Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Positif


__ADS_3

Sepasang pengantin baru itu masih dalam masa bulan madunya, meski hanya di rumah saja.


Tiap jam tiap waktu tak ingin rasanya berjauhan, dan ingin selalu berdampingan memadu kasih.


Pagi, siang, sore ataupun malam tak ada alasan waktu untuk melarang hasrat keduanya.


Hingga akhirnya masa cuti mereka selesai, esok mereka harus kembali bekerja seperti biasa.


Kini status mereka bukan hanya direktur dan asistennya, melainkan Tuan dan Nyonya Aldo.


Aldo memang sudah pernah menikah, tapi dulu Tania jarang ikut andil dalam urusan Hotel. Jadi para pegawai di Hotel kurang begitu mengenal Tania, berbeda dengan Kirani yang menjadi asisten Aldo.


Selain itu Tani juga lebih sering bersikap arogan kepada para pegawai, dan berbanding terbalik dengan Kirani yang sikapnya mudah bersahabat dengan semua orang.


Dua minggu sudah mereka menyandang status suami istri, tidak ada yang bisa menghalangi apapun yang akan mereka lakukan. Tapi tidak untuk hari ini, karena hari ini palang merah sedang menduduki tahta. Jadi Aldo terhalang untuk melakukan ini itu.


"Kenapa harus datang hari ini sih sayang? ", tanya Aldo manja kepada istrinya.


" Mau gimana lagi dong sayang, kan memang sudah pasti tanggalnya tiap bulan", jawab Kirani sambil membenamkan kepalanya di dada suaminya.


"Harusnya kamu sudah nggak perlu terima tamu lagi", Aldo masih nampak kecewa karena Kirani masih kedatangan tamu bulanan.


" Maksud kamu? ", tanya Kirani yang masih bingung dengan ucapan suaminya.


" Ya kamu harusnya nggak terima tamu lagi dan itu tandanya kamu sudah positif", rupanya Aldo sudah tak sabar untuk segera punya momongan.


"Sabar sayang, mungkin belum waktunya. Lagian kan kita baru nikah dua minggu", Kirani mencoba menenangkan hati suaminya yang sedikit resah.


" Baiklah, nanti kalau tamunya sudah pulang kita harus bekerja lebih keras dan lebih sering. Kalau perlu kita harus ambil cuti kerja lagi biar maksimal", Aldo terlihat sangat bersemangat.


"Ya nggak gitu juga dong sayang. Aku pernah baca artikel tentang kehamilan, justru kalau terlalu sering berhubungan itu juga kurang baik", Kirani menjelaskan kepada suaminya yang sudah tak sabaran.


" Sekarang kita cari cara lain untuk berpetualang", Aldo berkata sambil mendekap istrinya.

__ADS_1


"Maksudnya gimana sayang? ", tanya Kirani polos.


" Sini biar aku ajari", Aldo menarik tangan istrinya dan memintanya melakukan apa yang dia inginkan.


Malam itu tetap berlalu dengan gelombang api asmara meski palang merah sedang bertahta.


Tak terasa bulan berikutnya pun tiba, hampir dua bulan usia pernikahan mereka.


Di siang hari tepat waktunya di jam makan siang semua pegawai sedang istirahat, tak terkecuali juga Tuan dan Nyonya Aldo.


Mereka sudah memesan beberapa menu makanan untuk siap di santap, namun saat makanan sudah di hidangkan di meja tiba tiba Kirani merasa kepalanya sedikit pusing dan tak berselera makan.


Wajahnya sedikit memucat dan membuat Aldo khawatir. Hingga akhirnya siang itu juga Aldo membawa istrinya ke Dokter.


"Sayang kamu nggak apa apa kan? kita ke Dokter sekarang ya, abis itu aku antar kamu pulang. Biar urusan pekerjaan di handle sama yang lain", Aldo berkata sambil membantu istrinya berdiri.


Mereka telah tiba di ruangan Dokter, tepatnya itu adalah Dokter keluarga Aldo. Biasanya bila ada anggota keluarga yang sakit, tinggal telepon saja Dokter tersebut, beliau langsung datang ke rumah.


Tapi karena mengingat mereka sedang berada dekat dengan tempat praktek Dokter Indra, akhirnya mereka memilih untuk datang langsung ke tempat beliau membuka klinik pengobatan.


