Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Hikmah


__ADS_3

Empat puluh lima menit Dokter memberi penanganan kepada David, dan kemudian keluar untuk memberikan keterangan.


"Bagaimana keadaan putraku kawan?", tanya Indra kepada rekannya sesama Dokter.


Sang Dokter tersenyum lebar sambil menepuk punggung Indra, "Semua baik baik saja, hanya luka luar. Memang ada beberapa jahitan, tapi untuk organ dalam sejauh ini tidak ada cidera. Kini tinggal menunggu beberapa waktu untuk melihat dia siuman dan jika sudah siuman David bisa langsung di pindah ke ruang perawatan".


Penjelasan dari Dokter tersebut memberikan sedikit ketenangan kepada Indra.


"Lakukan yang terbaik kawan, aku percaya padamu", kembali Indra memohon kepada rekannya. Hatinya masih belum saja lega jika belum bisa melihat senyum putranya kembali.


Satu jam kemudian David sudah bisa di pindahkan ke ruang perawatan. Matanya sudah terbuka meski wajahnya masih terlihat lemas karena syok.


Indra tidak tega melihat keadaan putranya.


Dia sangat ingin mencari tahu siapa orang yang sudah menabrak putranya dan telah melarikan diri tadi pagi.

__ADS_1


Tania berusaha menenangkan Indra, saat ini dia meminta untuk fokus dulu pada David agar David lekas membaik.


"Tante", mulai terdengar suara lemah keluar dari mulut David.


Dan panggilan itu tertuju pada Tania.


"Iya sayang, tante di sini. Tante akan selalu ada di sini jagain kamu", Tania berkata sambil mencium tangan David.


Dua puluh empat jam Tania merawat David sampai akhirnya berangsur angsur keadaannya mulai membaik.


"Kamu nggak perlu berterima kasih mas, David juga akan menjadi putraku. Aku akan menyayanginya dan menjaganya tanpa kamu minta. Selain itu dalam hidupku mungkin hanya pada David saja lah aku bisa mencurahkan kasih sayang sebagai seorang ibu, karena aku tidak mungkin bisa mempunyai seorang anak karena sudah tidak memiliki rahim lagi. David adalah titipan berharga bagiku", Tania nampak bersedih saat mengingat bahwa dirinya tidak bisa hamil lagi seperti wanita lainnya.


Indra yang tidak kuasa melihat kesedihan Tania, segera meraih tubuh Tania dan memeluknya.


"Kamu jangan khawatir, aku dan David akan menjadi pelengkap di hidupmu. Jika kamu bisa menyayangi David sepenuh hati, maka aku pun juga bisa memberikan hidup dan matiku hanya untuk menjagamu dan menyayangimu", Indra berkata sambil menitikkan air mata.

__ADS_1


Air mata Tania pun ikut mengalir, dia begitu bahagia dan terharu melihat ketulusan Indra.


Ternyata ada air mata juga yang ikut menetes dari balik pintu. Stella yang biasanya selalu mengutamakan ego dan amarahnya kini menjadi sesosok wanita lemah yang tak mampu menahan air matanya.


Dia menyesal dengan kejadian demi kejadian. Dia telah mencelakakan putranya, dia juga telah berpikir buruk pada Tania bahkan sangat membenci dan melakukan segala hal untuk menyingkirkan Tania.


Namun ternyata Tania begitu tulus. Tania tak seberuntung dirinya yang masih menjadi wanita seutuhnya. Tania sudah kehilangan rahim, sementara dirinya masih memiliki apa yang tidak dimiliki Tania.


Jika saja Stella bisa berdamai dengan dirinya sejak awal, mungkin dia juga akan menemukan kebahagiaan. Dia harus bisa membuka hati untuk laki laki lain dan menerima kenyataan bahwa memang Indra bukanlah jodohnya.


Stella masih bisa memiliki putra atau putri lagi jika dia menikah dengan orang lain. Daripada dia selalu menanamkan kebencian yang akhirnya akan membawa dia ke dalam penyesalan.


Namun tak luput semua terjadi karena sudah menjadi suratan Tuhan. Kini Stella hanya bisa merenung dan mengambil hikmah dari semua yang telah terjadi. Bahkan dia menyadari tentang keegoisan nya selama bertahun tahun meninggalkan David dan Indra demi memilih pendidikan dan karir.


Namun ternyata cinta kasih keluarga itulah yang bisa membawa kepada kebahagiaan sesungguhnya.

__ADS_1


(Kasih like komen and favorit ya teman teman😍😍🀩🀩)


__ADS_2