Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Belajar


__ADS_3

"Kenapa kamu berkata seperti itu sayang?", tanya Aldo kepada istrinya.


"Iya memang kenyataannya seperti itu kan? Bukan berburuk sangka, tapi kenyataannya dia memanfaatkan David sebagai umpan untuk mendekati kamu", jawab Kirani dari seberang telepon.


"Aku sempat berpikir juga seperti itu, tapi ketika melihat David rasanya aku tak mampu melibatkan dia dalam perkara ini. Dia sebagai korban, aku kasihan... sungguh sangat kasihan", ucap Aldo dengan nada haru.


"Karena memang hal itu yang di inginkan Tania, agar perasaan kamu lemah. Saat kasihan sudah mendominasi hati, maka pikiran logika pun sudah tidak berguna", Kirani kembali melontarkan argumennya.


"Maksud kamu?", tanya Aldo yang belum paham maksud perkataan istrinya.


"Maksud aku, sebenarnya Tania tidak sedang menghibur kesedihan David, Tapi malah memancing kesedihan David dengan mempertemukannya dengan kamu. Bayangin aja jika David terlalu dekat sama kamu, lalu dia ingin main ke rumah ini. Oke .. untuk soal main tidak masalah.. Tapi bagaimana dengan mentalnya? Dia akan semakin tersiksa saat melihat kamu bermain dengan Raihan dan adik adiknya .


David akan merasa sangat kehilangan mengingat papanya yang telah tiada walaupun kamu berusaha menghilangkan kesedihannya.


Yang bisa kamu lakuin hanya menghibur, bukan menggantikan posisi almarhum Dokter Indra. Dan semakin sering dia bertemu kamu, maka ingatannya kepada papanya akan semakin tajam. Itu justru mengganggu mentalnya", penjelasan Kirani begitu detail dan membuat Aldo sangat mengerti.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu benar. Lalu apa yang harus aku lakukan dalam posisi seperti ini?", Aldo meminta solusi lagi kepada istrinya.


"Jika David ingin main, ajak saja dia datang ke rumah di antar pak supir. Biar aku dan anak anak yang menemani, bukan kamu. Lagian kamu juga harus kerja, takutnya kehadiran David akan mengganggu konsentrasi kamu karena rasa kasihan yang berlebih", Kirani memberi solusi pada suaminya.


"Baik lah, aku ikuti saran kamu. Mungkin itu memang lebih baik untuk David", kata Aldo.


Panggilan telepon suami istri itu pun berakhir dan Aldo kembali menyelesaikan pekerjaannya.


Sementara di lain tempat, David sedang sibuk bercerita kepada Tania tentang aktifitasnya bersama Aldo hari itu


"Oh ya..? Kok bisa?", tanya Tania kepada putra sambungnya.


"Iya... tadi aja David di ajak muter muter jalan jalan mengelilingi hotel... Terus David di suruh istirahat di tempat kerja om Aldo sambil di temenin cerita cerita .. Om Aldo nggak galak ma, baik seperti Papa", kata David sambil melahap chicken di tangannya.


Namun keceriaan yang sebelumnya singgah di wajah David, tiba tiba berubah menjadi kesedihan ketika dia mengucap kata "Papa".

__ADS_1


"Kenapa sih ma, papa harus pergi selamanya? David rindu papa... David ingin bersama papa seperti teman teman David.." , ucapan David begitu mengharukan.


Tania tidak bisa menjawab pertanyaan putra sambungnya, dia malah ikut sedih dan terharu. Keduanya berpelukan saling melepas kesedihan.


"Sabar ya sayang... Mama juga rindu sekali sama papa.. kita semua rindu, tapi kita harus tetap kuat .. David harus jadi anak yang pintar biar papa senang", kata Tania berusaha menenangkan David.


Makanan yang harusnya di rasa nikmat kini terasa menyiksa di kerongkongan karena duka.


Sampai kini keduanya masih sama sama belajar melepas kepergian Indra.


Belajar hidup tanpa kehadiran Indra.


Mungkin bagi seorang istri bisa saja menikah dengan laki laki lain, tapi bagi seorang anak tidak akan pernah bisa mencari pengganti ayah kandung.


(Jangan ikutan mewek yaaa... klik aja tombol like , hadiah and favorit biar makin happy ..😇)

__ADS_1


__ADS_2