Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Flashback


__ADS_3

"Aku dulu depresi setelah mengalami keguguran dan rahimku di angkat. Sementara orang tua Aldo sangat menginginkan keturunan yang bisa menjadi pewaris. Orang tua Aldo meminta agar Aldo menikah lagi untuk mendapatkan keturunan.


Mendengar hal itu aku sangat syok, seakan masa depan ku hancur. Aku telah kehilangan rahim dan akan berbagi suami.


Aku tidak mampu menerima tekanan batin tersebut, sehingga aku mengalami gangguan jiwa.


Aku ingat aku sering menangis histeris sampai akhirnya Aldo mengajakku keluar dari rumahnya karena orang tua Aldo memberi dua pilihan antara menikah lagi atau angkat kaki dari rumahnya sendiri.


Sejak saat itu aku lupa apa yang terjadi, yang aku tahu aku mulai membaik dan berada di Rumah Sakit Jiwa.


Tidak ada yang menjengukku, lalu setelah di perbolehkan pulang aku datang ke rumah Aldo dan ternyata dia sudah menikah",


Tania larut dalam ceritanya sehingga membuat raut wajahnya lesu.


"Aku ikut simpati dengan keadaanmu dan aku dengar kamu menikah lagi dengan seorang dokter", tanya Dion.

__ADS_1


"Iya.... aku pernah tinggal di rumah Aldo bersama dengan istri dan Mami nya. Di sana aku di jodohkan dengan Dokter keluarga mereka, dan hingga akhirnya kami menikah lalu mempunyai seorang putra karena aku mendapat donor rahim. Tapi sayang suamiku sudah meninggal, sebenarnya aku masih belum bisa terima dengan takdir yang begitu kejam kepadaku.Tapi aku tidak bisa berbuat apa apa...", jawab Tania.


"Bisa... kamu bisa berbuat apapun, kamu bisa membalas semua penderitaan yang kamu alami kepada orang yang sudah membuatmu menderita", Dion memberi semangat kepada Tania, walaupun lebih tepatnya adalah sebuah provokasi.


"Kamu benar, aku nggak akan diam saja. Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan", kata Tania yang ternyata sudah terprovokasi dengan ucapan Dion.


"Jika kita mau, kita bisa bekerja sama untuk membalas dendam. Aku akan bantu kamu, begitu juga sebaliknya", Dion semakin memberi tawaran yang menyesatkan.


"Boleh juga.. tapi kalau boleh tau bagaimana awal mula papi kamu bisa mengalami gangguan jiwa? Apa ada hubungannya dengan Aldo?", tanya Tania.


Papi ku dulunya adalah sahabat papa Aldo, namun setelah kami sekeluarga sempat pindah ke Australia, hubungan mereka terputus. Lima tahun yang lalu aku dan keluargaku pulang dan kembali menetap ke Indonesia.


Di situ papa Aldo dan papi ku bertemu kembali dan menjalin hubungan bisnis.


Papi ku terlalu percaya kepada papa Aldo sehingga mempercayakan saham dan project besar kepadanya. Namun perkiraan papi ku salah, papa Aldo malah mengambil alih semuanya dan Papi ku bangkrut karena asetnya banyak yang terjual untuk saham tersebut.

__ADS_1


Sejak saat itu papi ku mengalami gangguan pada jiwanya. Mendapati kenyataan tersebut mami malah berselingkuh dengan laki laki lain lalu pergi meninggalkan kami. Dan karena kejadian itu aku merasa muak pada semua wanita, mereka hanya mencintai harta bukan dengan ketulusan..." raut wajah Dion sudah di penuhi kemarahan mengingat kejadian pahit masa lalu itu.


"Its oke... kisah mu ternyata juga memilukan. Sekarang apa yang ingin kamu lakukan?", Tania menanggapi cerita Dion.


"Aku ingin melihat keluarga Aldo hancur", jawab Dion sambil mengepalkan tangan penuh dendam yang membara.


"Caranya?", tanya Tania.


"Itu yang perlu kita bicarakan , beri aku nomor ponselmu agar kita mudah untuk berkomunikasi", jawab Dion.


"Baiklah, aku kasih nomor teleponku", Tania memberikan nomornya kepada Dion.


"Oh iya, jika mau pulang jangan lupa kamu harus membayar seharga satu porsi makanan termahal disini", Kirani menagih ucapan Dion.


"Tenang saja, kalau perlu kamu juga aku bayar dan aku bawa pulang. . ",Dion malah menggoda Tania.

__ADS_1


__ADS_2