
beberapa menit kemudian, sampailah mereka di sebuah vila besar yang terletak di wilayah perbukitan.
mey turun dari dalam taksi tersebut, melihat suasana tempat itu yang sudah tak asing baginya, ia mengingat bahwa vila itu adalah vila yang ditinggalinya bersama Alan saat malam tahun baru.
apa maksudnya? kenapa dia mengajakku ke mari, apa ini vila yang dia maksud? apa Alan yang memintanya tinggal di sini?.
begitulah rentetan pertanyaan yang menjanggal di benaknya.
mey dan micha masuk ke dalam vila tersebut, bi sea menyambut kedatangan mereka "selamat datang nona" ucapnya sembari membungkukkan badan, menyapa kedatangan majikannya.
"bi siapkan air minum, dan bawa ke kamarku" ujarnya lalu melangkah maju seraya menggandeng tangan mey untuk ikut bersamanya.
micha menggandeng tangan mey dengan sedikit tarikan, dengan polos mey mengikuti langkah kaki itu, hingga sampailah mereka di sebuah kamar yang terletak di lantai dua.
micha mulai menarik gagang pintu tersebut, mengajak mey untuk masuk ke kamarnya.
"ini kamarku, silahkan masuk" ajak micha dengan tersenyum.
saat mey memandangi wajah micha yang tersenyum yang menebar senyum padanya, membuatnya sedikit iri.
ya Tuhan, dia cantik sekali. dia itu sebenarnya dewi atau manusia sih, kenapa bisa secantik itu? begitu batinnya.
dengan tubuh perfek yang di idam² kan seluruh wanita hingga dapat membuat laki² antri di belakangnya membuat mey serasa seperti kutu yang tidak ada apa²nya.
sesekali mey menunduk melihat badannya sendiri, membandingkan tubuhnya dengan tubuh Micha yang terlihat berbeda jauh, jika di nilai dengan angka mey hanya mendapatkan nilai 70 banding 100 , sungguh menyedihkan😅.
"ini kamarku" ujarnya lalu berganti menarik pintu ruang ganti, memperlihatkan baju²nya yang berada di almari.
"ini semua adalah bajuku, Alan yang memberikan semua pakaian ini untukku, baguskan?" .
Micha mengambil salah satu baju yang ada dalam lemari itu dan memperlihatkannya kepada mey.
mey hanya menatapnya dengan tatapan mata biasa saja dan terlihat tidak peduli.
__ADS_1
oh jadi itu isi dari lemari ini?.
eh tapi tunggu, apa maksudnya tadi dia menyebut nama Alan? apa dia bermaksud untuk memanas²i ku agar aku cemburu?
gumamnya sendiri dalam benak yang mulai mengetahui apa yang micha rencanakan.
"oh, Alan juga membelikan ku baju, sangking banyaknya sampai ingin ku buang" jawab mey.
micha masih mempertahankan senyumnya, walau dalam hatinya sudah mengepul asap panas.
"hahaha... sudah ku duga, eh kalungku jatuh! '' sebenarnya micha memang sengaja menjatuhkan kalung yang telah ia siapkan agar mey melihatnya, sebuah kalung berbentuk hati, yang Alan berikan padanya beberapa hari lalu.
micha berjongkok, mengambil kalung itu yang tergeletak di lantai.
"apa kau tau? tidak ku sangka dia akan memberikan kalung ini padaku" sorotan matanya melihat ke arah pernik kalung itu dengan senyuman di bibirnya.
mey tau maksud dari kata 'dia' adalah Alan, kali ini ia diam, mengamati apa yang akan micha bicarakan setelah ini.
"kalung ini berbentuk hati, aku tidak tau maksudnya apa hingga memberiku hadiah seperti ini" lanjutnya.
"masuk" teriak micha lalu keluar dari ruang ganti tersebut.
setelah mendengar izin dari micha, bi sea langsung masuk dengan membawakan dua buah gelas berisi minuman yang ia letakkan di dalam nampan.
