Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Buat perhitungan


__ADS_3

"Kenapa kamu tersenyum sendiri sayang?",tanya Aldo kepada istrinya.


"Nggak apa apa.. aku jadi ingat saat dulu kita masih kerja di kantor jasa pengiriman. Waktu itu sifat ku masih belum dewasa, dan berkat kenal sama kamu aku jadi lebih dewasa", jawab Kirani.


"Dan sekarang kamu malah jauh lebih dewasa dari pada aku, kamu lebih hebat dari pada aku", kata Aldo.


Keduanya larut dalam nostalgia masa lalu saat mereka baru saling mengenal.


 


"Aku tidak terima bun, aku tidak terima! Aku sakit hati, akan ku balas perempuan itu. Akan ku buat perhitungan sama dia", Tania kembali tidak bisa mengontrol emosinya.


"Sudah nak.. sudah... lebih baik besok kamu ikut ayah dan bunda saja pulang ke London. Kita buat lembaran hidup baru di sana. Buang semua kenangan yang ada di Indonesia, kamu masih muda dan cantik. Di sana kamu masih bisa mendapat pendamping yang lebih baik", tutur bunda Tania.


"Tidak bun, tidak.... aku tidak akan tinggal diam... sebelum aku bisa melihat tangis perempuan itu seperti tangis ku saat ini", jawab Tania.


Api kebenciannya kepada Kirani seakan berkobar dan berubah menjadi suatu dendam.


"Kamu harus merasakan apa yang aku rasakan, dan kamu juga harus merasakan bagaimana rasanya kehilangan", sorot mata Tania sangat tajam.


"Jangan buat bunda khawatir nak, di sini kamu sendiri.. siapa yang akan menjaga kamu?", tanya bunda Tania kepada putrinya.


"Bunda tenang aja, aku bisa jaga diri bun.. Aku sekarang lebih kuat dari pada yang dulu. Aku akan kembali ke London jika keinginanku sudah terpenuhi", jawab Tania.


Bunda Tania hanya pasrah dan menurut saja apa yang di inginkan oleh putrinya.


Tiba waktunya kedua orang tua Tania pamit untuk pulang kembali ke negaranya. Dengan berat hati mereka melepaskan putrinya sendiri tinggal di Indonesia.


Pagi itu ayah dan bunda Tania akan melakukan penerbangan kembali ke negaranya. Mereka telah memesan taxi online untuk mereka gunakan menuju bandara.


"Hati hati nak, kami akan selalu menunggu kedatangan mu untuk kembali tinggal bersama sama dengan kami", kata Ayah Tania kepada putrinya. Sementara bunda Tania sibuk memeluk dan mencium putri dan cucu kesayangannya bergantian.


Selepas kedua orang tua nya beranjak pulang,Tania masuk ke rumah sambil menggendong Davina. Dan untuk David, sampai saat ini masih tinggal bersama paman almarhum Indra.

__ADS_1


Tania tinggal di rumah almarhum Indra bersama Bi Nilam dan seorang supir. Pagi itu seperti biasa Davina hendak di suapi oleh Bi Nilam, dan Tania masuk ke kamar untuk istirahat.


Tania duduk di tepi ranjang sambil memikirkan nasibnya. Lagi lagi dia menangis mengingat kepergian suaminya.


Tapi tangisnya kemudian terhenti , dia merasa harus bangkit. Dia tidak boleh lemah, karena sekarang dia sendiri.


Tania berniat untuk membangun suatu usaha untuk kelanjutan hidupnya sebagai seorang janda.


Hal tersebut sudah dia utarakan kepada ayahnya kemaren, dan ayahnya siap memberinya modal dana berapapun yang dia butuhkan.


Tania ingin membangun restauran di sebuah tempat yang sudah dia siapkan. Bukan tanpa alasan dia memilih usaha tersebut.


Tentu saja ingin membuat hubungannya dengan Aldo tidak terputus. Apalagi lahan yang dia pilih berada di sebelah hotel milik Aldo.


Antara dendam sakit hati dan bercampur sedikit sisa sisa cinta masa lalu, itu yang menjadi alasan Tania ingin mendekati Aldo lagi.


