
"Bunda..aku rindu sama bunda " Tania menangis sambil memeluk Bundanya.
"Bunda juga rindu sama kamu", jawab Bunda Tania.
Tapi tiba tiba Tania melepaskan pelukan Bundanya sambil melontarkan sebuah pertanyaan.
" Kenapa dulu Bunda tidak pernah menjengukku di Rumah Sakit? dan kenapa Bunda meninggalkan aku sendiri di sini? apa Bunda malu punya anak yang pernah gila?"
Mendengar pertanyaan putrinya Bunda semakin tersedu sambil menggelengkan kepala.
"Tidak, Bunda tidak pernah malu. Ada sesuatu yang tidak kamu ketahui. Dan bahkan Bunda baru mengetahui kebenaran itu tadi malam setelah mantan ibu mertua kamu menelepon Bunda".
" Kebenaran tentang apa Bun? ", tanya Tania.
"Kebenaran jika ternyata kamu masih hidup", jawab Bunda dengan terus berderai air mata.
" Apa maksud Bunda? ", Tania masih tak paham.
Bunda mulai menghentikan tangisnya, beliau menyeka air mata dan kemudian mulai bercerita.
__ADS_1
" Kakak angkat mu Martha telah membohongi Ayah dan Bunda. Dia mengatakan bahwa kamu telah meninggal waktu di rawat di Rumah Sakit. Dan yang kamu derita adalah penyakit menular sehingga jenazah kamu tidak boleh di bawa pulang dan di kuburkan di pemakaman Rumah Sakit tersebut.
Martha membuat dokumen dokumen seolah olah nyata kamu telah tiada. Ayah dan Bunda sangat terpukul, sehingga Martha berinisiatif untuk mengajak kami pindah jauh dari negara ini karena memang bisnis ayah kamu ada yang di jalankan di London.
Martha ingin menguasai seluruh warisan dari Ayah dan Bunda dengan meniadakan kamu. Kami sangat marah dan kecewa saat kami tahu ternyata kamu masih hidup",Bunda Tania berkata dengan wajah yang geram.
Sementara Tania hanya terpaku mendengar berita itu.
Ayah Tania yang dari tadi berdiri di belakang istrinya lalu duduk di samping Tania.
"Kamu adalah harta berharga untuk kami, walaupun kami harus kehilangan sebagian aset kami itu tidak masalah asalkan kamu bisa kembali".
" Apa maksud ayah kehilangan sebagian aset? ", Tania masih belum mengerti.
" Martha sudah mengalihkan sebagian aset atas namanya tanpa sepengetahuan kami. Tadi malam saat kami mengetahui semua kebenaran ini, kami sangat marah dan kesal sehingga spontan kami langsung mengusir Martha dari rumah kita.
Dan sungguh tidak ayah duga ternyata Martha mengakui perbuatannya. Bahkan dia sengaja melakukan semua itu untuk mendapat hak penuh atas harta kita", jawab Ayah Tania dengan wajah lesu.
"Kenapa kasus ini tidak di limpahkan ke kepolisian?", tiba tiba Indra menyela.
__ADS_1
" Tadi malam seluruh isi pikiran kami hanya tertuju pada Tania. Pada waktu itu yang terlintas hanya mengusirnya dan segera berangkat ke Indonesia agar segera bertemu Tania dan meluruskan masalah ini. Mungkin setelah ini kami akan mengurusnya, namun hukum di negara ini dan di sana itu berbeda. Ayah akan menyewa pengacara dari London untuk mengurus kasus ini, karena saat ini kami masih berdomisili di London", Ayah Tania mengakhiri penjelasannya.
Sejak Bunda mulai bercerita dan di lanjutkan oleh penjelasan Ayah, Tania hanya terdiam. Kepalanya tiba tiba pusing.
Indra yang melihat kondisi Tania sedang tidak baik, langsung membawa Tania meninggalkan restoran tersebut menuju klinik pribadinya.
Dengan di iringi Ayah dan Bunda Tania dan juga Mami, mereka bersama sama menuju klinik.
Sesampainya di klinik Indra segera memeriksa keadaan Tania.
Ayah dan Bunda Tania nampak begitu cemas. Mereka sangat mengkhawatirkan keadaan putrinya.
Sekitar sepuluh menit kemudian Indra keluar dari ruang pemeriksaan.
"Bagaimana keadaan Tania nak? ", tanya Bunda Tania.
" Tania sedikit syok.Dia harus beristirahat dan jangan di beri beban pikiran yang berlebih karena itu akan mengganggu sistem syarafnya", jawab Indra menjelaskan tentang keadaan Tania.
--------
__ADS_1
(Like koment dan favoritnya ya di tunggu)