
Rekan rekan Aldo yang sempat melihat kejadian itu malah tersenyum menggeleng kan kepala sambil berkata, "Sikat Al, jangan sampai lepas. Jangan cuma di peluk aja tapi sekalian di cium biar ketagihan.... ".Rekan rekan Aldo malah menggoda mereka. Di tempat mereka bekerja memang kebanyakan pegawainya ada lah laki laki. Cuma ada dua pegawai perempuan yaitu Kirani dan teman nya Kinan.
Pelukan itu terlepas saat waktu sudah menunjukkan pukul 07.50 dan itu arti nya sepuluh menit lagi aktifitas pekerjaan mereka akan di mulai.
Kehidupan Aldo menjadi lebih berarti semenjak jalinan hubungan nya dengan Kirani, Kirani pun tak kalah bahagia. Bagaimana tidak, Aldo adalah cinta pertama nya dan sekaligus kekasih pertama nya. Dan Kirani berharap Aldo menjadi cinta pertama dan terakhir nya, menjadi kekasih pertama dan pendamping hidup selama nya.
Sungguh indah membayangkan nya, tapi tiba tiba Kirani mengingat Tania. Mengingat kondisi nya, status nya dan terlebih mengingat cinta Aldo kepada Tania yang amat besar. Bagaimana jika suatu saat Tania benar benar sembuh dan kembali. Siap kah Kirani mendapat luka yang amat dalam dan berpisah dengan Aldo?? Pertanyaan itu selalu menghantui pikiran nya.
Lamunan Kirani terhenti setelah terdengar ada bunyi ponsel di tas nya. Di sana tertulis ada nama Kayla yang sedang mengirim pesan.
Kayla : Kirani, gimana keadaan mu? apa kamu sudah mengajukan pengunduran diri?
Kirani : Nggak jadi Kay, aku masih tetap bekerja di sini.
Kayla : Oh gitu. Syukur deh, terus masalah kamu dengan Aldo gimana?
Kirani : Nanti malam aku hubungi lagi ya.. aku mau cerita banyak sama kamu..
Kayla : Oke.. aku siap jadi pendengar
Kirani : Thanks kay, kamu memang sahabat terbaik ku. Aku lanjut kerja ku dulu ya..
Kayla : Oke, kamu baik baik di sana. Dan yang semangat lagi kerja nya. (emoji semangat 💪💪)
Kirani : (emoji jempol 👍👍)
__ADS_1
Waktu istirahat telah tiba, Aldo menghampiri Kirani untuk mengajak nya makan siang bersama seperti biasa.
"Sayang ayo kita makan", kata Aldo.
Lalu di jawab Kirani dengan senyuman dan Kirani pun lekas berdiri dan berjalan membuntuti Aldo. Sambil tangan mereka saling menggenggam dalam gandengan.
Hati Kirani selalu berbunga bunga bila Aldo menyentuh nya , menggoda nya apalagi mencium nya.Walau pun terkadang Kirani terlihat jual mahal. Karena itu adalah pengalaman pertama dalam hidup nya.
Aldo juga semakin menaruh rasa cinta yang dalam kepada Kirani, walau pun dia tidak pernah bisa menghapus Tania dalam hati nya. Bagaimana pun juga, Tania adalah wanita yang telah di nikahi nya dan pernah mengandung benih dari nya. Hingga keadaan Tania menjadi seperti sekarang itu karena menikah dengan nya. Aldo selalu menyalahkan diri dengan apa yang terjadi pada Tania.
Namun kini ada Kirani yang juga menempati ruang di hati nya. Andai di suruh memilih Aldo tak bisa memilih salah satu di antara mereka. Karena mereka berdua mempunyai posisi yang sama di hati Aldo, meski pun perkenalan nya dengan Kirani baru beberapa bulan.
"Sayang, mau nyobain makanan ku? sini aku suapin", Aldo mencoba memanja kan Kirani sambil tangan nya membawa sendok ke arah mulut Kirani.
