Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Anniversary


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan usia kehamilan Kirani semakin bertambah. Namun Kirani masih terlihat aktif, mungkin bawaan si jabang bayi kali ya..


Setiap hari dia rajin bangun pagi untuk memasak, dan setelah suaminya berangkat dia melakukan senam kehamilan. Hingga hari sudah mulai siang dia istirahat untuk tidur siang.


Menjelang sore dia mandi dan kembali memasak untuk makan malam menjemput suaminya pulang.


Dan seperti itulah keseharian Kirani kecuali di hari Minggu atau hari libur lainnya. Karena pada saat hari libur suaminya melarang dia melakukan apapun. Justru dia di suruh duduk manis sementara suaminya yang ganti akan melayani semua kebutuhannya seperti tuan putri.


Dan sering kali juga ibu hamil itu di ajak berjalan jalan keliling kota sambil mencicipi aneka ragam kuliner. Meski Aldo sangat sibuk tapi dia selalu meluangkan banyak waktu untuk istri tercinta dan calon buah hatinya.


Di suatu pagi Kirani terlihat sangat manja duduk di pelukan suaminya,


"Sayang hari ini aku ingin selalu di sampingmu", kata Kirani sambil membenamkan kepalanya di dada suaminya. Sementara tangannya melingkar erat di pinggang suaminya.


" Iya sayang, tapi hari ini kan aku nggak lagi libur", jawab Aldo sambil mengusap usap rambut istrinya.


"Kalau gitu aku ikut kamu kerja aja", jawab Kirani dengan wajah agak cemberut.


" Jangan sayang, nanti kamu kecapekan", Aldo berusaha melarang keinginan istrinya.


"Di sana kan ada sofa, aku bisa istirahat kalau capek. Boleh ya.. boleh? ", sambil mengedipkan mata juga di iringi senyum manis Kirani mencoba merayu suaminya agar bisa ikut suaminya bekerja.


Aldo yang kewalahan menghadapi rayuan istrinya hanya bisa menuruti keinginannya untuk ikut ke Hotel.


" Tapi janji loh, kalau memang merasa capek atau nggak nyaman kamu harus bilang, jangan diam aja. Biar segera aku antar kamu pulang", kata Aldo yang sedang mewanti wanti istrinya.


Sementara Kirani hanya mengangguk kegirangan seperti anak kecil yang akan di belikan mainan baru.


Sesampainya di Hotel semua pandangan tertuju kepada sepasang suami istri tersebut, semua pegawai menyapa dengan ramah. Di balas juga dengan senyum manis oleh Kirani dan suaminya.


Para pegawai yang melihatnya merasa iri dengan kemesraan mereka berdua. Terlihat romantis dan bahagia. Namun tetap menjaga etika.

__ADS_1


Kirani senantiasa duduk menemani suaminya bekerja di depan laptop. Dengan sesekali memeluk dan mencium pipinya.


Begitu cepatnya waktu berjalan dan tak terasa hari sudah mulai sore. Sedikit pun bumil itu tidak merasa lelah atau pun mengantuk.


Aldo justru yang sangat cemas dengan keadaan istrinya, sementara yang di cemaskan malah bersikap santai.


Sepulangnya dari bekerja Kirani di suruh untuk segera tidur lebih awal oleh Aldo, mengingat hari ini dia kurang beristirahat. Tapi lagi lagi dia berkata kalau dia tidak mau jauh jauh dari suaminya.


Aldo menemani istrinya sampai dia benar benar terlelap. Ternyata sikap manja dan ingin selalu berdekatan dengan suaminya tersebut tidak Kirani perlihatkan hari ini saja. Bahkan semenjak hari itu dia ingin selalu berada di sisi suaminya tanpa ingin berjauhan.Sehingga tak jarang Aldo mengajaknya ke Hotel untuk menemaninya bekerja. Seperti tiada lelah dan bosan, Kirani justru nampak begitu happy dan bersemangat.


Mami yang melihat kelakuan menantunya hanya bisa tersenyum, beliau sudah tak sabar menanti kehadiran cucunya yang tinggal beberapa bulan lagi.


Kehamilan Kirani sudah menginjak usia tujuh bulan, rencananya Mami ingin menggelar acara tujuh bulanan untuk Kirani agar di beri keselamatan hingga lahirnya sang jabang bayi.


