Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Ada Harapan


__ADS_3

Indra masih saja melanjutkan tawanya bahkan saat sudah berada di mobil.


"Udah dong mas, ini semua gara gara kamu", bibir Tania mengerucut.


"Iya.. iya.. aku minta maaf nanti aku ulangi lagi deh..",Indra malah menggoda Tania hingga akhirnya cubitan mendarat di bahunya.


 


Siang hari Raihan menangis karena badannya demam, Kirani segera menelepon suaminya.


Aldo pulang lebih awal dan membawa Raihan ke Dokter. Saat sampai di klinik justru Kirani tiba tiba merasa pusing, sehingga dia pun sekalian ikut di periksa oleh Dokter.


Selesai memeriksa Raihan, Kirani bergantian masuk ke ruang pemeriksaan. Sementara Aldo menungggu di luar dan Raihan berada di pangkuan Bi Ningsih.


Setelah Dokter keluar, Aldo segera menanyakan keadaan istrinya.


"Gimana dengan istri saya Dok? apa dia baik baik saja?", Aldo bertanya dengan antusias.


"Selamat Tuan, anda akan kembali menjadi ayah untuk putra kedua", ucap Dokter tersebut dan membuat Aldo melongo terkejut.


"Selamat Tuan", Bi Ningsih juga memberi selamat kepada Aldo.

__ADS_1


Aldo tersenyum lalu kembali bertanya kepada Dokter apakah dia sudah di perbolehkan untuk bertemu dengan Kirani? Saat di perbolehkan Aldo langsung masuk ke ruangan dimana Kirani berbaring.


Sesampainya di dalam ruangan tersebut ,Aldo menyambar kening Kirani sambil tersenyum dan mengucapkan selamat.


"Selamat ya, kamu akan menjadi ibu lagi buat adiknya Raihan"


Kirani terkejut, "Benarkah? secepat itu?"


"Iya dong, kan Daddy nya jagoan", Aldo menjawab dengan bangga.


Mereka tidak sabar untuk segera pulang dan menyampaikan berita bahagia tersebut kepada Mami.


-----------


Wanita tersebut tidak memiliki riwayat penyakit ginjal, melainkan memang ginjalnya tinggal satu karena yang satunya sudah dia donor kan kepada orang lain karena terhimpit ekonomi. Dia mendapatkan banyak rupiah dari ginjal yang dia jual untuk biaya sekolah kedua anaknya dan pengobatan ibunya yang sakit parah. Walaupun resikonya dia yang harus menderita.


Wanita tersebut tulang punggung keluarga sehingga jika dia sakit maka keluarganya akan terbengkalai.


Kondisinya saat ini sangat lemah, bahkan dia berniat untuk menjual organ tubuhnya lagi yang bisa menghasilkan uang. Dan dia berniat menjual rahimnya, karena dia rasa dia sudah tidak berkeinginan untuk punya keturunan lagi.


Kabar tersebut sampai di telinga Indra, sehingga sesaat kemudian Indra berpikir untuk membeli rahim tersebut untuk Tania.

__ADS_1


Indra berniat untuk memeriksa kelayakan pada rahim tersebut serta riwayat penyakit apa yang di miliki wanita itu.


Sedikit angannya mulai melambung tinggi, ada harapan yang bisa di raih.


"Kalau Tania berhasil mendapat donor rahim maka Tania bisa mengandung lagi",


Sekilas bayangan masa depan yang bisa menjadi penyemangat untuk Indra. Tak sabar pula Indra ingin segera memberi tau kabar baik tersebut kepada Tania.


Namun tiba tiba dia terpikir sesuatu, berapa nilai rupiah yang di minta oleh wanita tersebut?


Indra memberanikan diri untuk mencari tahu tentang nominal yang di minta oleh wanita tersebut.


Dan ternyata nominal tersebut berjumlah 250 juta.


Indra sedikit lemas mendengar biaya tersebut. Di tabungannya hanya ada sekitar 180 juta itupun juga termasuk biaya pendidikan David.


Jika semua di ambil, bagaimana dengan David? tidak mempunyai simpanan sama sekali.


Indra berniat menjual barang yang berharga. Salah satunya mobil. Namun bagaimana tanggapan keluarga Aldo saat tahu mobil hadiah tersebut telah di jual?


Sementara mobil Indra sendiri sudah tua, sehingga harga jualnya rendah.

__ADS_1


-------


__ADS_2