Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Baru mengerti


__ADS_3

Tak terasa sudah tiga bulan Tania tinggal bersama Indra. Hari hari berlalu bagai lembaran baru bagi mereka.


David yang merasa punya sosok seorang ibu. Indra yang merasa bahagia melihat kebahagiaan putranya. Sementara tak kalah bahagia bagi Tania yang serasa menemukan keluarga baru dengan kehadiran seorang putra walaupun bukan putra kandungnya.


Pagi itu saat mereka hendak memulai aktifitas, terdengar bel berbunyi dari arah pintu. Bi Nilam segera berjalan ke arah pintu dan membukanya. Setelah di buka ternyata ada sesosok wanita putih tinggi berambut pirang yang telah berdiri di sana. Bi Nilam sudah mengenali siapa wanita itu.


"Dimana Tuan dan David?" tanya wanita itu.


"Ada di dalam nyonya, mereka sedang sarapan", jawab Bi Nilam sambil menundukkan kepala.


Tanpa menjawab apapun wanita itu langsung nyelonong masuk, bahkan sedikit menggeser tubuh Bi Nilam yang menghalanginya melewati pintu.


"Hello sayang? kamu sudah besar my sweety.. ", wanita itu langsung memeluk David tanpa memberi salam sebelumnya.


David kebingungan karena kurang mengenal wanita yang telah memeluknya. Begitu pula Tania, dia juga di buat kebingungan.


Namun tidak dengan Indra, dia sangat mengenal siapa wanita itu.

__ADS_1


"Untuk apa kamu datang ke sini Stella?", tanya Indra ketus.


"Hey, aku Mamanya. Tentu aku ke sini untuk menemui putraku. Aku sangat rindu padanya", jawab wanita itu yang ternyata adalah mantan istri Indra.


"Mama?", David tak sadar ikut bersuara.


"Iya sayang, aku Mama kamu. Mama sangat rindu sama kamu. Kamu ikut Mama ya", Stella berbicara kepada putranya sambil menciumi keningnya.


"Tidak, kamu tidak boleh membawanya. Setelah dengan mudah kamu meninggalkan kami selama empat tahun, lalu kamu datang begitu saja untuk membawanya", Indra terlihat sangat marah.


Sementara Tania kala itu hanya sebagai penonton pasif.


Tania yang tidak tahu menahu tentang masalah mereka, kini namanya malah di bawa bawa sebagai penyebab perceraian Indra dan Stella.


"Cukup, sudah cukup kamu berbicara. Karena ucapan kamu itu semua salah. Lebih baik kamu pergi dari sini, karena kami mau mengantar David pergi ke sekolah!", kata Indra sambil menggandeng tangan Tania dan David bersamaan lalu segera berjalan ke arah pintu tanpa menghiraukan Stella.


"Hey, kamu nggak bisa seenaknya saja memperlakukan aku seperti ini. David itu putraku, aku yang lebih berhak daripada perempuan gatel itu!", Stella berkata dengan nada tinggi sambil mengejar mereka bertiga.

__ADS_1


Namun Indra tak menggubris, David juga hanya menurut apa kata Papanya. Dia masih terlalu kecil untuk memahami permasalahan orang tuanya.


Sementara Tania dari tadi hanya terdiam, dia menurut apa kata Aldo dengan mulut membisu.


Setelah mereka memasuki mobil, suasana hening nampak terlihat.


Indra berusaha memecah keheningan tersebut, "David hari ini Papa akan nungguin kamu sekolah sampai kamu pulang".


David mendengar ucapan Papanya terlihat sangat bahagia, " Hore.. David seneng sekali, nanti pulang sekolah kita jalan jalan dulu ya".


"Iya sayang", Indra menuruti permintaan putranya.


Mendengar kegirangan David,Tania hanya tersenyum tipis. Nampak sekali di raut wajahnya bahwa dia masih syok dengan pertemuannya dengan Stella tadi pagi. Apalagi dia di anggap sebagai perusak rumah tangga Indra.


Indra yang bisa membaca isi hati Tania memilih untuk diam sejenak. Dia tunggu hingga David sampai ke sekolah. Dan setelah David turun, barulah Indra mulai mengajak bicara Tania.


"Aku minta maaf atas ucapan Stella, aku tahu kamu pasti sedang tidak nyaman", Indra mencoba mengajak bicara Tania.

__ADS_1


" Kamu nggak perlu minta maaf karena kamu nggak salah, aku yang salah karena telah hadir di antara kalian. Aku tahu perasaan Stella, dan sekarang aku baru mengerti bagaimana rasanya berada di posisi Kirani saat dulu aku selalu menyalahkannya", Tania berkata dengan wajah menunduk dan suara yang lemah.


__ADS_2