Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Tidak terima


__ADS_3

"Suster aku mau menemani suamiku, dia mencari ku.... bawa aku kembali ke ruangan suamiku... ", Tania berontak untuk di bawa kembali ke kamarnya. Bunda Tania kali ini hanya bisa menangis melihat nasib tragis putrinya.


"Bunda... aku mau menemani suamiku... bawa aku kembali ke ruangannya Bunda... ", Tania memohon kepada bundanya dengan suara yang agak lemah.


"Kamu tenangkan diri ya nak... kamu harus ikhlas dengan kepergian suamimu...Bunda selalu di sini menemanimu... ", Bunda Tania berusaha menenangkan putrinya.


"Mengapa semua ini terjadi sama aku bunda....?? aku ingin ikut mas Indra saja..." ,Tania menangis di pangkuan bundanya.


"Kamu nggak boleh bicara seperti itu nak... kamu harus ingat pada putrimu dan juga David. Meski dia bukan putra kandungmu, tapi Indra sudah menitipkannya kepadamu..", kata bunda Tania.


Kerabat Indra mulai berdatangan setelah mendengar kabar jika Indra sudah meninggal. Aldo pun juga sudah menerima kabar tersebut. Kematian Indra juga menjadi kesedihan bagi Kirani, karena setelah ini dia pasti akan berurusan lagi dengan Tania karena Aldo tidak akan mungkin membiarkan Tania bersedih.


Satu lagi hal yang sulit untuk di lakukan adalah,bagaimana menyampaikan kepergian Indra kepada putranya David.

__ADS_1


"Tante, kapan papa dan mama pulang dari Rumah Sakit. David kangen sama mereka", kata David.


Bukannya menjawab , Kirani malah meneteskan air mata. Hal itu membuat David bertanya, " Kenapa tante malah menangis?".


"David... kamu sayang kan sama papa David? papanya David juga sayang sekali sama David, tapi sayangnya Tuhan lebih sayang lagi sama papanya David. Jadi mulai sekarang papa sudah pergi ke sisi Tuhan. Dia sudah tidak bisa menemani David lagi", Kirani tersedu sedu setelah menyampaikan hal tersebut kepada David.


"Apa maksud tante? kenapa papa pergi ke sisi Tuhan dan tidak menemani David?", dengan polos David bertanya lagi.


"Karena Tuhan ingin memberikan surga untuk papa David", jawab Kirani lagi dengan menarik nafas panjang agar bisa menahan tangisnya.


Kirani tidak sanggup menjawab dan hanya mengangguk anggukkan kepala pertanda bahwa apa yang di katakan David itu benar.


"Papa nggak boleh meninggal, aku mau ikut papa...",teriak David.

__ADS_1


"Nggak boleh sayang, kamu harus tetap di sini. Kamu yang harus menemani adik Davina karena mama juga lagi sakit", Kirani mencoba menenangkan David.


David memaksa untuk pergi ke Rumah Sakit karena ingin melihat papanya. Namun banyak kerabat yang menyarankan agar David menunggu jenazah papanya datang di rumah duka saja. Karena jarak dari Rumah Sakit juga lumayan jauh.


David akhirnya menurut walau awalnya sangat berontak. Tania juga ingin ikut pulang walau kondisinya belum sembuh total. Dia ingin melihat pemakaman suaminya.


Setelah sampai di rumah duka, Tania tidak bisa menahan tangis lagi. Tangisnya pecah dan membuat David juga ikut menangis. Keduanya saling berpelukan.


Tangis Tania semakin menjadi setelah melihat Aldo dan Kirani datang.


Tania langsung berjalan ke arah Aldo dan berteriak,


" Kenapa Tuhan tidak adil kepadaku Aldo? Dulu anak dan rahimku di ambil, lalu kamu yang di ambil dariku karena aku gila.. kemudian aku sembuh dan bisa hamil lagi karena kamu biayai aku donor rahim. Lalu kenapa di saat aku sudah bisa hamil lagi, justru aku di tinggal sama suamiku? Kenapa..? kenapa Aldo? Aku seperti merasa tidak terima dengan semua ini", Tania menangis lagi dengan histeris.

__ADS_1


"Kamu harus tenang Tania, tenang...semua sudah menjadi takdir Tuhan . Kamu harus bisa belajar menerima kenyataan ini. Arwah suamimu akan sangat bersedih jika melihat kamu seperti ini", kata Aldo kepada Tania.


(Terima kasih ya buat para pembaca setia😍😍♥️ jangan lupa kasih dukungannya. Apalagi di tambah di kasih vote sama hadiahnya🤩🤩)


__ADS_2