Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Pesan terakhir


__ADS_3

Setelah Aldo menutup telfon tersebut, terdengar ada panggilan lagi dari penjaga itu, namun Aldo terlalu lemas tak bertenaga untuk menerima nya.Hingga Kirani segera mengambil alih untuk menerima panggilan tersebut.


Di sana penjaga meminta Aldo menyebutkan keberadaan nya untuk segera di jemput dan di antar ke Rumah Sakit tempat Papi dan Mami nya mendapat pertolongan sementara.


Beberapa menit kemudian sebuah mobil datang menjemput Aldo dan Kirani kemudian segera membawa mereka ke Rumah Sakit.


Selama di perjalanan Aldo hanya bisa termenung dan tak mampu berkata kata. Yang ada dalam fikiran nya hanya panik, takut, sedih dan khawatir menjadi satu.


Mobil telah sampai di Rumah Sakit dan mereka segera melangkah di ruang UGD, di sana terlihat tubuh Papi dan Mami Aldo tak sadar kan diri dengan luka di kepala pada Papi Aldo serta luka di kaki pada Mami nya.


"Dok.. tolong selamatkan Papi dan Mami saya", Aldo memohon kepada seorang Dokter dengan suara yang sangat lemah bahkan lutut nya terasa tak bertulang, hampir tak mampu menopang tubuh nya.


" Baik Tuan, kami akan berusaha sekuat tenaga menolong pasien", jawab Dokter tersebut kepada Aldo.


Pintu penanganan di UGD mulai tertutup dan semua di minta menunggu di luar.


Tiga puluh menit menunggu kepastian yang sangat menegangkan membuat Aldo benar benar tidak tenang, dia berjalan mondar mandir sambil sesekali mengusap wajah nya dengan kasar. Sementara Kirani hanya bisa berdoa dan terus berdoa untuk keselamatan mereka.


Pintu penanganan terlihat mulai terbuka, Aldo segera menghampiri siapa saja yang keluar dari pintu tersebut untuk menanyakan keadaan orang tua nya.


"Gimana dok, gimana sus, gimana keadaan Mami Papi saya? ", dengan terlihat sangat cemas Aldo bertanya kepada seorang Dokter dan perawat yang keluar dari ruangan tersebut.


" Pasien harus di rujuk Rumah Sakit yang mempunyai fasilitas lebih lengkap untuk mendapat perawatan. Saat ini kami sudah menyiapkan ambulance dan menyiapkan rujukan. Keluarga bisa langsung mengiringi ambulance untuk menuju Rumah Sakit yang di tuju", Dokter menjelaskan kepada semua orang yang ada di ruang itu.


Karena selain Aldo dan Kirani, di sana juga ada beberapa orang saudara dan para penjaga serta asisten yang bekerja di rumah Aldo. Mereka semua bergegas ke mobil masing masing untuk kemudian mengiringi laju ambulance.


Suara ambulance yang terdengar begitu lantang begitu menyayat hati Aldo, dia tidak bisa menahan tetes air mata nya. Dia sangat takut kehilangan orang tua nya.

__ADS_1


Tiba lah mereka di Rumah Sakit yang di tuju, tanpa menunggu lama pasien langsung mendapat perawatan. Bahkan dalam beberapa waktu kemudian pasien memasuki ruang operasi.


Waktu seakan berjalan lambat bagi Aldo selama menunggu detik detik operasi berlangsung. Hingga akhir nya satu jam kemudian seorang dokter keluar dengan senyum sumringah.


"Gimana dok operasi nya, apakah Papi Mami saya baik baik saja? ", Aldo terlihat tak sabar mengartikan senyum dokter tersebut.


" Berkat kuasa Tuhan, semua berjalan lancar. Sekarang pasien akan di bawa ke ruang ICU, mungkin beberapa jam kemudian mereka akan siuman" Dokter memberikan jawaban yang membuat Aldo sedikit bernafas lega.


Setelah satu jam, perlahan Mami Aldo mulai membuka kedua mata nya. Aldo segera mendekati dan menggenggam tangan Mami nya.


"Mii, Mami sudah siuman. Aldo takut sekali Mi", Aldo langsung menciumi tangan Mami nya.