"Sepertinya anda salah memilih Dokter Tuan", kata Dokter Indra yang membuat Aldo bingung.


" Maksud Dokter? Apa Dokter tidak bisa mengobati istri saya? ", Aldo terlihat panik.


Sementara Dokter Indra hanya tersenyum, kemudian dia bersuara.


" Istri Tuan seharusnya tidak di bawa kesini, tapi di bawa ke Dokter Spesialis kandungan karena kemungkinan besar Nyonya Aldo sedang mengandung", jawab Dokter Indra yang membuat sepasang pengantin baru itu terkejut dan tentunya sangat bahagia.


"Benarkah Dok saya sedang hamil? ", tanya Kirani yang tak percaya bahwa secepat itu dirinya akan hamil.


Sementara Dokter Indra hanya menjawab dengan mengangguk dan tersenyum, " Untuk lebih jelas sebaiknya kalian periksa ke Dokter Spesialis kandungan agar bisa mendapat penanganan dini hingga nanti masa bersalin tiba".


Sepasang pengantin baru itu akhirnya keluar dari ruangan Dokter Indra dengan raut wajah yang sumringah, bahkan sudah berkali kali Aldo mengecup kening istrinya tanda rasa syukurnya.

__ADS_1


Mereka berniat untuk segera mendatangi Dokter Spesialis kandungan sore ini, sebelum mereka pulang dan benar benar menyatakan bahwa kabar gembira itu sudah positif untuk kemudian di sampaikan kepada Maminya.


Dan ternyata kabar gembira tersebut memang benar benar positif setelah mereka mendapatkan hasil tes kehamilan dari Dokter Sinta.


"Selamat Nyonya, usia kandungan anda menginjak minggu ke empat", Aldo yang begitu bahagia mendengar keterangan Dokter Sinta langsung memeluk istrinya dan mengecup keningnya meskipun ada beberapa orang di dalam ruangan itu.


Mereka bergegas pulang dan ingin segera menyampaikan kabar gembira tersebut kepada Mami, sudah pasti Mami akan sangat bahagia.


Begitu sampai depan rumah Aldo tak sabar untuk segera masuk dan menemui Maminya, dia membuka pintu sambil menggandeng istrinya berjalan menuju arah Mami duduk di sofa.


"Kalian dari mana, kenapa baru pulang jam segini.Apa kalian sudah makan? ", tanya Mami kepada putra dan menantunya.


" Maaf Mi kalau kami pulang terlambat, tapi kami membawa kabar gembira untuk Mami,karena sebentar lagi Mami akan menimang cucu", Aldo terlihat tak basa basi menyampaikan kabar tersebut.


"Apa? syukurlah nak.. kamu sudah hamil? ", Mami terlihat bahagia dan menghampiri menantunya.


" Iya Mi, tadi kami sudah periksa ke Dokter Spesialis kandungan", jawab Kirani sambil memegang perutnya.


"Papi kamu pasti juga sangat bahagia melihat dari sana, semoga kehamilan mu sehat dan selamat hingga nanti tiba waktu melahirkan", sambil berkaca kaca Mami ikut mengelus perut Kirani dan mendoakannya.


Beliau teringat almarhum suaminya yang sudah sangat merindukan kehadiran cucu. Dulu Tania hampir saja memberikan keturunan kepada Aldo tapi sayangnya Tuhan berkehendak lain.


Teringat akan hal itu Mami selalu berdoa untuk keselamatan menantu dan calon cucunya agar selamat sampai hari persalinan.


Aldo langsung memeluk dua wanita yang dicintainya, suasana begitu haru. Aldo dan Mami bergantian mengelus perut Kirani yang masih sangat datar.


Setelah tahu bahwa istrinya sedang berbadan dua Aldo melarang Kirani bekerja, dia ingin istrinya tidak kelelahan dan stress karena pekerjaan.


Kini hari hari Kirani sedikit berbeda karena dia hanya di suruh makan dan istirahat.


(Udah persis kayak ulat bulu.. tidur lalu makan, makan, dan makanπŸ˜πŸ›)


---

__ADS_1


Buat para pembaca, terimakasih yang selalu mengikuti kelanjutan episodenya. Jangan lupa like, favorit dan koment ya... πŸ™


__ADS_2