Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Ingin mengakhiri


__ADS_3

Perlahan kaki Aldo menapaki ruangan tempat Tania di rawat, hati nya benar benar bergemuruh. Langkah nya begitu berat, tapi dia mencoba untuk tetap melangkah.


Sesampai nya di sisi Tania, air mata Aldo tak dapat di bendung lagi. Mulai malam ini dia benar benar akan meninggalkan istri tercinta nya tinggal di Rumah Sakit Jiwa. Impian mereka saat memulai bahtera rumah tangga kini benar benar sirna.


Perlahan tangan Aldo mengelus rambut Tania, lalu mengecup kening nya. Dada nya semakin sesak, berharap semua ini hanya mimpi buruk dalam tidur nya. Tapi ternyata semua ini memang sebuah kenyataan yang harus dia hadapi.


Hari mulai gelap, jam besuk pasien sudah berakhir. Kini Aldo hendak pulang bersama ART nya yang sedari tadi ikut menemani Aldo ke Rumah Sakit Jiwa.


Sementara itu Kirani masih belum bisa memahami keadaan yang sebenar nya, dalam pikiran nya bergelut prasangka baik dan juga prasangka buruk. Ingin mencoba menghubungi Aldo tapi ada perasaan takut, takut jika Aldo tidak begitu memperdulikan nya. Karena bagaimana pun keadaan nya Aldo masih berstatus suami istri yang sah dengan Tania.


Tapi Kirani juga tak mampu berdiam diri terus menerus. Karena pertanyaan pertanyaan yang terus muncul dalam benak nya itu akan senantiasa mengganggu pikiran nya jika belum mendapat jawaban yang pasti dari Aldo tentang apa yang sebenar nya terjadi.


Malam itu hati Kirani benar benar kalut, dia berharap Aldo akan menghubungi nya dulu an. Jadi dia bisa bertanya dengan leluasa.


Namun berbeda dengan yang Kirani harap kan, Aldo justru malah sempat benar benar tidak menghiraukan Kirani sama sekali. Jiwa nya terguncang, bahkan sekarang Aldo sedikit mulai mengerti seperti apa rasa nya gangguan jiwa yang di alami oleh Tania saat pertama kali jiwa nya terguncang.


Malam itu dia menduduki tempat duduk dimana Tania biasa nya meratap ke arah jendela. Ada rasa rindu dan rasa kehilangan yang dalam pada hati Aldo, meski pun selama ini Tania hanya bagaikan patung dan sesekali nya bersuara hanya jika menangis dan menjerit. Tapi dengan masih bisa tetap melihat Tania berada di samping nya, Aldo merasa nyaman. Itu lah sebab nya kenapa Aldo selalu menolak jika Tania di minta untuk di rawat di Rumah Sakit Jiwa. Bukan karena dia tidak memperdulikan keadaan Tania, tapi dia belum siap untuk berpisah dengan Tania dengan cara yang seperti itu.


Aldo ingin sedikit menebus rasa bersalah nya dengan tetap menjaga Tania dengan baik di rumah dan dia perlakukan Tania layak nya seorang istri yang normal jiwa nya walaupun mereka tidak pernah melakukan hubungan suami istri.


Meski semua itu tidak akan pernah merubah keadaan, justru keadaan Tania malah makin memburuk. Tapi ada sedikit rasa kelegaan di hati Aldo karena pernah berusaha tetap bertahan dengan menjaga Tania.

__ADS_1


Malam itu berlalu dengan kekalutan masing masing.Pikiran Kirani di penuhi pertanyaan tentang Aldo, sementara dalam pikiran Aldo justru hanya memikirkan keadaan Tania.


Hingga pagi menjemput dan matahari mulai bersinar menyambut rutinitas setiap insan di seluruh belahan dunia. Di sana terlihat Aldo yang masih belum juga terbangun.Bukan belum terbangun dari tidur yang lelap, melainkan belum terbangun dari lamunan nya.


