
Hari itu Kirani dan bayinya sudah di perbolehkan pulang,namun sampai saat ini Kirani masih melarang Aldo untuk mengabari orang tuanya jika dia sudah melahirkan.
Kirani takut saat orang tuanya mengunjungi dirinya, maka mereka akan bertemu dengan Tania. Dan jika mereka tahu bahwa Kirani tinggal serumah dengan Tania, pasti Kirani akan di ajak pulang ke rumah orang tuanya karena mereka tidak ingin melihat dirinya tersakiti.
Sementara Kirani masih ingin tetap tinggal di rumah Aldo untuk mempertahankan keluarganya. Awalnya Kirani berniat untuk mengalah dan melepaskan saja Aldo untuk Tania karena dirinya selalu merasa bersalah. Namun setelah tahu sifat buruk Tania, Kirani berubah pikiran. Dia ingin berusaha sekuat tenaga untuk menjaga keutuhan rumah tangga mereka.
Mami sangat mengerti kekhawatiran yang di rasakan Kirani, beliau mempunyai satu rencana agar orang tua Kirani tidak bertemu Tania saat berkunjung ke rumahnya.
Hari itu Mami menyuruh Tania dan di temani oleh seorang asisten untuk pergi ke vila, dengan alasan vila tersebut lama tidak di kunjungi dan mungkin perlu di bersihkan.
Mami menjanjikan upah yang lumayan besar untuk masing masing orang. Akhirnya dengan di antar supir, Tania dan satu orang asisten lagi berangkat ke vila. Tania hanya menurut saja, karena saat ini misinya masih dalam tahap bekerja keras demi mencapai hasil yang sempurna.
Orang tua Kirani datang menjenguk cucu pertamanya, mereka nampak bahagia. Kirani juga terlihat sangat bahagia dengan kedatangan mereka. Walaupun ada masalah besar dalam rumah tangganya, tapi dia tidak mau orang tuanya mengetahui hal itu. Kirani tidak tega jika melihat orang tuanya ikut khawatir dan bersedih.
Mereka menginap satu malam di rumah Aldo, sementara Tania juga masih di vila. Keesokkan harinya saat orang tua Kirani sudah berpamitan untuk pulang, barulah Tania di beri perintah untuk kembali ke rumah.
Raihan Purnama Raditya, nama putra pertama Aldo yang baru berusia tiga hari. Kehadirannya membawa suasana baru di rumah itu, terutama membawa kebahagiaan yang lebih kepada omah nya.
"Ganteng nya cucu omah, besok jadi anak yang pintar ya ", Mami terlihat menimang cucunya.
Tak lama kemudian ada suara ketukan pintu, Aldo pun lekas membukakan pintu dan ternyata ada Tania yang sedang berdiri di balik pintu. Dia langsung mengumbar senyum lebar kepada Aldo sambil berkata, " Boleh aku melihat putramu? ",
Aldo menganggukkan kepala dan menyuruhnya masuk.
Kirani yang melihat Tania masuk ke kamarnya merasa waswas, apalagi setelah Mami pamit untuk kembali ke kamarnya dan menaruh Raihan di tempat tidurnya.
__ADS_1
Tania mendekat ke arah tempat tidur Raihan dan berniat untuk menggendongnya, Kirani yang melihatnya hal itu rasanya ingin berlari untuk meraih Raihan sebelum Tania meraihnya. Namun tubuh Kirani masih lemah dan harus banyak istirahat pasca melahirkan secara normal.
Akhirnya Kirani hanya bisa melontarkan kata kata kepada Tania, "Biarkan dia tidur, dari tadi dia susah untuk tidur".
Tania pun menghentikan gerakannya sambil melihat ekspresi Aldo. Dan memang Aldo sedikit kebingungan dengan sikap Kirani, karena sebelumnya dia tidak pernah melarang siapapun menggendong Raihan meski dalam keadaan tertidur.
Tania kemudian mengucapkan kata kata yang sengaja mengundang perhatian Aldo,
"Maaf, aku minta maaf. Aku hanya terlalu haru jika melihat seorang bayi, karena tidak mungkin aku bisa memilikinya. Aku akan keluar, sekali lagi aku minta maaf".
