Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Perkenalan


__ADS_3

Kirani masih tak sanggup berkata kata karena terlalu terkejut dengan semua nya.


"Kamu serius, apa aku tidak salah dengar? ", Kirani masih sangat terkejut dengan ucapan Aldo.


" Aku serius sayang, aku ingin menjalin hubungan yang lebih serius sama kamu. Aku sudah pikirkan semua keputusan ku", Aldo meyakinkan kan hati Kirani.


Kirani yang begitu kegirangan tak percaya, langsung spontan memeluk Aldo sangat erat. Tapi selang beberapa waktu dia tersadar akan pelukan nya lalu melepaskan pelukan itu.


"Maaf, aku kebablasan.. aku terlalu terkejut. Jujur saja aku sangat senang mendengar kan hal itu", tanpa di tutup tutupi Kirani mengakui semua perasaan nya walaupun tingkah nya terlihat sedikit agresif dari biasa nya.


" Kenapa harus minta maaf sayang, kamu kan kekasih ku. Silahkan saja kalau kamu kepengen peluk aku sesuka mu,, seharian meluk nggak di lepas juga gak apa apa", Aldo malah menggoda Kirani.


"Yaaah enak di kamu dong? ",Kirani berkata sambil mencubit pinggang Aldo.


" Loh enak di aku kan juga enak di kamu? ",jawab Aldo sambil memegang pergelangan tangan Kirani karena dia tahu setelah ini Kirani pasti akan mencubit nya lagi.


" Iiiih, lepasin dong.. sekarang udah mulai keluarin jurus ", Kirani mulai berkata manja kepada Aldo.


Aldo yang gemas melihat nya langsung menarik tubuh Kirani dan memeluk nya. Kalau tadi Kirani yang memeluk erat tubuh Aldo, sekarang ganti Aldo yang memeluk erat tubuh Kirani.


Sampai mereka lupa waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi sementara Kirani masih belum mandi.


Menyadari hal itu Kirani langsung bergegas mandi dan bersiap siap berangkat kerja.


Ketika hendak berangkat Aldo berpesan kepada Kirani, "Aku akan mengenalkan mu kepada orang tua ku, asaaal..... " Aldo memenggal ucapan nya.


"Asaal apa? ", tanya Kirani yang sangat penasaran.


" Asaaal kalau aku lagi bonceng kamu, kamu harus pegang erat tubuh ku. Jangan pernah di lepas kan kalau belum turun",jawaban Aldo yang membuat Kirani langsung menghujani cubitan di kedua sisi pinggang Aldo.


Dengan canda tawa mereka melewati perjalanan itu. Hingga sesampai nya di tempat kerja Aldo masih saja menggodai Kirani.


"Sudah sayang jangan nyubitin aku terus, ntar kalau aku bales kamu nyesel looh", kata Aldo mencoba mengancam Kirani.


" Bales aja, niih aku gak takut.. !! ", Kirani malah nampak tak peduli dengan ancaman Aldo.


" Oke, awas nanti ya. Aku bales nya bukan pake cubitan looh!! ", sambil menatap mata Kirani dengan tajam Aldo seakan bicara amat serius, setelah itu melontar kan senyuman kecil.


" Terus bales nya pake apa dong, jangan macem macem loh ya..!! ", Kirani malah mencoba mengancam Aldo .


Aldo hanya tertawa mendengar ancaman Kirani. " Suka suka aku lah, nanti aku milih apa buat bales nya".

__ADS_1


Dan begitu lah terus sampai tiba waktu bekerja, mereka masih saling menggoda.


Jam makan siang telah tiba, seperti kebiasaan nya yang dulu Aldo mengajak Kirani untuk makan.


"Nanti malam dandan yang cantik ya? ", Aldo memulai obrolan nya. Kali ini dia ingin bicara serius, bukan untuk menggoda nya lagi.


" Memang nya mau kemana? ", Kirani bertanya kepada Aldo karena dia belum mengerti maksud Aldo.


" Kok masih nanya kemana? aku kan sudah bilang mau ngenalin kamu sama orang tua ku malam ini", jelas Aldo dengan serius.


"Secepat ini Aldo, kamu benar benar sudah yakin? Apa sudah kamu pikir kan semua resiko nya? Aku nggak mau kamu menyesal kemudian, dan aku nggak mau jika pada akhir nya akan kecewa", Kirani kembali bertanya untuk mendengar keseriusan Aldo.


Sambil menggenggam salah satu tangan Kirani Aldo mengutarakan keseriusan nya, " Aku sudah memikirkan semua nya, dan aku yakin dengan keputusan ku. Aku harus melanjutkan hidup ku, aku juga harus memikir kan perasaan orang tua ku. Hanya aku satu satu nya putra mereka, aku nggak boleh egois dengan perasaan ku sendiri. Mungkin sudah menjadi takdir ku untuk berpisah dengan Tania dengan cara yang seperti ini".


Mendengar keseriusan Aldo, Kirani mengangguk kan kepala sambil mengusap punggung tangan Aldo, "Baik lah aku percaya sama kamu".


" Terima kasih, nanti aku jemput kamu pukul 18.30 malam. Semoga setelah ini kita akan mendapat kan jalan yang lebih terang", sambil tersenyum wajah Aldo terlihat tak sabar menunggu nanti malam.