"permisi nona, saya membawakan minuman" ucapnya, lalu memberikan minuman itu kepada mey dan micha, setelah itu ia langsung pergi dari kamar tersebut meninggalkan mereka berdua di sana.
mey duduk di atas ranjang, sedangkan micha duduk di atas sofa.
"sebenarnya aku tidak menyangka bahwa Alan akan membangunkan vila ini untukku, dia benar² mewujudkan apa yang menjadi keinginanku waktu kecil".
telinga mey sampai gatal mendengar perkataan micha yang omong kosong, baginya kata² itu tidak akan membuat hatinya jadi panas, itu malah membuatnya semakin ingin mempermainkan micha.
"oh hanya kalung dan vila yah?, dia malah memberikanku rumah dan mengatakan bahwa rumahnya itu akan di atas balikkan menjadi namaku. dan dia memberikanku cinta bukan dengan bentuk barang, tapi hati. aku pernah tidur di sini, dia tidur di sampingku dan memelukku dengan penuh kehangatan, dan saat melihat bagian tubuh bidangnya yang mulus membuatku terpesona. apalagi saat melihat dia mandi dengan tidak memakai sehelai kain, besar.... " mey menghentikan ucapannya sejenak.
__ADS_1
aku ini bicara apa sih, gila aku ya membayangkan hal seperti itu. dasar pikiran mesum, keluarlah dari otakku yang masih suci ini.
karena sudah terlanjur, jadi tidak apa²kan jika aku melanjutkannya hehehe...
mey mulai membual lagi, mengatakan apa² yang ingin ia katakan dengan menambahkan bumbu² kebohongan.
karena ia sudah sering berbohong, membuatnya bicara dengan fasih seperti perkataannya itu benar² terjadi hingga membuat micha terbakar emosi. sumpah, sebenarnya dia ingin menyiramkan kopi panas itu ke arah mulut mey agar mey menghentikan perkataannya.
tiba² ada deringan telepon dari dalam tasnya, mey pun mengambil ponsel tersebut. tapi sebelum itu, ia menyeruput kopinya terlebih dahulu lalu meletakkan gelas itu di samping lampu tidur.
ternyata yang meneleponnya adalah alan, ia pun mengangkatnya.
belum sampai mey menyapa, Alan sudah marah² tidak jelas di dalam telepon.
"heh... ! kau itu pergi ke mana? aku tadi pergi ke perpustakaan dan ternyata di sana sudah sepi, dan ku kira kau sudah berada di rumah tapi kau tidak ada di sini juga?! sebenarnya kau itu pergi ke mana? cepat pulang! aku beri waktu 10 menit kau harus sampai rumah!! " setelah mengatakan itu ia langsung menutup teleponnya begitu saja tanpa memberi celah untuk mey bicara.
mey langsung saja menaruh teleponnya kedalam tasnya lagi, dan mengatakan pada Micha bahwa dia ingin segera pulang karena suaminya tersayang sedang menunggunya di rumah.
walaupun mulut tersenyum, siapa yang akan tau bagaimana isi hati seseorang?
micha mengatakan bahwa dia sudah memesan taksi dan bersikeras ingin mengantarkan mey pulang. tanpa berpikir panjang, mey pun mengiyakannya saja.
______________
sesampainya di tempat tujuan, mey langsung keluar dari taksi dan cepat² masuk kedalam rumahnya karena dia sudah kelewat waktu yang telah alan tentukan.
dengan nafas ngos²an, mey berlari menuju ruang tamu, dia melihat Alan yang sedang duduk arogan di atas sofa.
"maaf aku telat" ujar mey seraya berdiri di hadapan Alan, serta mengatur nafasnya supaya kembali normal.
"kau habis dari mana? ".
" aku, aku dari..... " sebelum mey menyelesaikan perkataannya, tiba² Micha menyela ucapan tersebut "dia tadi bersamaku".
__ADS_1
mey menoleh ke belakang, melihat ke arah Micha yang sedang berjalan ke arahnya, ia baru menyadari bahwa Micha tadi sebenarnya mengikutinya dari belakang.