Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Bertemu Bunda


__ADS_3

Siang itu Mami pergi bersama Kirani dan Raihan. Mereka berniat mencari tahu informasi tentang keberadaan keluarga Tania.


Mereka mendatangi salah satu kerabat jauh Tania yang tinggal di luar kota. Butuh waktu dua jam lebih untuk sampai ke tempat saudara Tania tersebut.


Sesampainya di sana mereka bertemu dengan seorang pria yang berstatus sebagai suami dari kakak sepupu Tania.


"Permisi mas, saya mau bertemu dengan kakak sepupu Tania", Mami mulai menyapa.


"Oh maksud ibu Tania yang sekarang gila itu ya?", laki laki itu menjawab dengan bahasa yang agak kasar.


Mami merasa pilu dengan jawaban laki laki tersebut. Namun tak lama kemudian laki laki itu masuk ke dalam rumah dan memanggil istrinya.


Beberapa menit kemudian keluarlah seorang wanita yang merupakan kakak sepupu Tania. Ternyata tak beda jauh dengan suaminya, perempuan tersebut juga berkata dengan nada yang kurang ramah.


"Ada keperluan apa ya ibu mencari saya?", tanya wanita tersebut.


"Maaf jika saya mengganggu, saya hanya ingin bertanya dimana orang tua Tania sekarang tinggal?", Mami bertanya dengan sangat ramah.


"Anda dulu mertuanya Tania ya? mau ngapain nyari bibiku?", wanita itu masih melanjutkan pertanyaannya.


"Iya betul dulu saya mertuanya Tania, saya hanya ingin menyambung silaturahmi yang sempat terputus dengan orang tua Tania.Dan juga saya ingin menyampaikan kabar penting sekaligus kabar baik tentang Tania", jawab Mami.


"Kabar apa? biar nanti saya aja yang sampaikan. Anda tidak mungkin bisa menemui bibi karena dia sekarang tinggal di London. Hanya kami yang masih tinggal di sini, karena kami miskin. Jadi kami tidak mampu hidup di sana", wanita itu berkata sambil menyalakan sebuah rokok. Walaupun wanita ternyata dia perokok.


"Baiklah, kalau begitu bolehkah saya minta nomor teleponnya. Biar nanti saya hubungi, saya ingin berbicara langsung dengan beliau", Mami terlihat sangat memelas.

__ADS_1


"Oke, aku kasih nomor teleponnya.Aku juga nggak mau ikut campur dengan urusan keluarga bibi. Ribet semua orangnya. Kaya sih kaya, tapi banyak drama. Aku nggak suka", jawab wanita itu lalu mengeluarkan ponsel di sakunya dan mencari nomor bibinya.


Setelah berhasil menyimpan nomor tersebut, akhirnya mereka berpamitan.


Hari sudah mulai sore. Mami dan Kirani sampai di rumah sebelum Aldo pulang kerja.


Sampai saat ini mereka masih merahasiakan masalah Tania dari Aldo.


Malam harinya, Mami berada di kamar dan mengunci pintunya agar tidak ada orang yang masuk. Beliau berniat untuk menelpon mantan besannya.


Tuut.. tuuut...


Telepon mulai menyambung, dan tak butuh waktu lama sudah terdengar ada suara wanita yang menjawab panggilan tersebut.


Dengan sedikit gugup Mami mulai menyampaikan semua tentang Tania.


Mami yang terkejut dan tak mengerti apa yang sedang terjadi di sana hanya diam dan menunggu.


Lalu beberapa menit kemudian Mami sudah mulai berbicara lagi di telepon. Rupanya orang tua Tania akan berangkat ke Indonesia malam itu juga agar besok pagi bisa bertemu dengan Tania.


Setelah selesai menghubungi orang tua Tania, Mami berpikir untuk segera menghubungi Tania.


Mami tidak langsung memberitahu Tania tentang kejadian sesungguhnya, beliau hanya berkata besok ingin bertemu dengan Tania di sebuah restoran.


Tania pun setuju, malam itu dia berpamitan pada Indra untuk pergi menemui Mami esok hari. Indra mengizinkan Tania pergi namun Indra sendiri yang akan mengantarnya.

__ADS_1


Pagi pun tiba, Mami telah sampai duluan di restoran tempat mereka bertemu. Mami sengaja membuat pertemuan dengan Tania sebelum orang tuanya sampai.


Dan sesuai rencana, Tania kini sudah datang dengan di antar oleh Indra.


Setelah mereka bertiga duduk di kursi yang sudah di pesan, Tania lalu bertanya pada Mami.


"Kenapa Mami menyuruhku kesini? ",


" Ada yang ingin bertemu denganmu pagi ini ". Jawab Mami singkat.


" Siapa Mi? ", Tania masih ingin mencari tahu.


" Tunggulah, nanti kamu akan tahu ", jawab Mami lagi.


Tania hanya bisa mengangguk dan menunggu.


Beberapa menit kemudian ponsel Mami berdering. Ada sebuah pesan masuk dari orang tua Tania yang mengatakan bahwa mereka telah sampai di restoran tersebut.


Tak berselang lama mereka pun sudah berjalan mendekat pada kursi yang telah di duduki Mami, Tania dan Indra.


Dengan mata berkaca kaca dan tak kuat menahan perasaannya, Bunda Tania langsung memeluk putrinya dari belakang dengan disertai tangis haru.


Tania terkejut karena tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang. Dan Tania makin terkejut lagi setelah tahu bahwa Bundanya yang sedang memeluknya.


"Bunda.. ini Bunda..?? beneran Bunda? ", Tania masih tidak percaya bahwa saat itu dia bertemu dengan Bundanya.

__ADS_1


" Iya nak, ini Bunda", tangis keduanya pun pecah dalam pelukan.


__ADS_2