Hari mulai gelap, waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 malam. Terlihat pakaian yang berserakan di kamar Kirani, yaa tentu saja karena Kirani kebingungan memilih kostum yang akan dia pakai untuk menemui orang tua Aldo. Dia sangat gugup.Tidak pernah punya hubungan dekat dengan lelaki, dan sekali nya dekat dengan lelaki malah langsung di ajak berkenalan dengan orang tua nya.


"Ya Tuhan, kenapa aku sangat gugup sekali. Aku harus berpenampilan seperti apa di depan orang tua Aldo. Sementara yang aku tahu Aldo adalah anak tunggal dari keluarga kaya", Kirani berbicara pada diri sendiri.


"Haloo, apa kamu sudah siap sayang. Sebentar lagi aku menjemput mu"


"Aku masih bingung memilih baju, aku begitu gugup akan bertemu dengan orang tua mu"


"Pakai saja baju apa aja yang menurut kamu pantas dan kamu suka memakai nya, lagian di mata ku kamu tetap cantik dengan pakaian apapun"


"Iiih, kok malah nggombal sih..?? aku beneran nih lagi gugup banget"


"Siapa yang nggombal??aku berkata jujur. Udah ya sekarang kamu tenangin diri dan cepat kamu pilih baju kamu. Sebentar lagi aku berangkat menjemput mu".


Tut.. tut.. tut.. telepon terputus.


Dengan menghela nafas panjang Kirani sudah menemukan baju mana yang akan dia pakai.


Beberapa menit kemudian Kirani masih terlihat sangat gelisah menunggu kedatangan Aldo, hingga kegelisahan nya terhenti sejenak saat terdengar suara mobil berhenti di depan kost nya. Kirani melihat dari balik tirai, dan ternyata pria yang keluar dari mobil itu adalah Aldo.


Kirani sempat terpukau melihat penampilan Aldo malam itu, dia sangat tampan dari hari biasa nya.


Kirani segera membuka kan pintu sebelum Aldo mengetuk nya. Akhir nya kedua insan itu saling bertatapan, kedua nya saling terpukau. Kirani yang mengenakan dress sebatas lutut dengan rambut terurai serta riasan wajah yang sederhana membuat mata Aldo tak berkedip.

__ADS_1


Begitu pun Kirani, tak berhenti memandang Aldo yang mengenakan jas warna abu abu dengan gaya rambut yang berbeda dari hari hari biasa.


"Kamu sangat cantik sayang, ayo kita berangkat sekarang" sambil menarik tangan Kirani Aldo mengajak nya segera menaiki mobil taxy online yang sudah dia pesan.


Sesampai nya di depan pintu mobil, langkah Kirani terhenti. "Ada apa sayang? ", Aldo mencoba bertanya.


" Aku takut orang tua mu belum bisa menerima mu dan juga aku", jawab Kirani dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Kamu percaya pada ku, tidak akan terjadi hal buruk pada kita", Aldo kembali meyakinkan Kirani.


" Baik lah aku percaya pada mu", jawab Kirani dan kemudian bergegas masuk ke mobil tersebut.


Tiga puluh menit perjalanan mengantar kan mereka ke sebuah rumah mewah berlantai tiga dengan banyak penjaga di depan pintu gerbang rumah tersebut. Bak istana, pagar pintu gerbang nya bahkan terbuat dari lapisan emas.


Kirani tak bisa berkata kata, seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat. Sesampai nya di depan pintu gerbang Aldo membuka kaca mobil , dan seketika para penjaga yang bertubuh kekar lengkap dengan kaca mata hitam itu langsung membungkukkan badan sambil memanggil Aldo dengan panggilan "Tuan muda".Kirani hanya semakin melongo melihat semua nya.


Mobil berhenti tepat di depan pintu utama rumah mewah tersebut, Aldo mengajak Kirani untuk turun tapi kaki Kirani malah gemetaran tidak karuan.


Dengan berbagai jurus Aldo bisa menenangkan Kirani dan membawa nya masuk ke dalam rumah bak istana tersebut.


Seorang penjaga sudah memberi tahu kedatangan Aldo kepada kedua orang tua Aldo, dan mereka pun sangat senang mendengar putra nya akhir nya kembali bahkan menurut laporan penjaga nya Aldo datang bersama seorang wanita.


Pintu telah terbuka dan di sana nampak senyum kedua orang tua Aldo menyambut kedua nya, setelah satu tahun berpisah akhir nya mereka berjumpa kembali dengan suasana yang sangat haru.


"Masuk lah nak, kami sangat merindukan mu",


" Papi.. Mami... maaf kan Aldo",


Aldo berlutut di kaki kedua orang tua nya tapi lekas di bangun kan dan mereka saling memeluk dalam isak tangis.


Kirani yang melihat kejadian itu, tanpa sengaja mata nya ikut berkaca kaca.


Setelah beberapa waktu berlalu mereka melepas rindu, Aldo mulai mengenalkan Kirani kepada orang tua nya.


"Pii.. Mii.. kenalin ini Kirani",


Kirani lekas mendekat dan mencium kedua tangan orang tua Aldo.


-------


(di tunggu like and koment nya ya sobat😘😘)

__ADS_1


__ADS_2