Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Lebih Kuat


__ADS_3

Bi Ningsih pelan pelan mengetuk pintu kamar Kirani.


Tok.. tok.. tok...


"Permisi Tuan.. di luar ada tamu", suara Bi Ningsih terdengar di telinga Kirani lalu memberitahu suaminya yang saat itu sedang sibuk dengan ponselnya.


Beberapa detik kemudian Aldo melangkah menuju pintu dan membukanya.


"Ada tamu Tuan, Dokter Indra dan nyonya Tania", Bi Ningsih menjelaskan kepada Tuannya.


Aldo sedikit menarik nafas panjang lalu menghempaskan nya.


Mendengar percakapan suaminya dengan Bi Ningsih, Kirani ikut berjalan mendekati pintu dan kemudian tahu siapa yang tengah bertamu.


"Ayo kita temui mereka sayang, biar Raihan di jagain dulu sama Bi Ningsih", kata Kirani sambil menggandeng tangan suaminya.


Aldo merasa lega karena melihat Kirani terlihat rileks dan santai. Sepertinya dia tidak seperti hari kemaren.


Kirani berjalan keluar dengan terus menggandeng lengan suaminya.

__ADS_1


Sesampainya di ruang tamu mereka menebar senyum pada dua orang yang telah menunggu kehadiran mereka.


Tania segera berdiri dan menyapa mereka, fokusnya lebih ke Aldo saja.


Namun Aldo malah melemparkan senyumnya kepada Indra.


"Maaf jika kedatangan kami mengganggu", Indra merasa tidak enak hati.


"Tidak apa apa Dok, ngomong ngomong Dokter mau minum apa?biar di bikinin Bi Ningsih", tanya Aldo basa basi.


"Oh tidak perlu Tuan, kami tidak lama kok hanya ingin..", belum sempat Indra melanjutkan kalimatnya tapi Tania sudah menyela.


Indra tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang kurang suka dengan ucapan Tania kepada Aldo. Mungkin ada rasa cemburu di hati Indra , dan Aldo bisa merasakan hal itu.


Aldo juga mengamati sikap Kirani, dia takut istrinya juga merasa tidak nyaman dengan ucapan Tania. Namun di luar dugaan, justru Kirani mengucapkan kalimat yang membuat Aldo heran,


"Oh iya, selamat ya kak Tania... jika sebentar lagi kakak hamil jadinya anak kita nanti seumuran ya.. soalnya aku juga lagi hamil muda.. iya kan sayang?", Kirani berkata sambil tersenyum manja kepada Aldo serta menyandarkan kepalanya di pundak suaminya dengan tanpa melepas lengan Aldo yang dari tadi dia gandeng.


Aldo heran tapi juga senang, dia segera memberi jawaban yang serupa kepada Kirani dengan di bumbui belaian lembut pada rambut istrinya,

__ADS_1


"Iya sayang".


Sejenak raut wajah Tania berubah, begitu juga Indra. Awalnya Indra kesal melihat kelakuan istrinya, namun akhirnya dia berharap istrinya segera sadar dengan kesalahannya.


Kirani sekarang jauh lebih kuat dari pada yang dulu. Dulu dia lemah dan mudah menangis.


Percakapan mereka tak berlangsung lama, karena sepuluh menit kemudian Indra berpamitan. Tania tidak menolak sama sekali ketika di ajak pulang karena dia sudah merasa gerah melihat kemesraan Aldo dan Kirani.


Setelah mereka pulang, Aldo dan Kirani masih duduk di sofa tengah.


"Sayang, kamu sekarang hebat", kata Aldo kepada istrinya.


"Hebat kenapa sayang?", jawab Kirani pura pura tidak tahu maksud omongan suaminya.


"Kamu hebat karena sekarang kamu berani", jelas Aldo.


Kirani tersenyum kemudian menjawab kalimat suaminya, " Aku hanya ingin menjadi lebih kuat sayang, agar tidak lemah. Setelah ini hidupku akan menjadi tumpuan kedua buah hatiku, jika aku lemah bagaimana aku bisa melindungi mereka kelak?",


Jawaban Kirani membuat Aldo semakin mengagumi perubahan pada cara berpikir istrinya.

__ADS_1


(Stay terus ya buat para reader😊🤩)


__ADS_2