Rencana tersebut sudah di susun rapi, keluarga besar Kirani dan keluarga besar Aldo akan bertemu kembali di acara tersebut.


Tak lupa Mami juga berniat berbagi makanan kepada anak yatim dan menyantuni mereka dengan beberapa nominal uang.


Nampak raut kebahagiaan di wajah pasangan suami istri yang sedang menunggu kelahiran putranya tersebut. Sama halnya yang di rasakan oleh Mami dan orang tua Kirani.


Acara telah selesai dan semua tamu mulai berpamitan. Kirani terlihat sangat lelah. Dia ingin segera ke kamar untuk beristirahat. Tentunya dengan di temani sang suami yang senantiasa di dekatnya hingga dia terlelap.


Keesokan harinya Aldo hendak berangkat kerja, tapi mulai hari itu Aldo tidak mengizinkan istrinya untuk ikut karena mengingat usia kandungan yang semakin bertambah. Aldo tidak ingin terjadi apa apa pada Kirani dan calon buah hati mereka.


Kali ini Kirani menurut pada ucapan suaminya tanpa merengek seperti anak kecil. Dia berfikir pastinya suaminya melarang dia ikut karena sangat perhatian akan kondisi kesehatannya.


Usia kehamilan Kirani sudah menginjak sembilan bulan. Malam itu Aldo pulang agak terlambat, Kirani sangat gelisah menantinya. Tapi tidak untuk Maminya, karena beliau tahu kemana putranya akan pergi sehingga pulangnya terlambat.


Sejak tadi sore Kirani duduk dan berdiri di samping jendela sambil mondar mandir kesana kemari menunggu suaminya, sampai akhirnya terdengar suara mobil yang datang mengantar suaminya pulang ke rumah.


Senyum Kirani langsung sumringah dan langsung menghampiri Aldo serta memeluknya.

__ADS_1


"Kemana aja? aku lama menunggu", kata Kirani sambil cemberut.


" Maafkan aku sayang membuat mu menunggu. Aku ada kejutan untuk kamu", Aldo berkata sambil memegang kedua pipi istrinya.


"Kejutan? kejutan apa? " jawab Kirani tak sabar.


"Tutup mata kamu dong sayang", Aldo masih membuat Kirani penasaran. Sementara Kirani yang tak sabar hanya bisa menurut saja.


Aldo mengambil sesuatu dari dalam mobil, sementara Kirani masih tetap menutup matanya.


Sampai akhirnya terdengar perintah Aldo untuk menyuruhnya membuka mata.


Kirani sangat terkejut saat melihat sinar lampu lilin yang tertancap di atas kue yang bertuliskan "Happy Anniversary", Kirani baru teringat kalau hari ini adalah ulang tahun pernikahannya.


" Ayo kalian tiup dong bareng bareng", kata Mami yang juga ikut hadir di pesta kecil itu. Dan ternyata Mami sudah lebih dulu tahu tentang rencana pesta kecil tersebut.


Mereka pun meniup lilin itu bersama, dan setelah itu satu kecupan melayang di kening Kirani.


"Happy Anniversary sayang, aku ada hadiah buat kamu", Aldo mengeluarkan sesuatu dari sakunya.


Setelah di buka ternyata isinya gelang cantik berlapis berlian, yang sangat cocok di pergelangan tangan Kirani.


" Terima kasih sayang untuk semuanya, maaf kalau aku tidak bisa memberimu hadiah apa apa", Kirani berkata dengan mata berkaca kaca melambangkan haru dan bahagia dalam hatinya.


"Tidak, jangan bicara seperti itu. Gelang berlian ini tidak ada nilainya di banding apa yang kamu berikan padaku pada keluargaku. Kamu telah memberikan cinta dan sebentar lagi akan memberikan kado pernikahan yang sangat istimewa dengan hadirnya dia.. ", Aldo berkata sambil mengelus perut Kirani yang sudah sangat besar.


Mendengar semua itu Kirani langsung menangis di pelukan suaminya, dia merasa sangat beruntung dan bersyukur karena Tuhan telah memilihkan jodoh yang terbaik untuknya.


 


Buat para pembaca, abis ini episodenya akan lebih mengarah ke berbagai konflik ya. Karena akan ada tokoh antagonis yang mulai masuk ke alur ceritanya.. 😇😇

__ADS_1


__ADS_2