
Pagi telah menyapa, Kirani terbangun dan hendak bergegas mandi tapi dia teringat jika dia datang ke rumah Aldo tanpa membawa pakaian ganti. Lalu dia mengurungkan niat nya untuk mandi dan kemudian malah mengambil ponsel.
Kirani hendak menghubungi Aldo.Sebenar nya dia bisa saja keluar kamar dan langsung menemui Aldo, tapi di rumah sebesar itu dengan tiga lantai dia sendiri tak tau dimana kamar Aldo.
Sebelum jemari Kirani lekas mengetikkan pesan terdengar suara ketukan pintu..
Tok.. tok.. tok..
Kirani lekas melangkah menuju pintu dan yang terlihat di depan pintu tersebut adalah Mami Aldo.
"Tante? ", sapa Kirani dengan lidah agak kaku.
" Pagi nak Kirani, kamu terbangun ya gara gara tante ngetuk pintu? ", Mami Aldo menimpali pertanyaan kepada Kirani.
"Nggak tante, Kirani sudah bangun sejak tadi. Kirani niat nya mau mandi tapi Kirani kan nggak bawa pakaian ganti. Tadi rencana nya mau minta Aldo untuk anter balik ke kost ambil pakaian", Kirani menjawab pertanyaan Mami Aldo.
" Nggak perlu, nak Kirani nggak perlu kembali ke kost kalau cuma untuk ambil pakaian ganti. Ini ada pakaian yang bisa nak Kirani pakai buat ganti sementara, ini milik keponakan tante yang pernah nginep di sini. Baju nya masih baru cuma di pakai sekali aja dan kayak nya pas dengan ukuran nak Kirani", kata Mami Aldo sambil memberikan satu stel pakaian ganti untuk Kirani.
"Oh terima kasih tante, maaf disini Kirani merepotkan saja", Kirani berterima kasih sambil melebarkan senyuman.
" Nggak repot kok, itu sebenar nya mau tante kasih kan tadi malam tapi kelupaan. Dan waktu tante ingat kayak nya kamu sudah tertidur karena tadi malam tante, Aldo sama Papi ngobrol sampai larut sekali", kata Mami Aldo yang terlihat sudah begitu cocok dengan Kirani.
" Sekali lagi terima kasih tante, nanti abis mandi aku segera turun ikut bantu beres beres dan bikin sarapan", Kirani dengan sopan menawar kan diri untuk membantu pekerjaan di rumah.
(Maklum guys, sama calon mertua harus pinter ambil hati ya... kamu kamu juga kayak gitu apa nggak kalo berhadapan sama calon mertua? 🤭😁)
"Nggak perlu nak Kirani, kalau kamu sudah selesai mandi segera turun aja buat sarapan bareng. Semua pekerjaan rumah sudah ada yang beresin", Mami Aldo melarang Kirani untuk bantu bantu. Padahal dalam hati Mami nya Aldo sempat kagum dengan sifat Kirani yang ramah, sopan dan bukan tipe malas malasan. Agak berbeda dengan menantu nya yang dulu, Tania.
"Baik tante", Kirani menurut apa kata Mami Aldo dan lekas mandi.
Pukul 07.00 pagi semua asisten di rumah Aldo sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing, namun Kirani tak menemukan sosok Aldo di rumah itu. " Mungkin Aldo masih tidur, tapi dimana ya kamar Aldo..?", Kirani berbicara dalam hati sambil melihat setiap ruangan di rumah tersebut.
__ADS_1
"Non, sudah bangun? ", suara Bi Ningsih mengagetkan Kirani.
" Oo.. h sudah Bi, mari Bi saya bantu bantu di dapur" ajak Kirani ingin membantu pekerjaan Bi Ningsih.
"Jangan non, nanti kalau Tuan tau saya kena marah. Nona di sini kan tamu", Bi Ningsih terlihat sangat khawatir. Tapi lagi lagi dia malah semakin kagum sama Kirani yang ternyata juga giat bekerja.
" Nggak apa apa Bi, saya di rumah juga sering bantu Mama masak. Nanti Bi Ningsih bilang aja saya yang minta, bukan Bi Ningsih yang nyuruh", kata Kirani meyakinkan Bi Ningsih supaya boleh ikut bantu bantu masak.
"Ya udah non, mari ikut saya", akhir nya Bi Ningsih mengizinkan Kirani untuk membantu nya dan berjalan menuju dapur.
Tangan Kirani terlihat sangat lihai mengerjakan pekerjaan dapur, dan hal itu sempat terlihat oleh mata Mami Aldo yang kemudian ikut gabung sekalian di dapur.
Keakraban mereka di dapur tertangkap mata juga oleh Aldo yang baru saja turun dari lantai atas, dia seperti melihat suasana baru di rumah nya. Karena dulu Tania belum pernah melakukan hal tersebut dengan Mami nya. Tania putri orang kaya, jadi tidak begitu pandai melakukan pekerjaan rumah karena terbiasa menyuruh ART. Bahkan Tania belum pernah masak untuk Aldo.
