Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Aku mau


__ADS_3

Ternyata suara tersebut berasal dari Stella.


Orang tua Tania terkejut dengan ucapan Stella. Tapi sebelumnya Mami sudah menceritakan semuanya, sehingga mereka memilih untuk diam dan tidak menanggapi ucapan Stella.


"Apa apaan kamu Stella, tidak sopan memotong pembicaraan orang dan masuk rumah orang tanpa permisi! ", Indra berkata dengan nada yang agak keras kepada Stella.


" Mereka yang apa apaan bicara seenaknya? sudah anaknya numpang dan orang tuanya nggak tahu diri! ", ucapan Stella yang kasar membuat orang tua Tania sangat tersinggung.


Stella tidak tahu bahwa orang tua Tania adalah konglomerat yang punya banyak perusahaan di dalam dan luar negeri.


Bunda Tania ingin membalas ucapan Stella namun di tahan oleh suaminya. Melihat hal itu Indra tak tinggal diam.


"Stella jaga ucapan mu, dan lebih baik kamu pergi dari sini! ", Indra terlihat sangat kesal kepada Stella.


Stella masih tetap tinggal dan tidak mau pergi.Setelah beberapa menit perdebatan antara kedua nya berlangsung, akhirnya Stella juga merasa kesal dan akhirnya meninggalkan rumah Indra.


" Maaf Om dan Tante atas kelakuan Stella", setelah Stella pergi Indra meminta maaf kepada orang tua Tania.


"Tidak apa apa nak, kami mengerti. Mungkin dia masih belum terima jika kamu dekat dengan wanita lain", Ayah Tania menjawab dengan sangat bijak. Namun Bunda Tania masih terlihat kesal mengingat ucapan Stella.


Tania sudah merasa lebih baik, dia duduk di kursi taman malam itu.


Indra berjalan mendekati Tania dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kamu sudah lebih sehat", tanya Indra.


Tania tersenyum sambil mengangguk.


" Maaf jika aku dan keluarga ku sudah merepotkan kamu", kata Tania.


"Jangan bicara seperti itu, aku hanya melakukan tugasku sebagai Dokter", jawab Indra.


Tak berselang lama kemudian Indra menggenggam tangan Tania. Dia memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Tania.


Tania lumayan kaget dengan sikap Indra. Selama ini mereka memang dekat, namun belum pernah bicara hal serius.


"Tania aku ingin tanya sesuatu sama kamu. Maukah kamu menjadi pendamping hidupku", Indra terlihat sungguh sungguh dengan ucapannya.


" Maaf mungkin pertanyaan ku terlalu menekan, tapi memang aku tidak pandai merangkai kata kata untuk merayu. Dan usia kita sudah bukan waktunya untuk bermain main lagi. Aku ingin hal yang serius", Indra kembali melanjutkan ucapannya.


Mendengar kan ucapan Indra, Tania tersenyum tipis.


Setelah beberapa menit terjadi keheningan di antara mereka, akhirnya suara Tania memecah keheningan tersebut.


"Aku mau.. "


Dengan kepala tertunduk dan pipi memerah, Tania memberi jawaban kepada Indra.

__ADS_1


Mendengar hal tersebut Indra sangat bahagia dan sekali lagi mengulangi pertanyaannya.


"Kamu tidak bercanda kan? kamu mau menjadi pendamping hidupku? ",


" Iya, aku mau", sekali lagi Tania menjawab pertanyaan Indra. Namun kali ini Tania tidak dengan menundukkan kepala. Melainkan dengan menatap tajam wajah Indra.


Tatapan mata keduanya berlabuh ke sebuah ciuman hangat malam itu.


Dua insan yang sempat saling haus kasih sayang karena kesendirian, kini telah saling menemukan tambatan untuk berlabuh.


Tak cukup sekali, namun ciuman tersebut terulang berkali kali hingga hasrat keduanya semakin memanas.


Tetapi Indra merupakan laki laki bijak yang bisa mengendalikan nafsu. Dia masih kuat menahan hasratnya hingga hubungan mereka di halalkan.


"Aku akan segera melamar mu dan menikahi mu", Indra terlihat sangat serius dengan ucapannya.


Sementara Tania hanya mengangguk dan selalu menghias bibirnya dengan senyum.


Tania sudah tak sabar ingin segera menceritakan hubungan barunya dengan Indra kepada orang tuanya.


 


(Mohon maaf jika up episode barunya agak lama,tapi jangan lupa ikuti terus kelanjutannya ya.. 😇 Thank you🙏)

__ADS_1


__ADS_2