
setelah beberapa menit menempuh perjalanan, akhirnya mobil yang mereka tumpangi berhenti di area pelabuhan. mey turun dari mobil itu dengan perasaan heran, sesaat ia menoleh ke arah bay yang berdiri di sampingnya, bay yang mengerti arti tatapan itu pun langsung membimbing arah jalan. mey mengikuti langkah kaki sekretaris bay walau sesekali kepalanya clingak clinguk ke kanan dan ke kiri.
mey semakin di buat bingung saat langkah bay mengarah ke sebuah kapal pesiar yang cukup mewah di depan sana, bahkan ada dua awak kapal yang menyambut kedatangan mereka di depan pintu.
setelah masuk ke dalam kapal mewah itu, bay dan mey masih harus berjalan lagi. hingga pada akhirnya, sampailah mereka di teras kapal. teras kapal tersebut telah di hias sedemikian rupa, begitu indah bahkan dapat memanjakan mata.
tapi sorot mata mey tidak tertuju ke arah hiasan itu, ia malah terfokus pada seseorang yang sedang berdiri tegak menghadap ke lautan, bahkan hembusan angin yang semebrak membuat rambut hitam indah milik orang itu berterbangan ke udara.
punggung bidang laki² yang memakai jas berwarna hitam itu seakan menyedot perhatiannya, seperti dapat menarik mey agar mendekat dan memeluknya. dari kejauhan saja ia sudah dapat menebak bahwa itu adalah Alan.
mey mendekat, menghampiri laki² itu. saat jarak mereka tinggal dua langkah lagi, tiba² laki² itu berbalik badan dan membuat mata mereka saling bertemu.
mata biru muda itu terlihat indah di malam hari, bahkan mengalahkan indahnya lautan.
Alan menatap istrinya dari ujung kaki hingga ujung rambut, ia tersenyum. semuanya nampak sempurna, gaun ungu sepanjang lutut kaki yang di hadiahkan nya tadi sangat cocok untuk mey. apalagi di tambah oleh jepitan rambut yang menghiasi kepalanya, membuat mey semakin terlihat imut "kau cantik malam ini".
kata² itu membuat mey semakin melebarkan senyumannya " ada apa? kenapa kau memintaku ke mari? ".
__ADS_1
Alan memberikan kode tangan pada bay, menyuruhnya untuk pergi. bay yang menyadari itu pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua di sana.
tiba² Alan mengeluarkan sebuah kertas yang terlipat di dalam salah satu jasnya, kemudian dia membuka lipatan itu, ternyata itu adalah sebuah bukti perjanjian pernikahan kontrak mereka yang sudah di tandatangani. mey mengernyitkan alisnya, di depan mata mey langsung, Alan menyobek kertas itu menjadi potongan kecil².
seketika mey tercengang, ia bingung kenapa Alan menyobek kertas perjanjian tersebut. apakah ini adalah akhir?? akhir kisah cinta yang tak seharusnya ada. apakah ini adalah saat dimana aku akan di buang? ....
"aku ingin mengakhiri segalanya, biarkan kertas ini sebagai kenangan masa lalu" seperti halnya sampah, Alan membuang kertas itu ke laut. potongan kertas² itu berhamburan dan semakin lama hilang terseret ombak.
"aku ingin membuka lembaran baru bersamamu, terikat atas dasar cinta, bukan paksaan. menjalani hidup baru dengan anak² kita kelak, berbagi suka dan duka, serta berjalan seraya bergandengan tangan hingga rambut ini tak lagi hitam, sampai ajal memisahkan. maaf jika kata²ku selama ini sering membuatmu sakit hati. maukah kau mengabulkan permintaanku yang terakhir? " tanpa aba² Alan langsung menekuk lututnya dan mengeluarkan sebuah cincin indah yang masih tertancap dalam sebuah wadah yang berbentuk hati "mey mey aisya, will you merry me? " lanjutnya.
mey tidak bisa menahan air mata kebahagiaan, tak pernah ia sangka bahwa Alan akan memberikannya kejutan seperti ini. bahkan perasaan tegang yang menjalar di tubuhnya tadi berubah menjadi nafas lega.
sembari mengangguk ia berkata "iya, aku bersedia".
Alan tersenyum mendengar kata² itu, ia mulai berdiri tegak kembali. dan kemudian memakaikan cincin itu di jari manis milik istrinya.
tangannya mengusap air mata milik mey yang terus menetes " jangan menangis, aku melamar mu bukan untuk membuatmu mengeluarkan air mata".
__ADS_1
dengan sesenggukan mey menjawab perkataan itu "aku seperti ini karena aku terharu tauk".
" kau pasti kedinginan ya? " tanya Alan karena gaun yang di pakai mey tidak begitu tebal. ia pun mencopot jas yang ia kenakan dan di pakaiannya ke tubuh mungil istrinya itu.
mata mereka saling bertatapan kembali, pelan² wajah mereka saling berdekatan, dan akhirnya bibir mereka saling bertemu, lalu terjadilah ciuman yang penuh romansa di antara mereka berdua.
entah kenapa aku merasa bahwa apa yang ku alami saat ini sama persis dengan adegan drama yang ku tonton kemarin malam, aneh.
bahkan aku seperti dapat mendengar sebuah melodi cinta yang terus bergema di telingaku, apa ini hanya perasaanku saja?
ribuan bintang dan bulan yang terbentuk sempurna menghiasi malam ini, tampak dari kejauhan sebuah perahu nelayan yang sedang mencari ikan. kapal pesiar ini terus berlayar membawa Alan dan mey berkeliling.
____________
tak berhenti di situ saja, mereka melanjutkan kegiatan itu dengan makan malam bersama.
setelah melihat lilin yang terletak di atas meja, mey pun jadi teringat sesuatu, seketika terbesit ide di otaknya "suamiku, bukankah beberapa bulan lalu kau ulang tahun? karena pesta yang ku buat tidak jadi, bagaimana jika kita merayakannya sekarang? ".
__ADS_1
Alan tak menjawab, dia hanya memandang mey dengan senyuman. mey yang melihat itu pun menganggapnya sebagai kata persetujuan " baiklah, jika kau tidak menjawab , aku akan menganggap itu sebagai kata setuju. setelah aku bernyanyi, nanti kau tiup lilin ini ya?? " ucapnya seraya menunjuk lilin yang berada di tengah meja mereka, mey mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun, dan saat lagu itu selesai di nyanyikan, Alan meniup lilin itu sesuai perkataan mey.
"selamat ulang tahun yang ke 27 suamiku, semoga kebahagiaan selalu menyertaimu".