Kirani tak bisa menolak dan kemudian melahap makanan itu, dalam hati Kirani berkata, " Ternyata Aldo juga pandai memperhatikan dan memanja kan wanita" sambil tersenyum dia mengunyah makanan yang telah di suapkan Aldo hingga beberapa kali.
Waktu pulang pun tiba, dan ternyata gerimis masih tetap menjemput kepulangan mereka. Hingga akhir nya kejadian tadi pagi terulang kembali. Bersepeda dalam gerimis serta pelukan hangat di dalam jas hujan.
Sebagai laki laki dewasa, apalagi sudah hampir satu tahun dia menahan hasrat untuk istri nya tentu nya tidak dapat di pungkiri gairah itu akan muncul saat Aldo bersentuhan dengan Kirani. Tapi sayang Kirani yang polos belum peka terhadap hal itu.
Sesampai nya di depan kost mereka turun, Kirani dengan buru buru masuk lalu lekas ke kamar mandi dan sekalian mandi karena terpaan angin bersama dengan hujan membuat air hujan menembus punggung nya hingga baju nya kebasahan.
Berbeda dengan Aldo, dia sama sekali tidak basah atau dingin. Yang ada malah dia mendapat kehangatan pelukan Kirani sepanjang jalan.
Sepuluh menit berlalu Kirani keluar dari kamar mandi, tubuh nya terlihat segar dan wangi membuat Aldo tergoda. Bahkan sempat terlintas dalam pikiran Aldo untuk merebahkan tubuh itu di kasur lalu mencumbui nya. Tapi tidak, Aldo masih mampu mengendalikan hasrat nya. Yang berani dia lakukan paling hanya memeluk dan mencium kening serta bibir Kirani.
__ADS_1
"Sayang sini aku mau ngomong sesuatu", Aldo menarik tangan Kirani dan meminta nya duduk di samping nya. Kirani hanya menurut saja apa kata Aldo.
" Ada apa sayang? ", Kirani mencoba untuk tidak kaku lagi saat memanggil sayang kepada kekasih nya.
" Aku mau nagih hutang sama kamu", Aldo berkata sambil menarik dagu Kirani dan di hadap kan ke wajah nya.
Kirani langsung melengos karena tahu maksud hutang yang di kata kan Aldo. "Nggak mau ah, aku belum bisa bayar sekarang", Kirani mencoba menolak manja.
" Oke, kalau gitu kamu aku kasih denda seratus persen", Aldo semakin menggoda Kirani.
Kirani langsung menoleh ke arah Aldo sambil sedikit melotot, "Kok pake denda segala sih, kayak rentenir", sahut Kirani.
Aldo tersenyum kecil sambil melingkar kan tangan nya ke perut Kirani dari belakang. Kirani awal nya geli tapi lama lama pelukan itu terasa nyaman. Bahkan Kirani menyandarkan kepala nya di dada Aldo yang duduk di belakang nya.
" Kalau hutang itu nggak di bayar hari ini berarti besok doble dua kali. Kalau bayar nya lusa berarti menjadi tiga kali dan seterus nya. Semakin di tunda akan menjadi semakin banyak", Aldo terus menggodai Kirani.
"Kok gitu sih, aku cicil aja boleh ya? ", Kirani malah berbalik tanya .
" Boleh, tapi sisa nya tetap kena denda", jawab Aldo yang membuat Kirani membalik kan badan dan hendak mencubit pinggang Aldo.
Namun bukannya mencubit justru Kirani malah langsung mendapat serangan dadakan. Aldo langsung menangkap bibir nya dan Kirani tak punya sela untuk menghindar. Ciuman Aldo sudah membuat Kirani ketagihan meski Kirani sedikit malu mengakui nya.
"Kamu nakal, hutang nya sudah lunas loh ya", Ucap Kirani sambil tetap meneruskan tujuan awal nya untuk mencubit pinggang Aldo sampai Aldo sedikit meringis.
" Belum lah, masih kurang satu", Aldo membuat Kirani semakin jengkel tapi juga nyaman bersama nya.
__ADS_1
Mereka terus saling menggoda satu sama lain hingga waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Aldo pulang lebih awal dari pada kemaren karena gerimis masih belum juga reda.
....