
Tiga hari ini para asisten di rumah Aldo di sibukkan dengan banyak pekerjaan pasca pernikahan Aldo dan Kirani. Bahkan malam ini pun mereka lembur untuk beres beres.
Sementara Aldo dan Kirani masih sibuk dengan para tamu yang masih berdatangan. Mereka kebanyakan adalah rekan serta kerabat Aldo dan juga Kirani yang bertempat tinggal jauh dari kota mereka. Sengaja datang walaupun tidak tepat waktu.
Sampai waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 malam, barulah tamu terakhir mereka pulang. Sepasang pengantin itu terlihat sangat lelah dan ingin segera beristirahat.
"Sayang, aku bener bener capek. Bolehkah jika kita menunda dulu malam pertama kita? ", Kirani bertanya kepada suaminya.
Mendengar semua itu Aldo tersenyum, "Baiklah sayang, sepertinya kamu juga belum siap. Kita masih banyak waktu".
Kirani membalas senyum Aldo, sepertinya suaminya bisa membaca pikirannya karena memang malam ini dia belum siap untuk malam pertamanya.
Kirani pun akhirnya terlelap dalam pelukan Aldo. Hari sudah menyambut pagi, mentari bersinar dengan cerah secerah hati sepasang pengantin baru.
Mereka mengambil cuti satu minggu untuk menikmati bulan madu yang sudah mereka rencanakan. Namun mengingat kesehatan Mami yang kurang baik karena terlalu kelelahan mengurus acara pernikahan mereka, jadi acara bulan madu di tunda dan rencananya akan di batalkan.
"Maaf sayang kita terpaksa membatalkan rencana bulan madu kita karena Mami kurang sehat", Aldo berkata kepada istrinya sambil memeluk tubuhnya dari belakang yang tengah berdiri di depan jendela kaca di kamarnya.
" Dimana pun tempatnya asal bersama kamu itu sudah jadi bulan madu bagiku", jawab Kirani sambil mengeratkan pelukan suaminya.
"Kalau gitu ayo kita bulan madu sekarang, aku yakin lelah mu tadi malam sudah pulih", Aldo berkata sambil mencium pipi istrinya.
" Tapi sayang, ini masih pagi bahkan kita baru bangun tidur? ",
" Memangnya kenapa, kita kan sudah SAH. Mau pagi siang atau sore ya sah sah aja", jawab Aldo dengan enteng dan langsung menggendong tubuh istrinya ke ranjang tanpa menunggu persetujuannya.
Kirani hanya pasrah dan menurut, karena itu memang kewajiban dia sebagai seorang istri dan seluruh tubuhnya adalah hak suami.
Aldo membaringkan istrinya di ranjang dan mulai mencumbunya, Kirani terlihat memejamkan mata karena ini kali pertama tubuhnya mendapat sentuhan yang intim.
Di menit berikutnya Aldo telah membawa Kirani ke surga dunia meski dengan menahan sedikit rasa sakit di organ vitalnya.
Setelah selesai ritual malam pertama, (ups pagi pertama🤭😁) mereka bergegas mandi karena Mami pasti sudah menunggu mereka untuk sarapan.
Namun ternyata kali ini Mami tidak menunggu mereka sampai di meja makan karena Mami sudah lebih pagi menyantap sarapannya. Mungkin beliau tahu kalau pagi ini pengantin baru itu mungkin akan bangun kesiangan. Dan mungkin selama cuti seminggu ke depan akan selalu bangun kesiangan.
__ADS_1
(Maklum lah Mami, kan lagi lembur banyak kerjaan😁😁)
Keduanya tergesagesa menuruni anak tangga untuk segera ke meja makan, mereka khawatir jika Mami terlalu lama menunggu mereka. Dan ternyata meja makan tersebut tak berpenghuni.
Aldo mencoba bertanya kepada Bi Ningsih, dan kemudian Aldo mengerti kenapa Mami tak ada di meja makan. Karena beliau sudah sarapan lebih awal.
Akhirnya mereka sarapan berdua.
"Gimana? rasanya enak? " tanya Aldo.
"Enak, masakan Bi Ningsih selalu enak", jawab Kirani santai.
"Bukan makanannya, tapi yang tadi? ", Aldo mulai menggoda.
