
Setengah hari sudah Aldo menemani David sambil bekerja. Rasa lapar sudah mulai mendera perut David.
"Om.. aku lapar", kata David kepada Aldo.
"Lapar? Kamu kepengen makan apa?", tanya Aldo sambil memperhatikan lembaran kertas di mejanya yang harus dia tanda tangani.
"Aku pengen makan chicken", jawab David dengan manja.
"Oke .. tunggu sebentar ya.. om selesaikan dulu pekerjaan om tinggal sedikit", jawab Aldo yang sedikit menunda kemauan David.
"David makannya mau di dalam sini aja atau makan di luar? Kalau di sini aja om pesan makanan yang David minta sekarang", sejenak Aldo menghentikan pekerjaannya dan mendekati David.
"Aku pengennya makan di luar om.. sama beli es krim", jawab David.
"Oke ... kamu duduk manis dulu di sini sambil nunggu om sebentar", ucap Aldo kepada David.
"Oke ..om", David menjawab dengan mengacungkan jempol.
Selang lima belas menit kemudian, tepat pukul 12.00 siang mereka keluar ruang kerja Aldo untuk membeli makanan yang di inginkan David.
Saat di perjalanan tiba tiba David teringat pada Tania, dan ingin menelponnya.
__ADS_1
"Om, apa aku boleh menelpon mama Tania? Aku mau tanya mama Tania sudah makan apa belum? Kalau belum, boleh nggak kalau David ajak mama sekalian untuk makan bareng kita?", tanya David kepada Aldo.
"Boleh aja David.. tapi kirim pesan aja ya.. om kan lagi nyetir mobil, enggak baik sambil telpon.... Dan nanti kalau misal David sudah di temani mama Tania, om langsung kembali ke kantor karena om masih banyak pekerjaan", Aldo beralasan kepada David agar Aldo tidak menelpon Tania dan tidak makan siang dengannya siang itu.
"Oke om... makasih ya om", ucap David kegirangan.
Aldo kemudian mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada Tania sesuai permintaan David.
Tania pun segera membalas pesan Aldo dan mengiyakan permintaan David.
Selama di perjalanan, David banyak bercerita. Dari mulai kegiatan sekolah sampai aktifitasnya di rumah bersama Davina.
Aldo selalu menanggapi cerita David agar hatinya senang dan sedikit melupakan kesedihan yang dia rasakan. Hingga tak terasa mereka telah sampai di restoran yang mereka tuju.
Aldo dan David turun dari mobil dan berjalan menghampiri Tania.
"Mama sudah datang?", tanya David.
"Iya sayang, mama datang duluan", jawab Tania.
"David, seperti yang tadi om bilang.. Mama Tania kan sudah nemenin kamu, jadi om kembali kerja lagi ya..", kata Aldo berpamitan kepada David.
__ADS_1
"Iya om, tapi besok besok David masih boleh main lagi apa nggak om?", tanya David.
"Boleh saja David", jawab Aldo kemudian.
"Maafin David ya om, kalau David ngerepotin", David berkata dengan nada yang memelas.
"Enggak kok.. David nggak ngerepotin. Om pergi dulu ya ..", Aldo berkata tanpa melirik ke arah Tania sedikit pun.
"Iya om, hati hati", jawab David sambil melambaikan tangan.
Aldo membalas lambaian tangan David, lalu berjalan menuju mobilnya.
Ketika hendak membuka pintu mobil, langkah Aldo terhenti karena satu suara.
"Aldo, terima kasih ya... maafin aku udah ngerepotin kamu", kata Tania.
Tanpa bersuara, Aldo hanya mengangguk dan tersenyum lalu segera masuk ke mobil dan berlalu.
Sesampainya di kantor, Aldo menelepon Kirani. Dia menceritakan aktifitasnya di hari itu sejak bertemu dan mengantarkan David mencari makan.
Aldo menyampaikan cerita dengan sangat hati hati agar istrinya tidak salah paham, namun ternyata tanggapan Kirani berbeda dari dugaan Aldo.
__ADS_1
Di seberang telpon Kirani hanya menjawab satu kalimat,
"Aku sudah paham sepak terjangnya",