
di hari yang cerah ini, mey tidak melakukan kegiatan apapun, dia hanya tidur dan bermalas²an di atas ranjang seraya bermain game di ponselnya.
tak lama kemudian, terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar "tok tok tok.." mey pun menghentikan permainannya dan segera membukakan pintu tersebut.
setelah gagang pintu itu ia tarik, ia mendapati seorang laki² berbadan tinggi dan memakai pakaian prajurit membungkuk di hadapannya. prajurit itu menyampaikan pesan dari raja bahwa katanya beliau ingin bertemu dengan mey.
mey yang mendengar itu pun agak tercengang. pasalnya, ia tau bahwa raja Albert itu adalah salah satu orang yang sangat sibuk, jarang sekali beliau akan meluangkan waktunya untuk hal² semacam ini.
tanpa berpikir panjang, mey mengiyakan ajakan itu dan si prajurit itu pun kemudian membimbing arah jalan.
setelah beberapa menit, akhirnya sampailah mereka ke tempat tujuan, nampak raja Albert yang tengah duduk di sofa seraya membaca lembaran kertas di tangannya.
"saya menghadap baginda raja" ucap mey sembari membungkukkan badan. setelah melihat kedatangan mey, raja Albert menaruh kertas² yang ia pegang barusan ke atas meja dan kemudian menyuruh menantunya itu untuk duduk.
mereka berdua berbincang² tentang beberapa hal.
(author nggak tau mereka bilang apa, author udah berusaha nguping tapi tetep aja nggak denger, cukup mereka dan Tuhan saja yang tau😆🤣😅).
__ADS_1
________________
setelah berbincang² dengan ayah mertuanya, ia kembali ke dalam kamar dan tidak ada hal lain lagi yang ia kerjakan, bahkan tadi dia sempat bolak balik ke kamar mandi karena merasa mual.
setelah rasa mualnya itu mereda, mey berbaring di atas kasur dan bermain game. sangking fokusnya bermain, hingga tak terasa bahwa hari sudah semakin sore, bahkan ponsel yang ia pegang sekarang sudah terasa panas seperti habis di selingkuhi pacar.
lagi² ada ketukan pintu dari luar kamarnya, dengan rasa malas, mey berjalan membuka pintu tersebut. ternyata itu adalah bay, seketika mey terheran 'kenapa malah bay yang ada di sini? lalu suamiku kemana?'.. kurang lebih seperti itu batinnya.
sekretaris bay membungkuk memberi salam kepada mey, ia membawa sebuah kotak di tangannya lalu diberikannya kepada wanita cantik yang berada di depannya "tuan Alan meminta saya untuk memberikan ini kepada nona".
mey mengambil kotak itu dengan perasaan heran, padahal setahu mey hari ini bukanlah ulang tahunnya.
" saya tidak tau, tuan Alan berkata bahwa nona harus siap² karena beliau sudah menunggu anda di suatu tempat".
"di mana? ".
jangan main tebak²an deh bay
__ADS_1
sorot mata mey yang menatap bay seolah² mengatakan kalimat itu.
" maaf nona ini rahasia, para pelayan ini akan membantu nona untuk siap². kalau sudah selesai saya akan menjemput anda" tiba² mey melihat ada empat pelayan yang entah datang dari mana, mereka semua membantu mey untuk berdandan.
karena penasaran dengan isi kotak tersebut, mey pun membukanya. ternyata, isi di dalam kotak itu adalah sebuah gaun indah berwarna ungu.
__
waktu terus berputar, tak terasa bahwa hari sudah mulai menggelap. entah sudah berapa menit yang telah mereka habiskan untuk membantu mey berdandan.
setelah menunggu begitu lama, akhirnya kegiatan yang menguras waktu itu pun selesai, mey seakan berubah menjadi sosok bidadari yang baru turun dari kayangan. apalagi gaun yang di berikan suaminya tadi terbalut di tubuhnya yang putih, seolah itu menambah aura kecantikan dalam dirinya .
mey di antar oleh empat pelayan itu keluar, baru beberapa langkah dari pintu, mereka berpapasan dengan bay yang memang ingin menjemput majikannya.
saat matanya melihat mey, tanpa sadar pipi sekretaris bay berubah merah padam, sempat terbesit di otaknya bahwa malam ini mey terlihat imut. seketika bay tersadar dan langsung memalingkan wajahnya agar tidak menatap mey lagi, sebisa mungkin bay membuang pikiran anehnya tadi.
tidak mungkin, aku tidak mungkin terpesona dengan istri tuanku sendiri, jangan gila.
__ADS_1
"bay, kau kenapa? ".
bay terkejut dengan suara mey memanggilnya, ia pun mencoba menetralkan wajahnya dan langsung membungkuk " tuan Alan sudah menunggu anda, mari" begitulah ucapnya, lalu membawa mey ke tempat yang di tuju.