Kirani tak menjawab, dia langsung mengambil minumannya karena hampir saja tersedak mendengar pertanyaan suaminya yang ternyata bukan bertanya tentang makanan.
" Abis sarapan nanti lagi ya, biar Mami seneng", Aldo membuat istrinya mengerutkan kening.
"Mami, kok Mami yang seneng? ", tanya Kirani yang tak mengerti maksud perkataan suaminya.
Sementara Kirani yang mendengar jawaban suaminya hanya tersenyum dan kembali menyendok makanannya.
"Makan yang banyak biar nggak lemes", Aldo membuat pipi istrinya semakin memerah.
" Kenapa harus malu? aku kan sudah milikmu seutuhnya. Bahkan kapanpun kamu menginginkannya kamu bisa memintanya kepadaku", kata Aldo sambil mengelus rambut istrinya. Dan Kirani hanya mengangguk.
Selesai sarapan mereka kembali ke kamar dan melanjutkan ritual tahap kedua agar Mami segera menimang cucu.
Kirani nampak kelelahan hingga terlelap di dalam selimut, Aldo yang melihatnya hanya tersenyum. Istrinya memang benar benar gadis yang lugu dan penurut.(ups, mantan gadis yaa🤭).
Hari mulai siang, perut Kirani terasa lapar, dia melihat suaminya sudah tidak ada di kamar. Kirani segera mandi dan keluar untuk mencari keberadaan suaminya serta berniat untuk makan siang.
Sesampainya di bawah ternyata di ruang keluarga Aldo sedang berbincang bincang dengan Mami sambil menonton televisi. Kirani pun ikut gabung.
"Kamu sudah bangun nak? ", tanya Mami yang membuat Kirani agak malu karena tadi pagi dan siang ini selalu turun terlambat dengan aroma rambut yang kebasahan karena keramas.
__ADS_1
" Iya Mi, maaf Kirani ketiduran", jawab Kirani dengan canggung.
"Nggak apa apa,kenapa pakai minta maaf? ini kan rumah kamu. Kamu boleh ngapain aja di rumah ini, kamu mau tidur kapan aja juga boleh", jawab Mami sambil tersenyum kemudian menikmati secangkir teh yang di sajikan oleh Bi Ningsih.
" Kamu nggak lapar? ", Kirani bertanya kepada suaminya.
" Kalau kamu lapar kamu makan aja dulu, nanti aku nyusul. Mami tadi juga sudah makan sebelum minum obat", jawab Aldo sambil menyingkap rambut istrinya ke belakang telinga.
"Aku tungguin kamu, kita makan bareng aja", Kirani mulai bersikap manja kepada suaminya.
" Buruan kamu ajak makan istrimu Aldo", perintah Mami kepada putranya.
Aldo pun menurut kemudian menggandeng istrinya ke meja makan.
"Seperti nya abis ini harus nambah stok makanan di kamar", kata Aldo memulai percakapan.
" Buat apa? ",
" Tentu saja buat istriku, karena abis ini istriku bakalan lebih sering lapar dari sebelumnya",
"Memangnya kamu tidak sering lapar juga? ",
Kirani bertanya kepada suaminya.
" Kalau lapar aku makan kamu", Aldo berkata sambil mencolek dagu istrinya.
Kirani hanya tersenyum, senyum bahagia yang sejak beberapa hari lalu terpancar di bibirnya.
Dan benar saja, setelah mereka makan siang pukul 12.00 siang ternyata belum sampai pukul 16.00 sore perut Kirani sudah kembali keroncongan.
Tentu saja setelah melakukan lagi ritual entah berapa tahap dengan suaminya hingga menguras habis tenaganya.
Tapi kali ini Aldo ingin mengajak Kirani makan di luar serta berbelanja beberapa stok makanan dan minuman yang akan di jadikan persediaan. Bahkan Aldo akan menaruh satu kulkas di dalam kamarnya agar tak perlu keluar kamar untuk mengambil buah, snack ataupun minuman. Tentu saja buat stok bahan bakar istrinya🤭😁. (Semangat ya bang biar Mami cepat menimang cucu😁)
-----
__ADS_1
(Buat para pembaca jangan bosen menanti episode selanjutnya😇🙏)