Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
bimbang


__ADS_3

mey berjalan mendekat, samar² dia mendengar suara paman Li dan suaranya itu semakin jelas.


"nona hanya masa lalu tuan muda, saya harap anda tidak berharap lebih" begitu lah kata² paman Li yang terdengar di telinga mey.


"ha.. hayy" sapa mey dengan melambaikan tangannya ragu², ia merasa canggung berada di tengah obrolan mereka yang terlihat sangat serius tersebut.


"ah selamat sore nona" paman Li langsung buru² membungkukkan badan, batinnya kaget karena tiba² mey sudah berdiri di sampingnya, ia berharap bahwa mey tidak mendengar percakapannya dengan micha barusan.


"paman Li, wanita ini siapa? " tanya mey penasaran.


micha menatap mey dari ujung kaki hingga ujung rambut, dia seperti melihat seorang wanita kolot yang tak tau fashion, walaupun bajunya bagus,tapi ia masih terlihat norak dengan penampilan culunnya.dengan tersenyum menyeringai, micha menyahut pertanyaan itu "aku adalah seseorang yang akan menjadi nyonya baru di rumah ini" ucapnya dengan penuh percaya diri.


perkataan itu membuat mey tertegun 'apa maksudnya? apa Alan ingin menikah lagi ? '.


"maksudmu, apa kau akan menikah dengan Alan?" tanyanya.


"iya, dan siapa kau bisa memanggilnya dengan sebutan nama? seharusnya kau memanggilnya dengan sebutan tuan".


"nona, tolong jaga perkataan anda, jangan bicara sembarangan" ujar Paman Li dengan nada kesal, ia tidak ingin perkataan micha tadi mempengaruhi pikiran mey dan membuat rumah tangga tuannya berantakan.


tak lama kemudian, Alan masuk ke kediaman rumahnya. suara klakson mobil berbunyi, seketika paman Li, mey dan juga micha menoleh ke arah mobil yang sedang berjalan masuk. seperti biasa, semua pelayan yang ada di dalam rumah tersebut langsung berbaris rapi menyusuri jalan yang akan di lewati tuannya, dan mereka bertiga pun juga ikut menyambut kedatangan Alan.


si supir membukakan pintu mobil untuk Alan, Alan pun keluar dari dalam mobil tersebut.


"selamat datang tuan" semua pelayan mengatakan kalimat itu bersamaan sembari membungkukkan badan.

__ADS_1


Alan menolehkan wajahnya ke samping kiri, matanya fokus melihat micha yang sedang tersenyum ke arahnya 'kenapa dia bisa ada di sini? ' begitu batinnya. lalu ia beralih melihat mey yang sedang termenung sembari menundukkan kepalanya ke bawah seperti burung unta 'dan kenapa lagi wanita itu? apa micha mengatakan sesuatu yang tidak² padanya? '.


kemudian Alan menyuruh paman Li untuk membawa semua pelayannya masuk ke dalam, dan dengan segera, paman Li langsung menggiring puluhan pelayan itu masuk ke dalam rumah, bagaikan segerombolan kambing yang di giring oleh seorang pengembala agar masuk kedalam kandang.


Alan berjalan mendekati micha dan mey yang sedang berdiri sejajar.


Micha yang mengira bahwa Alan sedang berjalan menghampirinya itu pun tanpa sungkan² langsung memeluknya.


"singkirkan tubuhmu" perintahnya dengan suara dingin.


setelah itu, Micha langsung melepas pelukan tersebut.


"kenapa kau ke sini? " tanya Alan.


seketika Alan tertawa, terdengar nyaring dan keras, sungguh menyeramkan. membuat Micha menjadi heran sekaligus bingung, entah dari mana Alan belajar tertawa yang bisa membuat orang merasa takut seperti itu.


"kau bilang apa tadi? istri?, bukankah dulu kau yang mengatakan jika kita hanya bersahabat?. 5 tahun lalu, kau menduakan ku dan memilih bersanding dengan laki² lain! ".


