Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Sempat siuman


__ADS_3

Davina berada di rumah Aldo, bahkan David pun juga ikut menyusul ke sana. Mereka berdua tinggal bersama di rumah Aldo sampai keadaan Tania sudah membaik.


Davina sangat senang karena bertemu dengan baby R (Raihan, Raisha dan Rayna). Usia mereka hanya selisih beberapa bulan saja. Kirani banyak mengambil foto dari kebersamaan mereka untuk di jadikan kenang kenangan.


Dua hari sudah Tania dan Indra di rawat di Rumah Sakit. Kondisi Indra belum ada perubahan, sementara Tania juga masih sangat lemah. Tekanan darahnya naik, begitu juga asam lambungnya. Dari kemaren dia susah makan. Tenaga di tubuhnya hanya mengandalkan cairan infus yang mengalir ke tangannya.


"Bunda, aku ingin melihat suamiku", kata Tania lirih.


"Nggak boleh, kamu harus sembuh dulu sebelum kamu bertemu dengan suamimu", jawab Bunda Tania.


Tania sedih, dia selalu teringat ucapan ucapan suaminya di akhir akhir ini yang seolah olah selalu membicarakan tentang perpisahan.


"Tania takut Bunda", kata Tania lagi dengan lirih.

__ADS_1


"Tania takut kehilangan..", Tania tak kuasa menahan tangisnya.


Melihat keadaan putrinya , Bunda Tania bisa merasakan apa yang di rasakan oleh Tania. Tapi beliau berusaha menutupi kesedihannya untuk menguatkan putrinya.


"Iya nak, Bunda tahu apa yang kamu rasakan. Kita berdoa sama sama ya biar suamimu lekas siuman. Dan yang terpenting kamu harus kembali sehat agar bisa merawat dan menemani suamimu. Sekarang kamu makan ya.. Kasian juga anak anakmu.. Mereka tinggal di rumah Aldo", Bunda berusaha menasehati sekaligus menyemangati Tania.


Kali ini Tania menurut dan melahap makanan yang ada di depannya, walaupun terlihat dia sangat mual saat menelan makanan tersebut. Tapi tekadnya untuk sembuh sangat kuat agar segera bisa menemui suami dan anak anaknya.


Keesokkan harinya tekanan darah Tania mulai stabil dan kondisinya juga lebih baik dari kemaren, dia ingin melihat suaminya di ruang ICU. Dengan segala pertimbangan , Dokter pun akhirnya mengizinkan dengan syarat harus di temani beberapa perawat dengan menggunakan kursi roda. Tania menurut dan segera bersiap ke ruangan Indra.


"Mas, kamu bangun ya.. mana janji mu untuk selalu menjagaku dan anak anak? Kami merindukan kamu mas", air mata Tania sudah tak tertahan hingga jatuh terurai mengenai tangan Indra. Tidak di sangka beberapa menit kemudian jari tangan Indra bergerak, hal itu membuat Tania terkejut sekaligus senang. Tania lalu berteriak,


"Dokter .. Dokter .. Jari tangan suamiku bergerak.. lihatlah...",

__ADS_1


Dan ternyata bukan hanya bergerak ,tapi mata dan mulutnya juga sempat terbuka. Tania adalah orang pertama yang di pandang Indra. Kemudian Indra tersenyum kecil ke arah istrinya. Sementara tangan Indra masih di genggam erat oleh Tania.


"Sayang... ", Indra berkata dengan sangat lirih.


"Iya mas, aku di sini.. Kamu sudah siuman mas.. Kamu harus sembuh mas, kita harus segera pulang.. Anak anak nungguin kita.. ", Tania berkata dengan mata berkaca kaca.


Indra kembali tersenyum tanpa menjawab apapun.


Dokter segera memeriksa keadaan Indra. Namun anehnya setelah di lakukan pemeriksaan, Dokter sudah tidak menemukan lagi denyut jantung di tubuh Indra.


Dokter dengan beberapa perawat melakukan tindakan lebih lanjut dan Tania di minta sedikit mundur. Namun pemeriksaan tetap sama hasilnya. Hingga akhirnya beberapa waktu kemudian Indra di nyatakan sudah meninggal.


Tidak bisa di ungkapkan dengan kata, kepedihan yang di rasakan Tania melihat suaminya menghembuskan nafas terakhir di depan matanya dengan keadaan tersenyum ke arahnya.

__ADS_1


"Mas ... Kenapa kamu tega mas ... Ini bercanda kan mas... Kamu lagi canda ini aku kan mas .. Ini nggak lucu mas .. Ayo cepat bangun mas....", tangis Tania kembali pecah. Para perawat segera membawa Tania keluar ruangan ICU dan kembali ke ruangan perawatannya.


__ADS_2