecil saya sendiri" setelah mengatakan semua itu, kemudian Alan membungkuk dan berjalan pergi meninggalkan Ayahnya.
tapi saat dia baru berjalan tiga langkah dari tempatnya berdiri, raja Albert memanggilnya, membuat Alan berhenti dan berbalik badan.
"iya ayah".
" kalau begitu menikahlah dengannya lagi agar aku dapat melihatnya" sontak kata² itu membuat Alan tercengang, seperti sebuah keajaiban, raja Albert yang terkenal akan hatinya yang keras, tiba² berubah menjadi seseorang yang mau mengalah.
melihat senyuman di bibir Ayahnya, Alan juga ikut tersenyum, sangking gembiranya, ia sampai memeluk tubuh Ayahnya "terimakasih ayah" ucapnya seraya masih memeluk erat tubuh itu.
mungkin alasan ia merestui pernikahan anaknya karena dia tidak ingin hubungannya dengan anaknya itu semakin merenggang jauh, di usianya yang sudah tidak muda lagi, ia berharap agar keluarganya utuh kembali.
____________________
sekarang jarum jam telah menempatkan diri di angka 9, Alan sibuk dengan laptopnya di atas sofa sedangkan mey tiduran di ranjang sembari menonton TV.
__ADS_1
mey menonton drama percintaan, pemeran utama laki² di dalam layar TV itu sedang memperagakan adegan melamar pemeran utama perempuannya di atas kapal pesiar. seperti kebanyakan wanita pada umumnya, ia di buat baper dengan adegan tersebut sampai² ia senyum² sendiri macam orang gila. sangking fokusnya menonton film, mey sampai tak menyadari bahwa Alan sudah ikut tidur di sampingnya.
"kau suka adegan seperti itu? " pertanyaan Alan yang tiba² membuat mey terkejut, apalagi drama yang ia tonton itu sedang menayangkan adegan ciuman yang romantis. sungguh, mey merasa malu di buatnya, sampai² wajahnya jadi merah.
karena respon mey barusan, Alan jadi punya bahan untuk meledek "wah, tidak ku sangka kau suka dengan hal² semacam itu. berarti selama ini aku salah dong menganggap mu sebagai wanita polos".
" ak.. aku tidak sengaja lihat loh, TV ini yang laknat" mey berusaha untuk mengelak, walau sebenarnya ia memang suka kalau ada adegan semacam itu.
"mengaku saja, kau juga boleh mempraktekkan nya denganku" ledeknya lagi.
"ah jangan bahas itu" mey benar² malu, sangking malunya ia sampai berusaha mengalihkan topik pembicaraan "ayah tadi bicara apa".
" ayah tadi mengatakan sesuatu yang mengejutkan, aku yakin kau pasti akan senang mendengarnya".
"apa²?? " tanya mey dengan rasa penasaran yang menggebu².
"dia merestui pernikahan kita".
" wah benarkah" mey terkejut tak percaya, perasaan senang seakan terhubung dalam hatinya. wajah mey berubah gembira seketika.
Alan tersenyum, tangan jahilnya itu mulai mengelus² perut istrinya yang masih rata "apa kau sudah minum vitamin? " tanyanya dengan suara agak serak.
"iya" angguk nya.
"kau harus menjaga calon bayi kita dengan baik".
" iya². hoamm...aku sudah ngantuk, selamat malam, selamat tidur suamiku" ucap mey seraya menutup mulutnya saat menguap. lalu di lanjutkan dengan ciuman singkat di bibir suaminya seperti yang sudah di sepakati bulan lalu.
__ADS_1