Siapalah Diriku

Siapalah Diriku
Firasat


__ADS_3

Tania dan putri mungilnya sudah di perbolehkan pulang. David tidak mau jauh jauh dari adik kesayangannya, bahkan dia tidak mau masuk sekolah.


Ayah Tania berpamitan ketika Tania sudah berada di rumah. Beliau masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


David dan Davina merupakan saudara sedarah bapak tapi berbeda ibu, namun Tania tidak pernah membedakannya.


Waktu terus berjalan , Davina semakin lincah dalam bergerak. Celoteh celotehannya juga semakin membuat rumah Indra semakin ramai dan berwarna.


------------


Si kembar Raisha dan Rayna juga semakin tumbuh menggemaskan. Raihan si kakak sudah pandai berlari lari juga bernyanyi nyanyi. Ketiga makhluk mungil tersebut bagaikan malaikat kecil yang datang mengisi kehidupan Aldo dan Kirani.

__ADS_1


Berbagai kesibukkan kini telah terdaftar di pagi hari ketika mereka semua sedang sarapan. Mami sengaja ingin dekat dengan cucu cucunya sehingga beliau tidak ingin menyewa baby sitter. Dengan bergantian, Mami , Kirani dan Bi Ningsih lah yang bersama sama merawat Raihan , Raisha , dan Rayna.


Tak terasa si kembar kini sudah menginjak usia satu tahun. Si kakak sudah mulai masuk masa pra sekolah.


Begitu juga dengan Davina yang sudah mulai pandai berjalan. Tania juga tidak mau mencari baby sitter karena dia ingin dekat dengan putra putrinya dengan cara merawatnya sendiri dengan di bantu Bi Nilam.


"Sayang kamu jangan terlalu capek, nanti kamu sakit. Apa perlu aku carikan pengasuh untuk membantu kamu merawat David dan Davina?", tanya Indra.


"Justru mas yang harus banyak istirahat, karena aku lihat mas selalu bangun lebih awal sebelum aku dan anak anak bangun. Mas menyiapkan sendiri keperluan mas kerja, bahkan kadang juga menyiapkan kebutuhan kami untuk sarapan. Saat pulang kerja mas juga masih ikut merawat anak anak, dan malamnya mas juga selalu tidur malam setelah kami semua tertidur. Bahkan mas tetap terjaga saat anak anak sedang sakit. Mas yang lebih capek dari pada aku. Terima kasih ya mas", Tania berkata sambil memeluk suaminya.


Indra membalas pelukan istrinya dengan dekapan yang lebih hangat sambil berkata,

__ADS_1


" Kamu nggak perlu berterima kasih, itu semua memang kewajiban ku. Aku hanya ingin menikmati waktu indah bersama putra putriku. Agar kelak mereka selalu mengingatku".


" Tapi ya nggak begitu juga mas, mereka pasti selalu ingat lah sama mas, tanpa harus berlebihan seperti itu. Mas harus punya waktu untuk diri sendiri juga . Masa iya ada anak yang lupa sama papanya sendiri yang setiap hari menemani? Mas ini ada ada aja, sudah kayak orang mau berpisah jauh", entah kenapa hati Tania tiba tiba bergetar saat mengatakan kalimat " berpisah jauh".


Merasa hatinya kurang enak, Tania semakin mengeratkan pelukannya. Begitu pun dengan Indra.


"Aku sangat mencintaimu dan kedua putra putri kita. Aku akan selalu menjaga kalian semua sampai ujung usia", ucapan Indra benar benar membuat Tania semakin gemetar. Entah mengapa ucapan suaminya seakan merasuk ke jiwanya dengan bercampur sebuah firasat yang kurang baik.


"Aku juga sayang sama mas, sama anak anak kita. Mas janji ya jangan pernah ninggalin kita. Kita hidup sama sama sampai tua. Sampai kita punya cucu dan cicit", kata Tania.


"Aku kan sudah bilang, aku akan menjaga kalian sampai ujung usia. Tapi kalau urusan umur hanya Tuhan yang menentukan, kita hanya bisa menjalani kehendak - Nya", jawaban Indra semakin membuat Tania takut kehilangan. Firasat buruk tersebut terasa semakin kuat di hatinya.

__ADS_1


" Ya Tuhan, lindungilah seluruh keluargaku. Suamiku dan anak anakku ", Tania berdoa dalam hati.


__ADS_2