" aku minta maaf, saat itu aku masih bodoh. dan sekarang aku baru menyadari, bahwa kau adalah laki² baik yang pantas menjadi suamiku".


sebagai seorang yang menjadi penengah, dia harus bicara apa?


mey hanya diam, ia hanya bisa mendengarkan perseteruan itu yang membuat mulutnya membisu beku, dia tak ingin bicara, mulutnya seakan terkunci, hanya hatinya yang merasakan sakit.


Alan langsung merangkul pundak mey dan mengatakan "aku sudah punya istri, dan dia istriku" kata² itu membuat Micha terkejut, dia tidak menyangka bahwa wanita yang ia anggap sebagai pelayan tadi sebenarnya adalah istri Alan.

__ADS_1


"ku harap kau tidak akan mengganggu hubungan kami, dan lebih baik kau kembali saja ke pacarmu" Alan membawa mey pergi menjauhi Micha. dari tadi mey hanya diam saja dengan wajah menunduk, perselisihan antara dua kekasih masa kecil itu membuatnya menjadi seperti penghalang hubungan mereka.


"apa yang dia miliki hingga tidak di miliki olehku? aku lebih segalanya. aku tidak peduli kau sudah mempunyai istri atau tidak, aku akan tetap mengejar mu.sehak kecil kita selalu bersama, aku percaya, kau masih mencintaiku! " teriaknya dengan terisak.


Alan tidak peduli, dia tetap melangkahkan kakinya menuju ke dalam rumah walaupun hatinya masih merasa bimbang.


___________


di dalam kamar, Alan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa dengan mata yang terpejam, pikirannya campur aduk memikirkan kejadian tadi. apa dia benar² mencintai mey atau hanya menjadikan mey pelampiasannya saja ,dia masih tidak tau. intinya, perasaannya sekarang tidak karuan.


"ak.. aku akan menyiapkan air panas un..untuk mu mandi" ucapnya tertitih mengatakan kalimat tersebut, tapi Alan tidak menjawab, dan mey pun langsung saja berjalan menuju kamar mandi.


di balik pintu kamar mandi tersebut, air mata yang telah ia tahan dari tadi akhirnya tidak dapat di bendung lagi. hatinya benar² sakit, sudah untuk ke dua kalinya dia merasakan sakit tak berdarah seperti itu. dan pada saat itulah, mey baru menyadari, bahwa dia telah menaruh Alan di hatinya, seseorang yang menjadi pantangan untuk ia cintai.


seharusnya aku senang sekarang, karena dia telah bertemu dengan cinta masa kecilnya, itu artinya aku akan terbebas dari pernikahan ini. tapi kenapa hatiku malah sakit, aku merasa tidak bisa menerima.


ia mencengkram dadanya sendiri, mencoba menguatkan hatinya yang terasa perih.


ya tuhan... mengapa engkau memberikanku cinta di saat keadaan serumit ini, di sisi lain aku mencintainya, dan di sisi lain pula aku juga menjadi penghalang antara cinta mereka berdua.


'bisakah aku menulis takdirku sendiri? aku tak pernah memimpikan jalan hidup seperti ini, aku seperti berdiri di atas tebing yang di kelilingi oleh jurang, entah maju atau mundur, aku akan tetap jatuh dan merasakan sakit. Tuhan... apa kau begitu membenciku hingga kau selalu memberikan rasa sakit dan air mata ini padaku. sebenarnya aku tak ingin mengeluh, tapi perasaan ini selalu menghancurkan hatiku berkeping².


apa seseorang seperti ku harus hidup sendiri?, aku juga ingin di cintai dan di sayang, kenapa keinginan itu selalu sulit untuk ku dapatkan. begitu banyak hal yang telah ku alami, tapi begitu banyak pula penderitaan yang membuatku putus asa'.


sungguh menyakitkan, cinta antara Alan dan Micha, sama persis seperti cinta mey dan luisa dulu.

__ADS_1


__ADS_2