
Indra hanya terpaku mendengar ucapan Stella, bahkan dia tidak sadar bahwa Stella sudah berjalan menuju ke arah pintu.
Seketika saat Indra menyadari bahwa Stella sudah beranjak meninggalkannya, Indra segera menjawab permintaan maaf Stella.
"Stella, aku juga minta maaf jika sudah banyak mengucapkan kata kata kasar padamu. Aku senang melihat perubahan pada sikap dan tutur katamu".
Stella berhenti sejenak mendengarkan ucapan Indra. Namun tanpa menoleh dan menjawab, dia langsung membuka pintu lalu keluar.
David terbangun dari tidurnya, dan hal itu membuat Tania seketika melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Dia lebih fokus menjaga David. Begitu juga dengan Indra.
Keesokkan harinya David sudah di perbolehkan pulang karena kondisinya sudah membaik.
---------
Malam hari di rumah Aldo. Mereka sedang makan malam bersama, tiba tiba Kirani merasa mual dan meninggalkan meja makan lalu menuju kamar mandi.
Mami dan Aldo yang melihat kejadian itu sempat panik, lalu Aldo segera menyusul istrinya ke kamar mandi.
Namun tidak panik lagi bagi Mami, beliau malah tersenyum senyum sendiri.
Sepuluh menit Aldo dan Kirani berada di kamar mandi akhirnya mereka kembali lagi ke meja makan.
Ketika Kirani hendak duduk Mami malah mengatakan sesuatu yang membuat mereka terkejut, "Wah sepertinya Mami mau dapat cucu lagi..".
"Oh iya Mi, kenapa aku tidak berpikir seperti itu? aku hanya panik dan takut istriku kenapa kenapa, tanpa aku pikirkan bahwa mungkin Raihan akan segera punya adik", kata Aldo.
__ADS_1
"Tapi kan Raihan masih terlalu kecil Mi", jawab Kirani.
"Ya nggak apa apa, nanti biar di carikan baby sitter untuk merawatnya ", kata Mami.
Kirani hanya tersenyum malu. Selama pasca melahirkan Kirani memang belum mendapatkan menstruasi secara teratur. Sehingga sulit di pastikan kapan terakhir dia datang bulan.
Aldo dan Kirani juga melakukan program KB sendiri, jadi bisa saja kemungkinannya untuk kebobolan.
Saat masuk kamar dan hendak istirahat, Kirani melihat ponsel dan di dalamnya ada pesan dari Tania.
"Kirani aku mau curhat sama kamu, entah kenapa aku merasa ragu dengan rencana pernikahanku. Padahal tinggal beberapa hari lagi acara itu di laksanakan".
Membaca pesan tersebut Kirani segera membalas dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Tania lalu menceritakan semua kegalauan nya kemaren.
"Kamu tidak boleh putus asa, segala yang indah memang butuh pengorbanan. Tapi percayalah, tidak akan ada pengorbanan yang sia sia. Suatu saat kamu akan menuai keindahan dari pengorbanan mu"
Kirani memberi semangat pada Tania.
--------
Waktu berlalu dengan cepat dan tibalah esok hari sebagai hari pernikahan Tania dan Indra.
Tania duduk termenung di halaman rumah. Indra datang menghampiri.
"Kamu kenapa sayang? Aku perhatikan kamu sering melamun. Apa yang kamu pikirkan?", tanya Indra.
__ADS_1
Tania tersenyum lalu menggelengkan kepala.
Namun tiba tiba dia langsung memeluk Indra sambil menangis.
"Hey ada apa sayang? kenapa kamu menangis", tanya Indra panik.
"Aku takut mas.. takut jika hari esok akan menjadi awal dari kegagalanku lagi seperti pernikahanku yang dulu", jawab Tania.
"Kenapa kamu berpikir seperti itu, percayalah kamu yang akan menemani sepanjang hidupku begitupun sebaliknya", Indra meyakinkan hati Tania. Malam itu berlalu dengan haru.
Keesokkan harinya, gaun pengantin telah di kenakan Tania yang duduk di pelaminan. Indra yang berada di sisi Tania juga merasa bahagia setelah melakukan ijab qobul dan kini duduk bersanding bersama wanita yang sudah halal untuknya.
Para tamu undangan sedang menikmati semua menu hidangan. Keluarga Aldo datang agak terlambat karena Raihan masih rewel.
Setelah sampai di tempat Indra, Aldo sekeluarga segera menghampiri kedua mempelai.
Mereka memberikan selamat lalu memberi kado pernikahan yang telah di persiapkan.
Sambil menyerahkan sebuah kunci mobil Aldo berkata , "Semoga kado dari keluarga kami bisa memberi manfaat buat Dokter Indra dan keluarga nantinya".
Indra dan Tania sangat berterimakasih kepada keluarga Aldo, kado tersebut begitu istimewa bagi mereka. Setelah selesai memberi ucapan selamat dan memberikan kado, mereka di persilahkan untuk ikut menikmati hidangan yang di sediakan.
"Semoga hari ini dan seterusnya benar benar menjadi awal dari hari bahagiaku", doa Tania dalam hati.
------
__ADS_1