Tania segera membalikkan badan dan hendak keluar, dan langkahnya terhenti dengan panggilan Aldo.
" Kalau kamu ingin menggendongnya, gendong saja. Nanti kalau dia terbangun biar aku tidurkan lagi".
Mendengar hal itu hati Tania berbunga bunga, memang itu yang dia rencanakan.
Kini tinggal Tania, Kirani dan bayinya yang berada di kamar tersebut. Dengan tersenyum Tania perlahan mendekati Kirani sambil masih menggendong Raihan, lagi lagi dia melontarkan kata kata yang membuat Kirani merinding,
"Jangan suka bermain api dengan ku, karena kamu sendiri yang akan terbakar. Oh tidak, bukan hanya kamu tapi bayi mungil mu ini juga akan ikut tersengat. Jadi ikuti saja permainanku, dalam dua atau tiga minggu lagi suamimu akan semakin muak dengan sikapmu. Aku pastikan itu".
Kirani hanya menggelengkan kepala, dia tidak bisa berbuat apa apa. Bagi seorang wanita yang polos seperti Kirani, Tania adalah singa betina yang bisa menerkamnya sewaktu waktu.
Raihan mulai menangis, dan hal itu membuat Tania semakin tersenyum.
"Sini berikan anak ku", Kirani mengulurkan kedua tangannya untuk meminta Tania memberikan Raihan ke pelukannya.
__ADS_1
Namun Tania malah menjauh dan membiarkan Raihan menangis sambil terus tersenyum bahagia.
Aldo yang mendengar tangisan putranya segera masuk ke kamar. Tania mendengar pintu hendak terbuka, dia segera berpura pura menenangkan Raihan untuk mencari perhatian Aldo.
Hati Kirani semakin geram dengan sikap Tania, sehingga tanpa sengaja Kirani berkata kasar kepada Tania, "Sini berikan Raihan padaku! ".
Tidak seperti tadi yang tersenyum dan senang melihat Raihan menangis, Tania malah langsung memberikan Raihan kepada Kirani dengan memasang wajah yang memelas.
" Sekali lagi aku minta maaf, aku membuat dia menangis. Mungkin dia tahu kalau aku tidak pernah bisa menjadi seorang ibu", Tania segera keluar kamar setelah kira nya mampu menarik perhatian Aldo lagi.
Setelah Tania keluar dari kamar itu, Aldo nampak kesal dengan sikap Kirani kepada Tania.
"Kenapa kamu berkata kasar kepada Tania, bukankah kamu juga seorang wanita? Bagaimana jika kamu ada di posisi Tania yang tidak akan pernah bisa mengandung lagi? ".
Kirani terkejut dengan ucapan suaminya, andai saja dia tahu yang sebenarnya bahwa Tania hanya berpura pura memelas di depannya saja.
" Kenapa kamu bicara seperti itu kepadaku, kamu nggak tahu yang terjadi sebenarnya? ", Kirani hampir tidak bisa menahan emosinya.
" Apa yang tidak aku ketahui, katakan! Aku tahu kamu merasa tidak nyaman dengan keberadaan Tania di rumah ini, tapi tidak seharusnya juga kamu bersikap seperti itu kepada dia. Bukankan dia selalu bersikap baik kepada kita? bahkan dia melakukan pekerjaan seorang pembantu yang tidak pernah dia kerjakan selama dulu dia menjadi istriku", Aldo juga terlihat tidak bisa mengendalikan emosinya.
"Aku tidak bisa mengatakannya, karena kamu pasti tidak akan mempercayai ucapanku. Kamu pasti akan membela Tania", Kirani nampak kecewa dengan sikap suaminya.
" Tentang hal apa? katakan! ", Aldo sedikit meninggikan suaranya.Dan hal itu malah membuat Kirani tak mampu menjawab pertanyaan Aldo, melainkan dirinya malah menangis sambil memeluk erat putranya.
Selama mereka menikah dan bahkan selama Kirani mengenal Aldo, baru kali ini suaminya berkata kasar kepadanya.
__ADS_1
-------
Buat para pembaca jangan lewatkan episode selanjutnya ya.. dan jangan lupa like, koment and favoritnya ku tunggu😇😇