Waktu sarapan telah usai, lagi lagi Kirani bantu beres beres meja makan dan bahkan ikut mencuci piring meski sudah berkali kali di larang oleh Mami Aldo dan Bi Ningsih.Tapi sebenar nya Mami Aldo sangat suka melihat sikap Kirani yang sangat giat.
Selesai membereskan semua Aldo mendekati Kirani, berniat ingin menggoda nya.
" Loh kok gitu, kenapa cuma kamar kamu saja?", Kirani mencoba mencari tau apa sebenar nya maksud Aldo.
"Ya tentu saja, kamar yang lain itu tugas Bi Ningsih. Kalau kamar ku itu tugas kamu, karena kan abis ini kamu juga ikut tidur di kamar itu? ", Aldo tersenyum sambil menggenggam tangan Kirani karena Aldo tau setelah ucapan nya selesai Kirani pasti akan langsung mencubit nya.
" Iih pagi pagi sudah usil ya, awas nanti kalau kedengaran Mami Papi kamu loh. Kan ga enak di kira nya kita macem macem", Kirani berkata dengan suara agak pelan dengan tatapan mata yang sedikit melotot.
"Biarin aja, Mami sama Papi sudah ngizinin kok kalau aku macem macem sama kamu", kali ini Aldo tak bisa menghindari cubitan dari Kirani setelah dia menyelesaikan ucapan nya.
" Iiih nggak bakalan aku lepas nih ya cubitannya.... "Kirani mencubit Aldo sedikit agak kencang sampek Aldo menggeliat sakit dan geli.
" Eh... eh... eh seru amat nih pasti kamu lagi nggodain nak Kirani ya Aldo? ", tanya Mami Aldo yang mengejutkan Kirani dan dengan seketika tangan Kirani langsung melepas cubitan nya.
" Maaf tante, maaf.. abis nya tadi.. ",Kirani belum menyelesaikan ucapan nya tapi langsung di sahut sama Aldo. " Untung deh Mami dateng tepat waktu, kalo nggak pinggang Aldo nih bisa cuil... ", Aldo masih saja sempat membuat Kirani ingin mencubit nya lagi lebih keras tapi dia tahan karena Mami Aldo sedang ada di dekat mereka.
__ADS_1
" Sudah Aldo, jangan di godain terus.. nanti nak Kirani nya ngambek terus minta pulang gimana? ", Mami Aldo mencoba menakut nakuti Aldo.
" Iih Mami kok gitu sih bicara nya, kalau gitu aku mau ngajak Kirani keluar dulu ya Mi sebagai permintaan maaf", Aldo berkata sambil tersenyum ke arah Kirani.
"Ya udah hati hati di jalan, awas jangan di godain terus", pesan Mami Kirani yang terlihat begitu serius. " Siap Mami", jawab Aldo sambil berlalu menggandeng Kirani keluar menuju mobil.
"Kita mau kemana? ", tanya Kirani.
" Kemana aja terserah aku, tapi awas kalau nyubit lagi aku bilangin sama Mami!!", kali ini Aldo lolos dari cubitan Kirani. Aldo hendak menjalankan rencana yang tadi malam sudah dia persiapkan.
Mobil Aldo berhenti di sebuah caffe, lalu mereka turun dan lekas masuk. Saat mereka sudah duduk dan menunggu pesanan menu yang mereka pilih Aldo mengatakan sesuatu pada Kirani, "Sayang, aku mau kasih kamu sesuatu.Tapi kamu harus terima, karena apa yang akan aku berikan ke kamu ini sudah di setujui oleh Mami dan Papi. Ku harap kamu nggak nolak ya biar Papi dan Mami nggak kecewa juga".
" Memang nya kamu mau kasih apa sih?? kok kelihatan nya serius. Asal nggak di kasih bom atau racun aku pasti nggak nolak", Kirani malah ganti menggoda Aldo yang sedang bicara serius.
"Sayang aku serius nih,,, " Aldo terlihat merengek.
"Iya oke.. oke.. sorry aku bercanda. Sekarang coba tunjukin apa sih yang mau kamu kasih ke aku? ", Kirani mulai menanggapi serius ucapan Aldo.
Dan setelah itu Aldo mengambil sesuatu dari saku nya yang terbungkus kertas kado, " Buka deh, kalau sudah ada di tangan kamu nggak boleh di kembalikan ya.. No return!! ".
Kirani sangat penasaran dengan isi kado itu, bahkan ini juga bukan hari ultah nya tapi dia menerima kado.
Dan kedua mata Kirani terbuka lebar bahkan hampir mau lepas .Mulut nya pun menganga saat melihat isi kado tersebut . Sebuah kartu ATM lengkap dengan buku tabungan yang di dalam nya tercantum nominal saldo yang nol nya berjejer tujuh dengan angka lima di barisan paling depan.
"Aldo untuk apa semua ini? ", Kirani masih melongo kebingungan.
" Untuk kamu lah, No complent and no return.. okey!! ", Aldo mengakhiri perkataan nya dan lekas menyantap makanan yang baru saja sampai di meja mereka.
-------
( like koment and favorit nya di tunggu ya sob😇🙏🙏)
__ADS_1