Jika tidak bisa mendapatkan Aldo kembali, setidak nya bisa membuat Aldo menyesal karena pernah meninggalkannya. Sementara untuk Kirani, Tania ingin membuatnya merasakan apa yang dia rasakan. Sampai saat ini Tania masih belum bisa terima atas semua yang terjadi pada dirinya. Dia juga tidak bisa berhenti menyalahkan kehadiran Kirani sebagai penyebab awal penderitaan yang dia alami.


Pagi harinya ketika dia bangun, dia berencana pergi ke tempat dimana dia akan mendirikan restauran. Dia ingin menyurvei dan mencari informasi mengenai harga.


Tania menitipkan David kepada Bi Nilam, dan dia pergi dengan di antar pak supir.


"Bi, hari ini aku mau pergi. Aku nitip Davina dulu ya. Mungkin setengah hari", kata Tania.


"Iya nyonya", jawab Bi Nilam.


Setelah itu Tania bergegas mencari pak supir untuk segera di ajak berangkat.


Tepat pukul 07.30 pagi Tania sudah sampai di lokasi. Dia melihat setiap sudut ruangan dari lokasi tersebut. Sangat strategis dan sesuai harapan. Tapi sampai sekarang dia masih belum mengetahui mengenai harga.


Tania mengajak pak supir untuk sedikit membicarakan rencana usahanya.


"Nyonya, di sini ada nomor yang bisa di hubungi jika ingin membeli atau menyewa", kata pak supir tersebut kepada Tania sambil menunjukkan papan kecil yang tertempel di dinding.

__ADS_1


Tania menghampirinya kemudian lekas menyimpan nomor tersebut di ponselnya.


Lahan tersebut sudah ada bangunannya, dulu bekas butik. Jadi Tania tidak perlu membangun total, tinggal melakukan renovasi saja sudah bisa di gunakan.


Di rasa sudah cukup mendapat informasi, Tania berniat untuk pulang. Saat berjalan hendak menuju mobil, ada sebuah mobil yang membunyikan klakson ke arah mobil Tania.


Dari kejauhan Tania jelas mengenal siapa yang berada di mobil tersebut, dia adalah Aldo.


Aldo turun ketika dia tahu bahwa Tania yang sedang berada di tepi jalan.


Tania tahu jika Aldo turun dari mobil dan hendak menghampirinya, kemudian dia memasang wajah sedikit dingin. Sengaja dia lakukan itu untuk menarik perhatian Aldo, karena selama ini di mata Aldo Tania terkesan mengemis cinta kepadanya.


"Tania, apa yang kamu lakukan disini?", sapa Aldo.


"Aku sedang melihat lihat bangunan ini dan mencari tahu harganya. Rencananya aku mau membeli bangunan ini lalu membuka restauran di sini", jawab Tania dengan membuang pandangannya dari wajah Aldo.


"Di sini?", tanya Aldo kembali.


"Iya, kenapa?apa ada masalah?", tanya Tania balik.


"Nggak.. nggak apa apa.. Nggak ada masalah.. kamu kerja sama dengan siapa?", tanya Aldo lagi.


"Sendiri", jawab Tania singkat.


Aldo sedikit heran dengan sikap Tania kepadanya, tapi dia berpikir mungkin saja Tania kurang suka dengan ucapan Kirani kemaren. Sehingga kemarahan Tania juga di luapkan kepada dirinya dengan sikap yang sedikit acuh dari pada sebelumnya.


"Oke, ya sudah silahkan di lanjut. Aku mau ke kantor dulu", Aldo berpamitan kepada Tania dan kemudian berlalu dengan mengendarai mobilnya.


Merasa telah berhasil menarik perhatian Aldo, Tania merasa senang hatinya. Dia tersenyum sendiri sambil berkata dalam hati,


" Ini baru permulaan Aldo, setelah ini akan ada banyak kejutan yang akan kamu temui. Kamu akan menyesal karena telah mencampakkan ku!".


(Makasih buat yang sudah mampir ke sini... mampir juga di karya aku yang lainnya🤩🤩😇😇 thingkyu🙏)

__ADS_1


__ADS_2