Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
David


__ADS_3

Indra dan Tania telah sampai di rumah. Mengingat kejadian di butik Tania masih merasa gelisah. Indra yang tau isi hati calon istrinya berusaha kembali menenangkan.


"Sudahlah sayang,kamu jangan memikirkan kejadian itu terus.. itu hanya kebetulan.. mungkin penjahitnya kurang teliti dalam mendesign..", kata Indra.


"Iya Mas, aku akan melupakan kejadian sore tadi agar tidak mengganggu pikiranku", jawab Tania.


Keesokkan hari seperti biasa David berangkat sekolah bersama Tania dan di antar oleh Indra.


Di lain sisi ada sesosok wanita yang mengamati mereka bertiga dengan penuh kebencian. Dia adalah Stella.


Pagi ini bahkan Stella tidak hanya memperhatikan mereka bertiga, namun Stella membawa orang suruhannya yang dia perintahkan untuk mencelakai Tania saat dia turun dari mobil.


Stella tahu jika sebentar lagi Indra dan Tania akan menikah. Tentunya Stella merupakan satu satunya orang yang sangat benci dengan pernikahan mereka berdua.


"Aku awasi dari sini, dan ingat yang kamu celakakan adalah wanita itu. Jangan sampai mengenai putraku", tegas Stella kepada orang suruhannya.


Lelaki suruhan Stella itu hanya mengangguk dan mematuhi perintah dia.

__ADS_1


Sesuai rencana Stella, lelaki tersebut di minta untuk naik sepeda motor dan di suruh menyerempet tubuh Tania saat keluar dari pintu mobil.


Dan tidak butuh waktu lama, terdengarlah suara keras menghantam pintu mobil..


Braaaaag....


Seketika senyum Stella melebar, namun redup seketika juga saat mendengar teriakan Indra..


"Daviid..."


"Daviiid? ada apa dengan David? kenapa Indra justru memanggil nama David?" banyak pertanyaan yang muncul di dalam pikiran Stella karena dia belum tau persis kejadiannya. Dia hanya melihat dari jarak jauh.


Awalnya Stella mengira bahwa Tania lah yang selalu keluar lebih awal saat turun dari mobil, namun kali ini David lah yang lebih dulu keluar. Sehingga saat orang suruhan Stella melaju kencang, seketika juga menyambar tubuh David hingga terpental.


Penyesalan tiada arti bagi Stella, kini dia hanya bisa terkulai lemas tak berdaya melihat tubuh putranya berlumur darah.


Pemotor suruhan Stella yang mengetahui bahwa dia salah sasaran segera melarikan diri karena tidak mau kasusnya berlari ke jalur hukum.

__ADS_1


Sementara Stella juga tak berani langsung mengejar lelaki tersebut karena takut ketahuan bahwa semua ini adalah rencananya.


Terdengar suara sirine ambulans lantang di telinga Stella yang membuat hatinya teriris iris. Akibat dari niat buruknya ,anak kandungnya menjadi korban.


Melihat ambulans telah melaju dia segera mengikuti dari belakang.


Sesampainya di IGD Indra menyerahkan penanganan ini kepada teman kerjanya.


Dia tidak sanggup jika harus turun tangan sendiri membalut luka pada putranya yang sedang tak sadarkan diri.


Di luar ruangan Tania dan Indra hanya bisa memasang wajah panik, sedih dan takut bercampur aduk.


Hati dan pikiran mereka sungguh tidak tenang dan tidak karuan. Bibir tak henti mengucap doa kepada Yang Maha Kuasa agar di beri keselamatan dan kemudahan dalam pengobatan David.


Yang berdiri di balik dinding pun hanya bisa meneteskan air mata penyesalan yang terdalam. Stella tidak berani menampakkan muka karena dia merasa sangat bersalah. Kini hatinya hancur, apalagi melihat Indra yang semakin lemah berada di pelukan Tania yang saat ini sedang menguatkannya.


Semakin jauh harapan dia untuk bersama Indra begitu pula dengan putranya. Apalagi saat ini dia justru memperkeruh keadaan.

__ADS_1


(Stay terus ya teman teman.. nantikan selalu episode episode selanjutnya😍😍)


__ADS_2