Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Raisha Rayna


__ADS_3

"Selamat Tuan, bayi anda keduanya berjenis kelamin perempuan dengan berat badan masing masing 2,8 kg",kata seorang Dokter memberi penjelasan kepada Aldo.


Mata Aldo tiba tiba berkaca kaca karena merasa terharu.


"Iya Dok terima kasih atas kerja kerasnya, bagaimana keadaan istri saya?", tanya Aldo kemudian.


"Semua sehat, dan satu jam kemudian mereka semua akan pindah ke ruang perawatan", jawab Dokter tersebut lalu berjalan meninggalkan ruang operasi.


"Selamat Tuan atas kelahiran kedua putri anda, maaf kami tidak bisa lama lama di sini karena sore ini Tania ada jadwal USG", Indra berkata sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Aldo sebagai ucapan selamat.


"Iya Dok, terima kasih karena telah meluangkan waktu datang kemari. Semoga kandungan Tania selalu sehat hingga hari persalinan datang", jawab Aldo sambil sedikit mengarahkan pandangan ke Tania.


Setelah berpamitan Indra dan Tania meninggalkan ruang operasi tersebut.


Menunggu satu jam kemudian akhirnya Kirani dan kedua putrinya pindah ke ruang perawatan.


Aldo mengecup kening Kirani saat melihat wajah istrinya tersebut mulai nampak dari balik pintu operasi.


Kecupan selanjutnya di berikan untuk kedua putri kembarnya.

__ADS_1


"Selamat datang kedua bidadari kecilku", ucap Aldo sambil menggendong kedua putri mungilnya.


"Kamu mau beri nama siapa pada mereka?", tanya Mami yang dari tadi juga ikut menemani Aldo.


"Raisha dan Rayna", jawab Aldo.


"Bagus namanya, besok pulang dari Rumah Sakit kita buat acara syukuran" , sahut Mami.


Ruangan tersebut benar benar di selimuti kebahagiaan yang tiada tara. Jarak Raihan dan kedua adiknya yang hanya terpaut usia sekitar satu tahun membuat Kirani menjadi ibu muda dengan tiga orang buah hati.


Keesokkan harinya Kirani dan putranya di bawa pulang.


Kini semuanya berkumpul di rumah Aldo. Acara syukuran rencananya akan di laksanakan lusa.


Mami sibuk mengurus catering serta menyiapkan nama nama yang akan di lampirkan di undangan acara syukuran kelahiran cucu cucunya.


Khusus undangan untuk keluarga Indra di berikan langsung oleh Aldo.


Aldo tidak mendatangi rumah Indra, namun dia datang ke ruang kerja Indra di Rumah Sakit.

__ADS_1


Indra mempersilahkan masuk ketika pintu di ketuk, karena dia pikir yang mengetuk pintu tersebut adalah perawat. Namun ternyata Aldo yang sedang bertamu di ruangan kerjanya.


"Tuan Aldo? maaf saya kira perawat jadi saya tidak menyambut kedatangan anda", kata Indra yang terkejut dengan kedatangan Aldo dengan tiba tiba.


"Tidak apa apa Dok, maaf karena saya tidak memberi kabar dulu ketika saya mau ke sini. Tapi saya tidak lama karena saya hanya ingin mengantar ini", Aldo berkata sambil memberikan sebuah undangan kepada Indra.


"Saya harap kedatangan Dokter di acara saya besok", Aldo meneruskan perkataannya.


Indra menerima undangan tersebut lalu membacanya.


"Iya Tuan, tapi saya sangat minta maaf karena bertepatan dengan tanggal ini saya juga menggelar acara syukuran tujuh bulanan kehamilan Tania. Dan bahkan saya juga sudah menyiapkan undangan untuk anda", Indra berbicara sambil menyodorkan sebuah undangan juga.


"Bagaimana bisa bersamaan ya Dok? Kalau begitu saya berarti juga tidak bisa hadir", kata Aldo.


"Iya Tuan ,tidak apa apa. Saya juga minta maaf karena tidak bisa hadir. Semoga acaranya berjalan lancar", jawab Indra.


"Iya Dok, semoga semua urusan Dokter juga lancar. Kita sama sama saling mendoakan saja. Kalau begitu saya mau pamit Dok", Aldo berpamitan dan meninggalkan ruangan Dokter Indra.


(Lanjut nggak..?? lanjut nggak..?? lanjut donk bacanya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜‡)

__ADS_1


__ADS_2