Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Ibu susu


__ADS_3

"Selamatkan suamiku....", Tania masih menangis di dada Aldo. Entah mengapa seketika itu Aldo sama sekali tidak memikirkan semua orang yang berada di sekelilingnya, yang dia pikirkan hanya menenangkan Tania dan takut Tania depresi lagi.


Ada Kirani , Bi Nilam, dan beberapa Dokter rekan kerja Indra di sana. Tania terlihat nyaman menangis di pelukan Aldo, bahkan dia bisa lebih tenang dari sebelumnya.


Melihat Tania sudah lebih baik dan tidak histeris, Aldo mulai mengangkat kepala Tania yang bersandar di dadanya.


Kirani menghela nafas panjang, sedikit ada rasa tidak nyaman melihat pemandangan itu, tapi dia hanya mencoba mengerti karena memang keadaan yang memaksa Aldo melakukan hal itu.


Indra berada di ruang ICU, tidak semua orang di perbolehkan masuk. Hanya satu atau dua keluarga saja yang di perbolehkan.


Orang tua Tania dan kerabat Indra mulai berdatangan. Tak ketinggalan juga paman Indra dan istrinya yang menjaga David dan Davina. Bahkan Davina pun juga ikut di ajak ke Rumah Sakit karena dari tadi menangis minta ASI. Sementara David tidak ikut dan tetap berada di rumah ditemani oleh keponakan Indra. Walaupun Davina sudah mulai makan MPASI , tapi dia tetap menangis jika belum mendapat ASI.


Tania sedang berada di dalam ruangan, hanya dia dan satu rekan Indra yang juga seorang Dokter. Sementara yang lain hanya duduk di luar ruang ICU. Saat berada di dalam ruangan, tiba tiba Tania pingsan lagi. Para tim medis segera memberi penanganan dan membawa Tania ke IGD.


Para kerabat yang menunggu di luar ruangan di buat panik ketika melihat tim medis membawa Tania dari ruang ICU menuju IGD dalam keadaan tidak sadarkan diri. Semua cemas terutama orang tua Tania. Mereka segera mengikuti berjalan di belakang tim medis.

__ADS_1


Davina masih tetap menangis , semua menjadi kebingungan. Hingga akhirnya Kirani memberikan satu jalan,


" Bagaimana jika Davina saya beri ASI? Saya juga masih menyusui kedua putri ku".


Mendengar ucapan tersebut Aldo segera menoleh ke arah istrinya sambil berkata,


" Terima kasih sayang, kamu mau menawarkan ASI mu untuk Davina".


"Iya sayang, sebagai seorang ibu aku tidak tega mendengar tangisnya", jawab Kirani.


Beberapa menit setelah menyusu, Davina tertidur. Mungkin dia kelelahan.


Tania yang berada di IGD masih belum juga sadarkan diri. Sepertinya dia sangat syok dengan kejadian itu. Bunda Tania senantiasa berada di sisi putrinya dan menjaganya.


Tak berselang lama akhirnya Tania siuman, namun tubuhnya masih lemas.Bahkan dia belum makan sejak pagi.

__ADS_1


"Ayolah nak kamu makan dulu sedikit saja , biar tidak lemas", rayu Bunda Tania kepada putrinya. Namun Tania hanya menggelengkan kepala.


"Kamu makan ya nak biar nggak sakit..Kalau suamimu sakit dan kamu juga sakit, kasian David dan Davina. Bahkan tadi Davina menangis minta ASI saat kamu sedang pingsan", Bunda Tania mencoba merayu putrinya lagi agar mau makan.


"Davina? dimana dia sekarang Bun? apa dia masih menangis? sini biar aku kasih ASI dulu", Tania berkata sambil memaksa diri untuk bangun.


"Kamu nggak bisa menyusui putri mu dalam keadaan lemah seperti ini. Tadi Davina sudah mendapat ASI dari istrinya Aldo", jawab Bunda Tania.


"Kirani? Dia memberi ASI pada anakku?", Tania bicara sendiri dalam hati dan kembali berbaring karena kepalanya terasa berat.


Hari sudah mulai gelap, Kirani mengajak Aldo untuk pulang. Di dalam ruang ICU Indra di jaga oleh pamannya karena orang tua Indra sudah lama meninggal.


Saat Kirani dan Aldo berpamitan, Davina yang dari tadi tidur di pangkuan bibi Indra tiba tiba terbangun dan mau minta gendong Kirani dengan bahasa isyarat tangannya.


Aldo mengurungkan niatnya karena Davina, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk sementara waktu akan merawat Davina di rumah karena cukup berbahaya jika anak seusia Davina lama lama berada di Rumah Sakit. Selama tinggal bersama Aldo, Kirani yang akan menjadi ibu susu bagi Davina.

__ADS_1


__ADS_2