Hingga waktu menunjuk kan pukul delapan pagi, tempat kerja Aldo masih terlihat kosong. Dua hari dia tidak masuk kerja, dalam keterangan izin nya dia hanya melampirkan keterangan tidak masuk kerja karena kepentingan keluarga.


Alasan itu benar benar membuat Kirani tak bisa tenang. Kala itu dia benar benar merasa bukan siapa siapa bagi Aldo. Semua cinta yang pernah bersemi, semua waktu yang pernah di lalui bersama seakan sirna begitu saja. Bahkan dalam hati nya berniat untuk ingin mengakhiri semua nya. Dia tidak ingin terluka lebih dalam lagi.


Di satu sisi hati Kirani berkata untuk ingin segera mengakhiri semua karena memang kenyataan nya sampai sekarang Aldo pun tak memberi kabar apapun untuk membuat hati Kirani tenang. Itu tanda nya Aldo masih belum serius dengan perasaan nya kepada Kirani. Lalu untuk apa di pertahan kan?


Tapi sisi hati Kirani yang lain mengatakan hal yang berbeda, bagaimana jika saat ini Aldo sedang dalam masalah? Atau mungkin terjadi apa apa dengan Tania hingga membuat Aldo tak sempat menghubungi diri nya? kemaren Aldo juga sempat mengatakan untuk pergi ke Dokter, lali bagaimana kelanjutan nya? jika memang benar benar terjadi masalah pada Aldo bukan kah seharus nya Kirani bisa membantu meringankan beban pikiran nya? bukan malah mengakhiri hubungan secara sepihak hanya karena tidak ada komunikasi. "Begitu egois nya diri ku", Kirani benar benar bingung memikirkan nya.


Mungkin memang sebuah cinta pada dua insan manusia itu selalu memberi insting dan bisa saling merasakan satu sama lain. Karena pada saat yang sama, saat Kirani benar benar terjebak dalam semua keraguan nya, disitu malah Aldo tiba tiba terpikir pada keberadaan Kirani. Seolah olah ada bisikan yang membuat dia harus bergegas memberi kabar kepada Kirani. Menghubungi nya serta menceritakan semua kepada Kirani agar semua keraguan hati Kirani bisa terjawab.


Kriiiiing.. kriiiing..


Mata Kirani berbinar setelah tahu siapa nama yang tertulis di panggilan tersebut, bergegas dia menjawab panggilan tersebut..


"Halooo.. "


"Halooo Sayang, maaf aku dari kemaren tak sempat menghubungi mu"

__ADS_1


Mendengar satu saja perkataan dari Aldo, Kirani seperti ingin membuang jauh pikiran nya yang tadi hendak ingin mengakhiri hubungan nya dengan Aldo. Satu perkataan dari Aldo tersebut seolah sudah menjawab keraguan nya meski mulut Kirani belum sempat menanyakan nya kepada Aldo.


"Iya nggak apa apa, memang nya apa yang terjadi sampai kamu tidak masuk kerja lagi hari ini? "


"Aku tidak bisa menceritakan semua nya di telepon, nanti pulang kerja aku tunggu kamu di kost"


"Baik lah, tapi kamu sehat sehat aja kan? "


"Aku sehat sehat kok"


"Kamu sudah makan apa belum"


"Aku lagi nggak nafsu makan, aku belum makan sejak tadi malam"


"Astaga kamu jangan seperti itu, gimana kalau nanti kamu malah sakit? kamu harus tetap makan meski pun nggak selera. Kalau kamu sakit siapa yang akan menjaga kamu? dan siapa pula yang akan menjaga Tania? "


Mendengar nama Tania membuat dada Aldo kembali sesak, hingga Aldo pun mengakhiri percakapan nya dengan Kirani.


"Iya nanti aku akan segera makan, kamu hati hati dan semangat ya kerja nya. Sampai jumpa lagi nanti sore"


" Iya sudah, hati hati juga di sana ya. Aku sangat mengkhawatir kan keadaan mu".

__ADS_1


....


(kasih koment ya)


__ADS_2