Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
bersepeda


__ADS_3

mey mengayuh sepedanya, membawa alan berkeliling menyusuri jalanan sepi yang banyak di tumbuhi bunga² warna warni yang cantik, sungguh pemandangan yang elok di pandang,juga banyak pohon² warna hijau yang asri di sisi jalan membuat suasana menjadi sejuk.


mey menikmati suasana tersebut, sudah dua hari dia merindukan udara segar ini.


setelah itu mey berhenti sejenak untuk meregangkan ototnya.


"kenapa berhenti? cepat lanjut jalan lagi, aku ingin melihat pemandangan yang ada di sana" sembari menunjuk ke arah depan, alan menyuruh mey untuk mengayuh sepedanya.


heh... apa kau fikir kau itu ringan, kau itu berat seperti kingkong.kau ingin membunuhku secara halus yah.


"suamiku turunlah dulu, kita istirahat sejenak, aku capek" setelah mendengar ucapan mey, alan pun turun dari boncengan itu.


kemudian mey duduk di kursi berwarna coklat yang ada di pinggir jalan tersebut.


alan duduk di sebelah mey sembari melihat istrinya yang sedang memijat kedua kakinya yang di regangkan.


"kau capek? " tanyanya.


astaga... tadi aku sudah bilang kan kalo aku capek, telingamu tuli yah.


"sedikit" jawab mey.


Alan pun mengangkat kedua kaki mey ke atas pangkuannya dan berinisiatif untuk memijat kaki istrinya tersebut.


mey tertegun heran, dia tidak menyangka orang seangkuh itu mau memijat kakinya.


tadi malam aku mimpi apa? sampai² presdir alan yang sangat berwibawa mau menyentuh kakiku, horor sekali.


"suamiku, nanti kau lelah, aku bisa memijat kakiku sendiri", sebenarnya dalam batin mey ia berkata 'teruskan, lebih kebawah lagi, pergelangan kakiku sangat lelah. yah, benar di situ.


wah... ternyata kau hebat juga dalam hal memijat yah. ketimbang jadi ceo seharusnya kau jadi tukang pijat saja hahaha... '


"sepertinya kau sangat menikmati pijatan ku yah? " ucap alan membuat mey terkejut.


"eh tidak, tidak" dengan gelagapan mey melambaikan kedua tangannya.


"pffttt.. " alan tersenyum menahan tawa melihat istrinya yang tidak bisa berbohong.

__ADS_1


kenapa orang gila ini malah tersenyum, emang ada yang lucu?


tiba² mey teringat barang²nya yang masih tertinggal di kontrakan 'eh... foto ayah dan ibu kan masih ada di kontrakan itu, aku lupa mengambilnya'.


"suamiku, aku kemarin belum sempat mengambil barang² ku yang ada di kontrakan, apa aku boleh mengambilnya? ".


" berikan alamatnya saja, aku akan menyuruh paman Li untuk mengambilnya".


setelah itu mereka melanjutkan perjalanan merek lagi untuk menyusuri jalanan,pergi berpetualang dengan menaiki sepeda sampai rumah.


sesampainya di rumah, mey merasa heran kenapa rumah itu kelihatan sangat sepi tidak seperti biasanya.


mey masuk ke dalam rumah bersama dengan alan, biasanya banyak pelayanan yang mondar mandir kesana kemari untuk mengerjakan pekerjaan rumah, tapi hari ini tidak.


mey heran, ia celingak-celinguk melihat ke kanan dan ke kiri, cuma ada paman dan bibik Li yang menyambut kedatangan mereka 'kenapa sepi sekali? di mana semua orang' begitu batinnya.


"suamiku, kenapa rumah ini jadi sepi? kemana semua orang? " tanya mey penuh penasaran.


"nanti malam akhir tahun, setiap tahun baru, aku menyuruh mereka semua untuk berlibur" jawabnya.


"kenapa? " tanya mey lagi.


aduh sakit, hentikan.


mey mengusap² keningnya sembari melihat alan dengan pandangan kesal.


"jadi nanti malam kau harus ikut bersamaku".


" kemana? ".


" rahasia.dasar kepo" dengan tersenyum, alan mulai menaiki tangga dan berjalan masuk ke ruang baca.


alan duduk menghadap ke arah layar laptop, entah kenapa tiba² terbesit sesuatu di otaknya.


sebentar lagi aku harus mengenalkan wanita itu pada ke dua orang tuaku, aku harus memikirkan jalan agar orang tuaku menyukainya, tapi dengan cara apa? dia bukan dari golongan berada, tidak begitu pintar, tidak punya kelebihan. tapi kelebihan satu²nya yang ia miliki adalah dia bisa membuatku menyukainya.


tiba² alan tersenyum sendiri karena menemukan sebuah ide.

__ADS_1


kemudian alan menutup lahar laptopnya dan beranjak pergi ke arah kamar.


setelah membuka pintu kamar, ia melihat mey yang sedang tidur tengkurap di atas ranjang dengan merentangkan tangannya seolah² ranjang itu miliknya sendiri.


"heh... bangun kau dasar kerbau pemalas".


apa? dia memanggilku apa tadi, kerbau? sialan, aku tidak akan bangun.


mey menghiraukan perkataan alan, dia pura² tidak dengar.


Alan menaiki ranjang itu, tangannya mulai meraba masuk kedalam baju mey sembari berbisik " jika kau tidak segera bangun, aku tidak tau apa yang akan ku lakukan padamu nanti".


bisikan suaminya di telinganya itu membuat mey tertegun, ia dengan cepat langsung bangun terduduk menghadap Alan "ada apa suamiku" ujarnya sembari tersenyum kecut.


sialan, dia selalu menggunakan kelemahanku untuk mengancamku.


"cepat mandi, aku akan mengajakmu ke suatu tempat" .


"kau bilang nanti malam kan? kenapa jadi sekarang".


" jangan cerewet, aku akan menunggumu di sini" Alan berbaring di ranjang tersebut.


dengan menahan emosi, mey berjalan menuju ke arah kamar mandi.


beberapa menit kemudian, setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Alan membawa mey ke suatu tempat.


saat di garasi, mey tertegun melihat lebih dari 20 macam mobil mewah yang berderet rapi.


ini garasi atau dealer mobil sih, kenapa ada banyak mobil mewah di sini. wah sepertinya mobil yang ada di sini semuanya harganya mahal², aku yakin pajaknya pasti sampai ratusan juta.


"heh.. kenapa kau malah melamun di situ, kau ingin naik tidak?! " ucap Alan menyadarkan mey dari lamunannya.


mey pun langsung masuk kedalam mobil sport warna merah keemasan yang terlihat glamor keluaran terbaru bulan ini.


segera Alan melajukan mobilnya,ia membuka tudung atap mobil itu dan membuat angin segar masuk meraba tubuh, Alan menyetir mobil itu dengan kecepatan rata² agar mey bisa menikmati suasana sejuk.


mey menoleh ke arah Alan yang sedang menyetir mobil dengan santai.ini baru pertama kalinya ia melihat suaminya itu menyetir mobilnya sendiri.

__ADS_1


angin menerpa rambut hitam Alan yang lembut itu, wajahnya putih mulus terkena pancaran sinar matahari dengan matanya yang ia tutupi dengan kaca mata hitam sembari memakai baju hem warna putih bersih tanpa noda setitik pun.


tanpa mey sadari, senyuman kecil nampak pada bibir mungilnya itu.


__ADS_2