Sementara Papi Aldo terlihat belum siuman pasca menjalani operasi di tulang kepala nya.


" Gimana keadaan Papi kamu? ", Mami Aldo berkata dengan suara yang sangat lirih.


Hari sudah mulai pagi, keadaan Mami Aldo sudah berangsur stabil hingga akhir nya di pindah ke ruang perawatan VIP. Sementara Papi Aldo masih tetap di ruang ICU.


Kirani dan Aldo membagi tugas mereka, Aldo menjaga Papi nya di ICU dan Kirani menjaga Mami Aldo di ruang perawatan VIP.


"Sayang, aku titip Mami sama kamu ya. Kalau ada apa apa kamu segera kabari aku. Aku di sini nunggu Papi", ucap Aldo sambil kepada Kirani ketika hendak memindahkan Mami Aldo ke ruang perawatan VIP.


" Iya sayang, kamu jangan lupa makan biar nggak ikutan sakit", kata Kirani yang juga sangat cemas melihat keadaan keluarga Aldo.


"Iya ..abis ini aku cari makan sekalian aku bungkusin buat kamu", Aldo berkata sambil mengelus rambut Kirani.


Mereka pun akhir nya berpisah ruang dengan di temani beberapa orang penjaga dan saudara. Ruangan yang di tuju Mami Aldo adalah ruang perawatan VIP yang fasilitas nya hampir seperti kamar Hotel.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 pagi, Aldo masih setia duduk di sisi papi nya, hingga kemudian terlihat ada gerakan dari jemari tangan Papi Aldo.


Aldo segera memanggil Dokter yang berjaga di ruang tersebut untuk memberi tahu keadaan Papi nya.


Setelah itu Aldo segera kembali ke sisi Papi nya dengan menggenggam erat jemari nya dan mulai memanggil dengan suara pelan, "Pii... Papi sudah siuman? ".


" Aal.. aldo.. Maaa.. maamii.. gii.. mana? ", terlihat sangat susah payah Papi Aldo mengeluarkan suara nya.


" Mami sudah siuman Pi, dan sudah di pindah ke ruang perawatan VIP, Papi jangan banyak gerak dulu", kata Aldo yang masih menggenggam erat tangan Papi nya.


"Aall.. dooo.. ka.. mu... sege.. ra.. laah.. mee... nikaaahii.. Ki.. ra.. ni.. su.. pa.. yaa.. kaa.. mu... bi.. sa.. se... gee.. raa.. pu... nyaa.. keee.. tu... ru... nan.. Pa.. pi.. su.. daah.. nggaaak.. kuu.. at.. la.. gi.. ", kata Papi Aldo dengan suara terbata bata.


" Pi jangan bicara begitu Pi... Papi pasti kuat.. kita adakan pesta pernikahan ku dengan Kirani setelah Papi pulang dari Rumah Sakit", Aldo terlihat nampak begitu panik dan cemas mendengar kata kata Papi nya.


Papi Aldo hanya tersenyum dan kemudian menggeleng kan kepala dengan pelan , namun setelah itu mata yang sempat terbuka selama beberapa menit tersebut tiba tiba terpejam dan tak pernah terbuka lagi untuk selamanya.


Papi Aldo meninggal dunia.


"Pa.. pi... jangan tinggal kan Aldo Pi.. kita akan merayakan pesta pernikahan bersama sama Pi. Papi akan segera punya cucu Pi, jangan pergi Pi.. Papi... ", Aldo menangis tersedu sedu.


Dokter pun segera melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan keadaan Papi Aldo, dan ternyata memang benar beliau sudah meninggal dunia. Berita duka pun telah begitu cepat menyebar.


Para sanak kerabat saudara dan rekan rekan kerja keluarga Aldo tak lama kemudian sudah memadati kediaman Aldo untuk menyambut kedatangan jenazah.


Sementara saat itu Aldo masih melarang semua orang untuk memberikan kabar duka tersebut kepada Mami nya, Aldo takut keadaan Mami nya akan memburuk jika syok mendengar kabar tersebut. Aldo ingin dia sendiri yang akan memberitahu beliau.


------

__ADS_1


(Like koment nya di tunggu ya.. makaciiii🤩🤩)


__ADS_2